557 Gempa Guncang Jatim Sepanjang September, Tujuh Kali Dirasakan Warga - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 1 Okt 2026 19:16 WIB ·

557 Gempa Guncang Jatim Sepanjang September, Tujuh Kali Dirasakan Warga


 Infografis Laporan Kejadian Gempa September 2026. (ist) Perbesar

Infografis Laporan Kejadian Gempa September 2026. (ist)

BACAMALANG.COM – Aktivitas kegempaan di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya terpantau cukup tinggi sepanjang September 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas III Malang mencatat sebanyak 557 kejadian gempa bumi selama periode tersebut.

Berdasarkan laporan kegempaan BMKG, gempa yang terjadi memiliki magnitudo mulai M 1,08 hingga M 4,97. Aktivitas tersebut berkaitan dengan dinamika tektonik, terutama subduksi atau pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Eurasia, serta aktivitas sejumlah patahan atau sesar aktif.

Kepala Stasiun Geofisika Malang, Ricko Kardoso, mengatakan kondisi kegempaan di Jawa Timur selama September didominasi gempa dangkal.

“Kondisi kegempaan di Jatim sepanjang September didominasi gempa dangkal akibat subduksi dan sesar aktif. Masyarakat tetap waspada namun tidak panik,” ujar Ricko, Kamis (1/10/2026).

Gempa Dangkal Mendominasi

Dari total 557 kejadian, sebanyak 429 gempa tercatat berada pada kedalaman kurang dari 60 kilometer atau kategori gempa dangkal.

Kemudian, 127 kejadian merupakan gempa dengan kedalaman 60 hingga 300 kilometer atau kategori gempa menengah. Sedangkan gempa dalam dengan kedalaman lebih dari 300 kilometer tercatat satu kejadian.

Frekuensi gempa tertinggi terjadi pada 3 September 2026, dengan 29 kejadian dalam sehari. Sementara frekuensi terendah tercatat pada 19 September, yakni sembilan kejadian.

Tujuh Gempa Dirasakan Warga

Dari ratusan kejadian tersebut, BMKG mencatat tujuh gempa dirasakan oleh masyarakat di sejumlah wilayah.

Gempa pertama terjadi pada 3 September pukul 03.52 WIB dengan magnitudo M 4,54 dan kedalaman 55 kilometer. Getaran dirasakan di Pacitan dengan intensitas III MMI, serta Lumajang, Malang, Blitar dan Tulungagung dengan intensitas II MMI.

Selanjutnya, pada 4 September pukul 12.05 WIB, gempa berkekuatan M 4,93 dengan kedalaman 33,9 kilometer dirasakan di sejumlah wilayah, antara lain Bantul, Kulonprogo, Kebumen, Cilacap, Purwokerto dengan intensitas III MMI, serta Pangandaran II-III MMI.

Pada 10 September pukul 16.03 WIB, gempa M 2,90 dengan kedalaman 5,7 kilometer dirasakan di Punggelan, Pandanarum dan Kalibening dengan intensitas III MMI. Getaran juga dirasakan di Sidamulya, Karangkobar dan Pasegeran dengan intensitas II-III MMI.

Kemudian pada 12 September pukul 02.43 WIB, gempa M 3,85 dengan kedalaman 5,4 kilometer dirasakan di Wonosobo dengan intensitas III MMI, Banjarnegara II-III MMI, serta Batang II MMI.

Masih pada 12 September, tepatnya pukul 04.23 WIB, gempa berkekuatan M 5,9 dengan kedalaman 376 kilometer dirasakan di sejumlah daerah, termasuk Cilacap, Palabuhanratu, Cisolok dengan intensitas III MMI, Garut, Bandung, Yogyakarta, Pacitan, Ponorogo, Kabupaten Malang, hingga Padang dengan intensitas II-III MMI.

Pada 14 September pukul 08.42 WIB, gempa M 4,97 dengan kedalaman 47,5 kilometer dirasakan di Pacitan, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember, Kediri, Bondowoso, serta Batu dengan intensitas II-III MMI. Getaran juga dilaporkan terasa hingga Kalibaru, Banyuwangi dan Badung dengan intensitas II MMI.

Sementara itu, gempa terakhir yang tercatat dirasakan warga terjadi pada 19 September pukul 07.40 WIB. Gempa berkekuatan M 2,6 dengan kedalaman 7 kilometer tersebut dirasakan di Tasikmalaya dan Ciamis dengan intensitas III MMI.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap memahami potensi gempa bumi di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya. Masyarakat diminta tetap tenang, meningkatkan kesiapsiagaan, serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Belajar dari Hillsborough, Empat Tahun Kanjuruhan Masih Menanti Pengakuan dan Akuntabilitas Negara

30 September 2026 - 12:03 WIB

Tak Cuma Teori, Mahasiswa K3 Universitas Kepanjen Digembleng Hadapi Situasi Bencana

27 September 2026 - 13:57 WIB

DPRD, Pemkab dan BAZNAS Kabupaten Malang Salurkan Bantuan Rp1,4 Miliar untuk Korban Gempa NTT

27 September 2026 - 09:28 WIB

Sepekan 105 Gempa Terekam di Jatim, BMKG Pastikan Tak Ada yang Dirasakan Warga Malang

25 September 2026 - 14:13 WIB

Teguh Santosa Tegaskan JMSI Dukung Penuh HPN 2027

25 September 2026 - 09:11 WIB

Nikah Siri Saat Masih Punya Istri Sah? Ini Risiko Pidana dan Perdata yang Sering Tidak Disadari

24 September 2026 - 07:22 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !