BACAMALANG.COM – Kabar baik datang bagi puluhan ribu guru SMA, SMK, dan SLB negeri di Jawa Timur. Komisi E DPRD Jawa Timur bersama Badan Anggaran (Banggar) dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menyepakati pengalokasian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik.
Kesepakatan tersebut disampaikan Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.A.P., seusai mengikuti rapat pembahasan konstruksi APBD bersama Banggar dan TAPD.
Sri Untari menjelaskan, sebelumnya Komisi E telah memperjuangkan penganggaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan gaji ke-13 bagi sekitar 36.680 guru melalui Perubahan APBD (P-APBD). Namun, rencana tersebut tidak dapat direalisasikan melalui skema anggaran yang diajukan setelah mendapat evaluasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
“Perjuangan kami di Komisi E untuk membantu rekan-rekan guru SMA, SMK, dan SLB se-Jawa Timur yang berjumlah 36.680 orang sempat berhasil dianggarkan di P-APBD. Namun, dalam evaluasi Mendagri, anggaran tersebut tidak diperbolehkan untuk membayar TPG dan gaji ke-13 mereka,” jelas Sri Untari.
Menghadapi kendala regulasi tersebut, Komisi E tidak menghentikan upaya memperjuangkan kesejahteraan guru. Sebagai alternatif, legislatif mendorong skema pemberian TPP bagi guru negeri dengan mengacu pada kebijakan serupa yang diterapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Dalam pembahasan lanjutan bersama Banggar dan TAPD, pengalokasian TPP untuk guru SMA, SMK, dan SLB negeri di Jawa Timur disepakati untuk dimasukkan dalam postur APBD.
Menurut Sri Untari, skema ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi atas kendala penganggaran sebelumnya, tetapi juga dapat dilanjutkan secara berkelanjutan untuk mendukung peningkatan kesejahteraan para pendidik.
“Komisi E memperjuangkan agar, seperti di Jawa Barat, guru diberikan TPP. Alhamdulillah, TPP bagi guru SMA, SMK, dan SLB negeri ini sudah dianggarkan dan akan terus dianggarkan secara berkelanjutan, sehingga seluruh guru mendapatkan tambahan kesejahteraan,” ungkapnya.
Sri Untari turut menyampaikan apresiasi kepada Banggar, TAPD, serta Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang telah menindaklanjuti aspirasi para guru melalui pembahasan anggaran tersebut.
Ia berharap kesepakatan ini menjadi penyemangat bagi para tenaga pendidik untuk terus menjalankan tugas mencerdaskan generasi bangsa, di tengah berbagai tantangan yang dihadapi dunia pendidikan.
“Tersenyumlah rekan-rekan guru se-Jawa Timur. Banggar dan TAPD telah menyetujuinya. Secercah harapan hadir di tengah kesulitan. Mari bersyukur atas ikhtiar yang membuahkan hasil ini,” pungkasnya.
Pewarta/Editor: Imam Muchlis


























































