Hendak Mandi Usai Cuci Karpet, Siswa SMK di Dampit Hilang Ditelan Arus Sungai - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 27 Okt 2026 11:43 WIB ·

Hendak Mandi Usai Cuci Karpet, Siswa SMK di Dampit Hilang Ditelan Arus Sungai


 Ilustrasi jenazah siswa meninggal tenggelam di sungai. (AI Gemini) Perbesar

Ilustrasi jenazah siswa meninggal tenggelam di sungai. (AI Gemini)

BACAMALANG.COM – Duka menyelimuti keluarga besar SMK Ash Sholihuddin Dampit, Kabupaten Malang, setelah salah satu siswanya, Muhammad Rasya Rafiansyah, meninggal dunia akibat tenggelam di Sungai Genteng, Desa Sumbersuko, Kecamatan Dampit.

Korban yang masih duduk di kelas X tersebut dilaporkan tenggelam saat mandi di sungai bersama empat temannya setelah mereka selesai mencuci karpet.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kelima siswa itu sempat mendapat larangan dari seorang ustaz sebelum berangkat ke sungai. Larangan tersebut disampaikan karena kondisi sungai dinilai berbahaya, terlebih saat memasuki musim hujan yang berpotensi meningkatkan derasnya arus.

Namun, peringatan itu tidak diindahkan. Kelima siswa tetap berangkat untuk mencuci karpet di sungai.

Usai menyelesaikan kegiatan tersebut, mereka melanjutkan aktivitas dengan mandi di aliran Sungai Genteng. Saat hendak melompat ke sungai, Rasya sempat diperingatkan oleh salah seorang temannya agar berhati-hati karena arus di lokasi itu cukup deras.

Meski telah diperingatkan, korban tetap melompat ke sungai. Tak lama kemudian, tubuhnya menghilang dan tidak kembali muncul ke permukaan air.

Melihat kejadian tersebut, teman-teman korban panik. Mereka segera meminta pertolongan warga sekitar untuk melakukan pencarian.

“Korban melompat padahal sudah diperingatkan temannya karena arusnya deras. Setelah tidak muncul, teman-temannya panik dan minta tolong warga,” ujar seorang warga di lokasi kejadian.

Warga kemudian melakukan pencarian di sekitar lokasi korban diduga tenggelam. Setelah berlangsung sekitar dua jam, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya para orang tua dan anak-anak, agar lebih waspada saat beraktivitas di sungai, terutama ketika memasuki musim hujan. Kondisi arus yang deras dapat membahayakan keselamatan, meskipun permukaan air terlihat tenang.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Komisi IV DPRD Kabupaten Malang Usul Pembangunan Rumah Sakit di Malang Selatan ke Bappenas

27 Oktober 2026 - 12:54 WIB

Temu Anak Kota Malang Dorong Generasi Muda Berani Bersuara dan Cegah Perundungan

27 Oktober 2026 - 09:14 WIB

Operasi Patuh Semeru 2026 Dimulai, Kapolres Batu Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi Anggota yang Salahgunakan Wewenang

27 Oktober 2026 - 07:29 WIB

HMI FISIP Unair Soroti Rentetan Bencana, Desak Karhutla Jadi Bencana Nasional

27 Oktober 2026 - 07:04 WIB

Operasi Patuh Semeru 2026 Dimulai, Polisi Tegaskan Penindakan Tetap Humanis

26 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Satreskrim Polres Batu Periksa Terlapor Dugaan Penipuan Jual Beli Lapak PKL Alun-Alun

26 Oktober 2026 - 19:25 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !