BACAMALANG.COM – Universitas Brawijaya (UB) berkolaborasi dengan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. serta Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK), nama baru Fakultas Pertanian UB, menggelar Piala Rektor Prana Satwa Brawijaya 2026 dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-64 UB.
Ajang yang menghadirkan kontes dan pameran beragam satwa ini berlangsung pada 24–25 Oktober 2026 di Gedung Samantha Krida UB, yang menghadirkan berbagai kompetisi dan pameran satwa, mulai dari ayam hias, ayam pelung, ayam serama, merpati hias, kucing, hingga satwa eksotis. Acara ini menjadi ruang pertemuan bagi penghobi, komunitas, dan masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap dunia satwa.
Ketua Panitia Prana Satwa Brawijaya 2026 Dr. Asri Nurul Huda, S.Pt., M.P., M.Sc. menjelaskan, kegiatan tersebut menggandeng enam asosiasi satwa menjelaskan bahwa kegiatan tersebut ingin memperluas pemahaman masyarakat mengenai bidang yang dikembangkan Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan (FAST) UB, yang sebelumnya bernama Fakultas Peternakan ini.
“Aktivitas fakultas tidak hanya berkaitan dengan ternak domestikasi seperti sapi dan kambing. Kami juga memiliki perhatian terhadap ternak hias dan satwa eksotik, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri,” ungkapnya kepada BacaMalang.com di sela kegiatan, Sabtu (24/10/2026).
Melalui pameran ini, imbuh Asri, masyarakat dapat melihat secara langsung keragaman satwa yang selama ini belum tentu dikenal secara luas. Panitia menghadirkan sekitar 150 jenis satwa, mulai dari burung hias, ayam hias, kucing, hingga kelompok reptil seperti ular, iguana, dan kadal.

Rangkaian Piala Rektor Prana Satwa Brawijaya 2026 dimulai dengan pembukaan Sabtu (24/10/2026), dengan agenda kontes kucing atau cat show. (Nedi Putra AW)
Pameran juga menampilkan kelompok artropoda, termasuk laba-laba atau tarantula, serta isopoda.
“Keragaman tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung untuk mengenal lebih dekat berbagai jenis satwa,” tambah wanita berhijab ini.
Asri menjelaskan, penyelenggaraan Piala Rektor Prana Satwa Brawijaya 2026 ini melibatkan enam asosiasi nasional, antara lain Asosiasi Pecinta Ayam Hias, Indonesia Fancy Pigeon Community, Serama Malang Lovers (SEMALOV), Indonesian Cat Association (ICA), Himpunan Ayam Pelung Indonesia (HIPAPPI), serta komunitas Malang Glow Exotic (MAGE).
Berbeda dari pameran satwa pada umumnya, acara ini turut menghadirkan kompetisi atau kontes bertaraf nasional. Sejumlah kategori yang dilombakan meliputi kontes kucing, ayam hias, ayam pelung, ayam serama, dan merpati hias.
“Untuk kontes kucing, panitia bekerja sama dengan Indonesian Cat Association (ICA) dan menghadirkan juri khusus tingkat nasional, yakni Sandi Andhika dan Rio Chandra. Kehadiran juri tersebut menjadi bagian dari penyelenggaraan kompetisi yang melibatkan para penghobi dan peserta dari berbagai daerah,” tambah dosen Nutrisi dan Makanan Ternak FAST UB ini.

Ketua Panitia Prana Satwa Brawijaya 2026 Dr. Asri Nurul Huda, S.Pt., M.P., M.Sc. (Nedi Putra AW)
Dari sisi partisipasi, kegiatan ini diikuti lebih dari 500 peserta. Pada hari pertama, panitia mencatat sekitar 85 peserta. Sementara pada hari kedua, jumlah peserta diperkirakan melampaui 500 orang, termasuk peserta kontes merpati hias yang tercatat mencapai 400 pendaftar serta peserta kontes ayam hias, ayam pelung, dan ayam serama.
Selain pameran dan kontes, panitia juga menyelenggarakan seminar terbuka yang mempertemukan asosiasi dengan kalangan akademisi. Salah satu materi yang dijadwalkan membahas pakan ayam hias, salah satunya adengan pemaparan oleh Prof. Osfar dari pihak fakultas.
Rangkaian kegiatan ini disiapkan dalam waktu sekitar dua bulan. Panitia mengemasnya tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai ruang berbagi pengetahuan mengenai pemeliharaan dan pengembangan satwa.
“Melalui Piala Rektor Prana Satwa Brawijaya 2026, UB berupaya mempertemukan komunitas penghobi, asosiasi, akademisi, dan masyarakat umum. Momentum ini sekaligus memperkenalkan cakupan bidang peternakan yang lebih luas, termasuk potensi ternak hias dan satwa eksotik yang memiliki daya tarik tersendiri,” pungkas Asri.
Pewarta/Editor: Nedi Putra AW

























































