BACAMALANG.COM – Menjelang aksi demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2026), sebanyak 40 organisasi kemasyarakatan (ormas) yang tergabung dalam Nusantara Bersatu mendeklarasikan gerakan Njogo Malang, Aman, Damai dan Kondusif.
Deklarasi tersebut digelar di belakang Balai Kota Malang, Selasa (27/10/2026) sore. Inisiatif ini menjadi bentuk kepedulian elemen masyarakat sipil untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Bhumi Arema, sekaligus mengantisipasi potensi provokasi maupun kericuhan menjelang aksi penyampaian aspirasi.
Ketua gabungan ormas Nusantara Bersatu, Lucky, menegaskan bahwa deklarasi Njogo Malang bukan bertujuan menghalangi masyarakat menyampaikan pendapat di muka umum. Menurutnya, demonstrasi merupakan hak konstitusional warga negara yang dilindungi oleh hukum.
“Tujuan kami melaksanakan acara Njogo Malang, aman, damai dan kondusif yaitu mengantisipasi masalah keamanan, khususnya seperti yang kita lihat di Jakarta, agar hal tersebut tidak terjadi di Malang. Jadi, kita tidak melarang adanya demonstrasi karena itu hak di depan hukum,” ujarnya.
Ia berharap masyarakat yang akan mengikuti aksi pada Rabu mendatang dapat menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai, tanpa terpengaruh pihak-pihak yang berpotensi memicu kerusuhan.
“Kami meminta demo-demo ini dilaksanakan dengan damai dan tidak ada provokasi, sehingga Malang ini tetap terjaga dan aman. Deklarasi ini dihadiri sekitar 40 ormas yang tergabung di Nusantara Bersatu untuk sama-sama menjaga Kota Malang,” jelas Lucky.
Dalam kegiatan tersebut, perwakilan Aremania, Ade Herawanto, turut hadir dan menyerahkan naskah deklarasi kepada Lucky selaku ketua deklarasi Njogo Malang.
Tegaskan Gerakan Independen
Menanggapi kemungkinan tumpang tindih kewenangan dengan aparat penegak hukum (APH), Lucky menjelaskan bahwa gerakan Njogo Malang lahir dari inisiatif dan kesadaran masyarakat sipil. Ia menegaskan, kegiatan tersebut tidak dimaksudkan untuk mengambil alih tugas aparat keamanan.
Meski bergerak secara independen, Nusantara Bersatu tetap menjalin koordinasi dengan kepolisian yang memiliki kewenangan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Kami ini murni dari ormas Malang tanpa campur tangan pihak kepolisian. Kami di sini sebagai warga Kota Malang hanya ingin menjaga Bhumi Arema biar tetap aman dan kondusif. Untuk koordinasi dengan kepolisian tetap kami laksanakan, karena itu memang tugas kepolisian. Kami mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi,” tegasnya.
Antisipasi Aksi Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu
Deklarasi tersebut berlangsung menjelang rencana aksi massa yang diserukan Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu dengan tajuk “Bakar Kekuasaan Prabowo-Gibran, Padamkan Api Karhutla”. Berdasarkan informasi rencana aksi yang beredar, demonstrasi dijadwalkan berlangsung di kawasan Alun-Alun Tugu Kota Malang, Rabu (28/10/2026), mulai pukul 13.00 WIB.
Aksi yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda itu membawa tuntutan bertajuk “6+1”, yang dimaknai sebagai enam tuntutan dan satu seruan.
Adapun isu yang diangkat meliputi penetapan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional, penurunan harga bahan pokok dan pajak, penyediaan lapangan kerja yang layak, penolakan penjarahan anggaran, pembubaran Koperasi Desa Merah Putih, pemulangan militer ke barak, serta seruan pembangunan komite perlawanan rakyat.
Menjelang agenda tersebut, Nusantara Bersatu berharap seluruh pihak dapat menahan diri, mengedepankan dialog, serta menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat secara damai.
Mereka juga berharap situasi Kota Malang tetap aman dan kondusif sehingga aktivitas ekonomi maupun kegiatan sosial masyarakat dapat berlangsung tanpa gangguan.
Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































