139 Gempa Terekam di Jatim Sepekan, Aktivitas Terbanyak Terjadi di Selatan Jawa - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 5 Okt 2026 10:34 WIB ·

139 Gempa Terekam di Jatim Sepekan, Aktivitas Terbanyak Terjadi di Selatan Jawa


 Infografis kejadian gempa bumi sepekan lalu. (IG BMKG) Perbesar

Infografis kejadian gempa bumi sepekan lalu. (IG BMKG)

BACAMALANG.COM – Aktivitas kegempaan masih mewarnai wilayah Jawa Timur dan sekitarnya. Stasiun Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Malang mencatat 139 kejadian gempa bumi sepanjang 25 September hingga 1 Oktober 2026.

Meski frekuensinya cukup tinggi, seluruh gempa yang tercatat dalam periode tersebut tidak dirasakan oleh masyarakat.

Hasil analisis BMKG menunjukkan, gempa yang terjadi memiliki magnitudo mulai dari M 1,08 hingga M 3,79. Berdasarkan kedalamannya, sebagian besar merupakan gempa dangkal.

Tercatat 106 kejadian gempa berada pada kedalaman kurang dari 60 kilometer. Sementara 33 kejadian lainnya masuk kategori gempa menengah dengan kedalaman antara 60 hingga 300 kilometer. Tidak ada gempa bumi dalam dengan kedalaman lebih dari 300 kilometer yang tercatat selama periode tersebut.

Secara geografis, episenter gempa paling banyak berada di wilayah perairan selatan Pulau Jawa. Sebagian lainnya tercatat terjadi di wilayah daratan.

Kepala Stasiun Geofisika Malang, Ricko Kardoso, mengatakan aktivitas tersebut berkaitan erat dengan dinamika tektonik di kawasan selatan Jawa.

“Gempa yang berpusat di laut selatan Jawa dipicu oleh aktivitas subduksi pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia yang menunjam lempeng Eurasia. Sedangkan gempa bumi dangkal di daratan disebabkan oleh adanya pergerakan patahan atau sesar lokal,” ujar Ricko, Senin (5/10/2026).

Aktivitas kegempaan tertinggi tercatat pada 28 September 2026. Pada hari tersebut, BMKG merekam 24 kejadian gempa.

Setelah mencapai puncak tersebut, jumlah kejadian menunjukkan kecenderungan menurun. Pada 1 Oktober 2026, BMKG mencatat 15 kejadian gempa, sekaligus menjadi angka terendah dalam rentang periode pemantauan tersebut.

BMKG mengingatkan masyarakat Jawa Timur dan wilayah sekitarnya agar tidak panik menghadapi aktivitas kegempaan. Namun, kewaspadaan tetap perlu dijaga dengan mengikuti informasi dan perkembangan terbaru melalui kanal resmi BMKG.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Sempat Rasakan Gempa 6.1 M dan Dijamu Kapolsek di Ruteng, Kisah Relawan Malang di Misi Kemanusiaan NTT

4 Oktober 2026 - 21:21 WIB

Tanam 1.000 Pohon di PPSN VI, Khofifah Ajak Santri Jadi Garda Terdepan Jaga Lingkungan

4 Oktober 2026 - 10:52 WIB

Hadapi Gempuran AI dan Media Sosial, Ketum PWI Pusat Tekankan Independensi Pers

2 Oktober 2026 - 23:21 WIB

PWI Perkuat Jaringan Digital, Website PWI.or.id Kini Terkoneksi di 38 Daerah

2 Oktober 2026 - 09:09 WIB

Pimpin Korps Kenaikan Pangkat, Danlanud Abd Saleh Dorong Perwira Makin Profesional

2 Oktober 2026 - 07:26 WIB

557 Gempa Guncang Jatim Sepanjang September, Tujuh Kali Dirasakan Warga

1 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !