Berawal dari Satu Undangan, Ahad Legi An-Nur II Kini Jadi Penggerak Ekonomi UMKM - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

EKOBIZ · 13 Okt 2026 05:48 WIB ·

Berawal dari Satu Undangan, Ahad Legi An-Nur II Kini Jadi Penggerak Ekonomi UMKM


 Drs. KH. Hairuddin, Ak., M.Si. (Gus Hairuddin), Majelis Pengasuh Pesantren Wisata An-Nur II sekaligus Sekjen Yayasan Pendidikan Ponpes Wisata An-Nur II Al-Murtadlo. (Gus Hairuddin for bacamalang) Perbesar

Drs. KH. Hairuddin, Ak., M.Si. (Gus Hairuddin), Majelis Pengasuh Pesantren Wisata An-Nur II sekaligus Sekjen Yayasan Pendidikan Ponpes Wisata An-Nur II Al-Murtadlo. (Gus Hairuddin for bacamalang)

BACAMALANG.COM – Pengajian rutin Ahad Legi di Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al-Murtadlo, Bululawang, Kabupaten Malang, berkembang menjadi salah satu kegiatan keagamaan yang mampu menarik ribuan jemaah sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

Kegiatan yang dirintis almarhum Romo KH. Muhammad Badruddin Anwar sejak 1989 itu awalnya menghadapi tantangan dalam menghimpun jemaah. Kini, pengajian tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk memperdalam ilmu agama, tetapi juga membuka peluang usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Perkembangan tersebut menjadi gambaran bagaimana konsistensi dalam menjaga kegiatan keagamaan dapat memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo sendiri berdiri sejak 1979. Pada 1989, ketika Gus Hairuddin mulai menimba ilmu di pesantren tersebut, jumlah santri masih berkisar ratusan orang dengan luas tanah wakaf kurang dari satu hektare.

Pada masa awal penyelenggaraan Ahad Legi, panitia berupaya menarik minat jemaah melalui berbagai cara. Di antaranya dengan menampilkan atraksi drumband dan banjari sebelum pengajian serta menerapkan sistem satu jemaah satu undangan.

Bahkan, menurut Gus Hairuddin, sempat muncul usulan agar waktu pengajian dipindahkan ke siang, sore, atau malam hari karena jumlah jemaah yang hadir pada pagi hari masih terbatas. Namun, Romo KH. Muhammad Badruddin Anwar tetap mempertahankan jadwal pagi.

Pilihan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang pengajian Ahad Legi hingga berkembang seperti sekarang.

Dari Pengajian Menjadi Pusat Aktivitas Ekonomi

Gus Hairuddin, Drs. KH. Hairuddin, Ak., M.Si., merupakan salah satu saksi perjalanan awal kegiatan tersebut. Saat ini, ia menjadi bagian dari Majelis Pengasuh Pesantren An-Nur II sekaligus Sekretaris Jenderal Yayasan Pendidikan Ponpes An-Nur II Al-Murtadlo.

Ia mengenang, pada awal penyelenggaraan 1989, panitia masih harus mengundang jemaah satu per satu agar pengajian dapat berlangsung.

“Alhamdulillah, awal 1989 kami undang jemaah pengajian rutin Ahad Legi satu jemaah satu undangan, sekarang jemaah dan kuliner Ahad Legi tanpa diundang bakda Subuh sudah pada datang pulangnya sore, sedejeh epon Suenneng,” ujar Gus Hairuddin kepada BACAMALANG.COM, Senin (12/10/2026).

Menurutnya, kondisi saat ini jauh berbeda dibandingkan masa awal. Jemaah mulai berdatangan setelah salat Subuh dan baru meninggalkan kawasan pesantren pada sore hari.

Seiring meningkatnya jumlah pengunjung, kegiatan tersebut turut mendorong tumbuhnya aktivitas perdagangan, khususnya di sektor kuliner.

Tercatat sekitar 400 stan UMKM kuliner telah terdaftar dan rutin berjualan setiap pelaksanaan Ahad Legi. Kehadiran ratusan pelaku usaha ini menjadikan kawasan pesantren sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat pada hari pengajian.

Selain memberikan ruang bagi pedagang untuk menawarkan produk, kegiatan tersebut juga berpotensi memperluas pasar dan meningkatkan perputaran ekonomi lokal.

Dukungan Pembiayaan Syariah bagi UMKM

Pemberdayaan ekonomi di lingkungan pesantren juga dilakukan melalui dukungan pembiayaan usaha. Salah satunya melalui Bank Wakaf Mikro An-Nur II yang menyediakan pembiayaan bagi pelaku usaha mikro.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan, pembiayaan modal kerja sebesar Rp3 juta diberikan dengan skema pelunasan selama 40 minggu. Proses tersebut disertai pertemuan rutin melalui Halaqah Mingguan (HALMI), yang menjadi sarana kegiatan keagamaan sekaligus pembayaran angsuran pembiayaan.

Pola tersebut menggabungkan dukungan permodalan dengan pembinaan spiritual dan kebersamaan antarpeserta.

Dengan pendekatan itu, pengembangan usaha tidak hanya diarahkan pada peningkatan kegiatan ekonomi, tetapi juga diharapkan berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai keagamaan.

Model tersebut menunjukkan salah satu bentuk peran pesantren dalam pemberdayaan masyarakat. Meski demikian, penilaian terhadap keberhasilannya secara lebih luas perlu didukung data mengenai perkembangan usaha, tingkat pengembalian pembiayaan, serta dampak terhadap pendapatan para pedagang.

Pengajian Rutin dengan Kajian Kitab

Pengajian Ahad Legi digelar di kompleks Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al-Murtadlo, Jalan Demang Jaya 1 Nomor 8, Bululawang, Kabupaten Malang.

Kitab yang dikaji meliputi Bidayatul Hidayah dan Unwanul Hikam, dengan mubalig yang bergantian mengisi pengajian.

Rangkaian kegiatan diawali dengan hadrah, dilanjutkan pembacaan Surah Yasin dan tahlil, kemudian istighosah. Acara berlanjut dengan pengajian kitab Bidayatul Hidayah dan Unwanul Hikam, pembukaan resmi, serta mauizah hasanah sebagai sesi inti. Kegiatan ditutup dengan doa bersama.

Perjalanan Ahad Legi sejak 1989 memperlihatkan perkembangan sebuah kegiatan keagamaan yang kini juga melibatkan banyak pelaku usaha. Konsistensi penyelenggaraan, partisipasi jemaah, dan dukungan terhadap UMKM menjadi unsur penting dalam perkembangannya.

Pengalaman tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran bagi pesantren dan komunitas lain yang ingin mengembangkan kegiatan keagamaan sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 112 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Warga Keluhkan Sulitnya Cari Pertalite, Antrean Panjang hingga Kosong di SPBU

12 Oktober 2026 - 10:22 WIB

Tiga Dekade Berjuang untuk Ekonomi Rakyat, Sri Untari Raih Lencana Emas Jer Basuki Mawa Beya

12 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Antrean Pertalite di Malang Raya, Aktivis Minta Transparansi Distribusi BBM

12 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Sri Untari Dorong Penguatan Koperasi, Petani Milenial, dan Kesetaraan bagi Penyandang Disabilitas

11 Oktober 2026 - 18:52 WIB

Whiz Prime Hotel Malang Tawarkan Promo Oktober Sweet & Stay, Menginap Bonus Tiket Wisata Petik Anggur

10 Oktober 2026 - 16:47 WIB

CIMB Niaga Digital Lounge UB Tawarkan Kemudahan Bayar UKT dan Buka Rekening

9 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Trending di EKOBIZ

©Hak Cipta Dilindungi !