Sembilan Bulan Mengabdi di Tengah Umat, 22 Mahasiswa STP-IPI Malang Diterjunkan ke Paroki Langsep - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 3 Sep 2026 15:36 WIB ·

Sembilan Bulan Mengabdi di Tengah Umat, 22 Mahasiswa STP-IPI Malang Diterjunkan ke Paroki Langsep


 Pengalaman pelayanan langsung di tengah umat melalui program magang pastoral di Paroki Langsep, Kota Malang. (ist) Perbesar

Pengalaman pelayanan langsung di tengah umat melalui program magang pastoral di Paroki Langsep, Kota Malang. (ist)

BACAMALANG.COM — Sebanyak 22 mahasiswa Program Studi Pelayanan Pastoral Sekolah Tinggi Pastoral-Institut Pastoral Indonesia (STP-IPI) Malang mulai menjalani pengalaman pelayanan langsung di tengah umat melalui program magang pastoral di Paroki Langsep, Kota Malang.

Program yang berlangsung selama sembilan bulan, September 2026 hingga Juni 2027, ini menjadi bagian penting dalam proses pendidikan mahasiswa untuk mempersiapkan diri sebagai calon guru agama Katolik dan katekis.

Bukan sekadar praktik lapangan, mahasiswa dituntut untuk belajar memahami dinamika kehidupan umat sekaligus terlibat langsung dalam berbagai kegiatan pastoral di lingkungan maupun tingkat paroki.

Serah terima mahasiswa magang kepada pihak Paroki Langsep dan para ketua lingkungan digelar di Griya Agape, Malang, Rabu (2/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Romo Paroki, pimpinan dan dosen STP-IPI Malang, pengurus bidang pewartaan, para ketua lingkungan, serta pembina Bina Iman Anak Katolik (BIAK) dan Remaja Katolik (REKAT).

Dari total 22 mahasiswa, sebanyak 20 orang ditempatkan di 10 lingkungan dengan komposisi dua mahasiswa di setiap lingkungan. Sedangkan dua mahasiswa lainnya ditempatkan di tingkat paroki untuk membantu pendampingan BIAK.

Romo Paroki Langsep, Romo Petrus Maria Handoko, CM, mengingatkan para mahasiswa agar kehadiran mereka di tengah umat menjadi bagian dari proses membangun kebersamaan, bukan mengambil alih pelayanan yang selama ini sudah berjalan.

Menurutnya, mahasiswa justru diharapkan membawa energi, gagasan, dan semangat baru untuk mengembangkan kehidupan pastoral bersama umat.

«”Menjadi Katolik berarti harus berakar dan hidup berlingkungan. Panggilan iman bertumbuh di tengah persekutuan umat basis,” ujar Romo Handoko.»

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi antara mahasiswa, ketua lingkungan, dan pihak paroki. Setiap program yang dirancang mahasiswa harus diselaraskan dengan arah pastoral keuskupan dan paroki serta memperoleh persetujuan Romo Paroki.

Selain keterlibatan dalam kegiatan umat, mahasiswa juga diminta memiliki kepekaan terhadap persoalan yang muncul di tengah keluarga dan masyarakat.

Jika menemukan persoalan yang berkaitan dengan keluarga maupun perkawinan dan membutuhkan penanganan khusus, mahasiswa diminta tidak mengambil keputusan sendiri. Persoalan tersebut harus segera dikomunikasikan dan dikoordinasikan dengan pihak paroki.

Sementara itu, Sr. Menci, ALMA, dari STP-IPI Malang mengatakan, magang pastoral merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk menguji sekaligus menerapkan pengetahuan yang selama ini diperoleh di bangku kuliah dalam situasi nyata kehidupan umat.

Mahasiswa akan menjalani proses secara bertahap, mulai dari pengenalan dan orientasi, penyusunan program bersama umat, hingga pelaksanaan berbagai kegiatan pastoral.

“Mahasiswa belajar bukan hanya dari teori, tetapi juga dari pengalaman langsung bersama umat,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, seluruh kegiatan mahasiswa wajib dikomunikasikan dan dikoordinasikan dengan ketua lingkungan masing-masing agar program yang dijalankan dapat berjalan selaras dengan kebutuhan umat.

Selama sembilan bulan berada di tengah umat, para mahasiswa diharapkan tidak hanya mendapatkan pengalaman pelayanan pastoral, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam menghidupkan kehidupan iman di lingkungan.

Terutama melalui pendampingan anak dan remaja, keberadaan mahasiswa diharapkan dapat menjadi energi baru bagi kegiatan BIAK, REKAT, maupun berbagai bentuk pelayanan pastoral lainnya.

Serah terima mahasiswa magang kemudian ditutup dengan doa dan berkat perutusan dari Romo Paroki. Acara dilanjutkan dengan ramah tamah yang mempertemukan mahasiswa, dosen, Romo Paroki, dan para ketua lingkungan sebagai awal perjalanan pelayanan selama sembilan bulan ke depan.

Pewarta/Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Dari Sampah Jadi Suvenir, Mahasiswa UMM Ciptakan Mesin Pengolah Plastik untuk Kampung Biru Arema

5 September 2026 - 13:58 WIB

BMKG Karangkates Catat 134 Kejadian Gempa Bumi dalam Sepekan, 3 Dirasakan Warga

4 September 2026 - 17:26 WIB

Perjuangan Belum Usai, Malang Peduli Terus Gerakkan Bantuan untuk Warga Flores

4 September 2026 - 10:18 WIB

78 Tahun Polwan, Dari Bukittinggi hingga Malang: Satu Polwan, Satu Dampak Luar Biasa

3 September 2026 - 05:38 WIB

Janji Beasiswa Kedokteran ke China Berujung Petaka, Kades Asal Banyuwangi Ditangkap Polisi

2 September 2026 - 16:59 WIB

Waspada Asap Karhutla, Pakar UMM Ungkap Ancaman Serius bagi Paru-Paru

2 September 2026 - 09:22 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !