BACAMALANG.COM — Warga Desa Pandanlandung, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang menggelar pengajian akbar memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW bersama KH Anwar Zahid. Kegiatan digelar di Masjid Al Firdaus Pomuri, belum lama ini.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda rutin warga setempat. Tujuannya untuk mempererat silaturahmi dan menjaga kerukunan warga.
KH Anwar Zahid memberikan tausiyah tentang kehidupan Rasulullah SAW yang tidak lepas dari kodratnya sebagai manusia biasa. “Pada suatu ketika Rasulullah SAW sakit tak sembuh-sembuh. Meskipun telah berikhtiar selayaknya manusia dengan berobat dan berdoa namun tak kunjung sembuh,” terangnya.
Hingga akhirnya Allah mengutus Malaikat Jibril turun dan memberitahukan jika Nabi terkena sihir.
Sihir tersebut berupa sebuah batu besar yang diikat oleh 11 tali dan ditaruh di belakang rumah Nabi.
Setelah mendapat pemberitahuan tersebut Nabi meminta tolong para sahabat untuk membawa ke hadapannya dan membuka ikatan tali tersebut.
Namun karena tidak ada yang sanggup maka Rasulullah berdoa dan diberi solusi Allah SWT.
Allah SWT menurunkan surat Al-Mu’awwidzatain yakni Al – Falaq dan An – Nas. Allah memerintahkan membaca satu per satu ayat sembari membuka ikatan tali tersebut.
Setiap selesai membaca 1 ayat 1 tali dibuka dan berhasil. Jumlah ayat dua surat tersebut sama dengan jumlah tali ikatan yakni 11 ayat. Setelah kedua surat tersebut usai dibaca, spontan Rasulullah sembuh dari sakitnya.
“Semenjak saat itu dua surat ini menjadi sebuah hadiah dari Allah bagi manusia sebagai perlindungan dari segala macam bala, dan gangguan lainnya,” terang Anwar Zahid.
Ketua Forum Komunikasi Umat Muslim Raya, Abah Sukir, mengatakan kegiatan keagamaan tersebut rutin digelar setiap tahun dengan menghadirkan sejumlah ulama. Abah Sukir juga menyampaikan bahwa dalam setahun terdapat tiga kegiatan besar yang rutin dilaksanakan. Selain pengajian, kegiatan tersebut juga diisi dengan agenda ziarah. Menurutnya, kegiatan itu tidak sekadar menjadi agenda keagamaan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat hubungan antar warga, khususnya umat Islam di Pandanlandung. Tujuannya agar di Pandanlandung tercipta suasana damai, rukun, dan tenteram.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga


























































