Doa Hujan di Tengah Kemarau, Warga Malang Diajak Waspada Kebakaran - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 24 Okt 2026 19:45 WIB ·

Doa Hujan di Tengah Kemarau, Warga Malang Diajak Waspada Kebakaran


 Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang, Wakapolresta Malang Kota AKBP Alex, dan Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin saat mengikuti salat istisqa. (ist) Perbesar

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang, Wakapolresta Malang Kota AKBP Alex, dan Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin saat mengikuti salat istisqa. (ist)

BACAMALANG.COM – Di tengah kemarau panjang yang meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran, masyarakat Kota Malang diajak memperkuat ikhtiar spiritual sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan sekitar.

Ajakan tersebut mengemuka dalam pelaksanaan Sholat Istisqa yang diikuti Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo PS, Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin, serta sejumlah jamaah di Masjid Panglima Besar Jenderal Soedirman, kawasan Rampal, Jalan Tumenggung Suryo, Kelurahan Celaket, Kecamatan Klojen, Sabtu (24/10/2026) pagi.

Sholat Istisqa digelar setelah kegiatan Sholat Subuh Keliling (Suling). Kegiatan ini juga diikuti Wakapolresta Malang Kota AKBP Alex Sandy Siregar, jajaran pejabat utama kepolisian, jamaah Sholat Subuh Keliling, serta jamaah pengajian Pondok Beras.

Ibadah tersebut menjadi bentuk ikhtiar bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar hujan segera turun dan kondisi lingkungan kembali membaik setelah dilanda kemarau berkepanjangan.

Danang mengatakan, doa bersama perlu diiringi kepedulian terhadap lingkungan dan langkah konkret untuk melindungi masyarakat dari ancaman kebakaran.

“Melalui Sholat Istisqa ini, kami bersama masyarakat memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan. Di tengah musim kemarau panjang, kita perlu memperkuat doa sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan keselamatan bersama,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi lahan dan vegetasi yang mengering membuat api lebih mudah menyebar. Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika beraktivitas di sekitar permukiman, lahan terbuka, maupun kawasan yang dipenuhi tumbuhan kering.

Warga diimbau tidak membakar sampah, ranting, atau semak belukar, terlebih saat cuaca kering dan angin berembus. Api yang awalnya kecil berpotensi merambat dengan cepat apabila tidak segera dikendalikan.

“Jangan membakar sampah atau membersihkan lahan dengan cara dibakar selama kondisi kering. Api kecil sekalipun dapat merambat ketika tertiup angin dan membahayakan rumah maupun lingkungan sekitar. Pencegahan harus dilakukan sejak awal,” tegasnya.

Selain mengantisipasi kebakaran lahan, masyarakat diminta memastikan kondisi rumah aman sebelum bepergian. Kompor dan instalasi gas perlu diperiksa, sementara peralatan listrik beserta sambungannya harus dipastikan dalam kondisi baik guna mencegah korsleting.

Kewaspadaan juga perlu diterapkan dalam aktivitas sehari-hari, termasuk memastikan tidak ada api yang masih menyala setelah digunakan serta membuang puntung rokok di tempat yang aman.

Masyarakat turut diharapkan menggunakan air secara bijak, menjaga kebersihan lingkungan, dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi memicu kebakaran.

Pelaporan sejak dini dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat sebelum api meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.

Melalui kegiatan tersebut, kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan semakin memperkuat sinergi dalam menghadapi dampak musim kemarau. Kebersamaan dalam ibadah juga menjadi momentum untuk membangun kesadaran bahwa keselamatan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

Danang berharap, doa yang dipanjatkan dapat menjadi ikhtiar bersama untuk memohon turunnya hujan. Pada saat yang sama, masyarakat diingatkan agar tetap disiplin dalam melakukan pencegahan kebakaran.

“Harapan kita, hujan segera turun dan kondisi lingkungan kembali membaik. Sambil berdoa, mari kita menjaga lingkungan, menghindari aktivitas yang memicu kebakaran, dan saling mengingatkan demi keselamatan masyarakat Kota Malang,” pungkasnya.

Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Imam Muchlis

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Pemeriksaan Setempat Sengketa Tanah Kepuharjo Digelar, Kuasa Hukum Penggugat Soroti Batas Tanah Tergugat Tak Jelas

24 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Api Padam, Asap Masih Mengepul di TPA Supit Urang, Kapolresta Malang Kota Pastikan Mitigasi Berlanjut

24 Oktober 2026 - 19:39 WIB

Kemarau Belum Usai, Ratusan KK di Ketindan Masih Menanti Pasokan Air Bersih

24 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Cegah Kriminalitas, Polres Malang Gencarkan Patroli di Bank hingga Permukiman

24 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Hari Dokter Nasional 2026, Pengamat Soroti Ketimpangan Dokter dan Tantangan Layanan Kesehatan di Malang Raya

24 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Lawang Netizen Salurkan Bantuan Air Bersih, Warga Terdampak Karhutla Arjuno Terbantu

24 Oktober 2026 - 05:00 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !