Tamasya ke Sipelot, Pantai Semi Circular Persinggahan Kompeni - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

KULWIS · 27 Des 2020 20:55 WIB ·

Tamasya ke Sipelot, Pantai Semi Circular Persinggahan Kompeni


 Tamasya ke Sipelot, Pantai Semi Circular Persinggahan Kompeni Perbesar

BACAMALANG.COM – Wisata Pantai Sipelot di Desa Pujiharjo Kecamatan Tirtoyudo Kabupaten Malang memiliki cerita sejarah menarik untuk diketahui.

Berdasar riwayat sejarah tempat ini dulunya seringkali menjadi jujugan dan istirahat tentara Belanda dan para priyayi. Hal ini tak lepas dari asal nama Sipelot berasal dari bahasa Belanda yang artinya persinggahan.

Posisi dan letak pantai yang secara geografis strategis, menjadi pilihan bagi penjajah Belanda bersantai disini.

Hamparan pasirnya berbentuk melingkar sepanjang 2 kilometer sehingga sipelot tergolong sebagai
pantai semi-circular.

Di ujung timurnya bisa didapati muara kecil yang dinaungi oleh sebuah tebing tinggi dengan bongkahan bebatuan besar.

Salah satu hal menarik dari pantai ini adalah keberadaan air terjun rendah setinggi 10 meter.

Coban Sipelot adalah nama yang disematkan warga desa sama dengan nama pantai ini.

Ada karang berbentuk menyerupai dinding bambu yang diberi nama Watu Gedeg di sekitar pantai.

Pengunjung bisa menjelajahi pesisir pantai karena pantai ini memiliki garis pantai yang cukup panjang.

Wisatawan dapat menikmati sensasi rasa sunyi dari pantai yang mempunyai ombak tenang dan berair jernih ini.

Dengan merogoh kocek Rp 50.000 wisatawan bisa menyewa perahu dan mengeksplorasi mendatangi pantai Tengger dan Coban Sipelot.

Bila kurang puas, pelancong bisa menjajal menghampiri Watu Gedeg atau Watu Payung.

Pantai Sipelot terkategorikan strategis dari sisi perekonomian, karena menjadi sentra nelayan melakukan transaksi jual beli hasil tangkapan laut.

Tak hanya segar, namun hasil tangkapan laut berupa ikan, cumi, gurita dijual dengan harga terjangkau.

Tidak hanya itu, berwisata disini akan semakin mengesankan jika pengunjung menikmati hasil laut yang dimasak dengan cara dibakar di warung-warung terdekat.

Meskipun tidak bersifat paten, namun area disini terbagi menjadi 3 zona. Bagian tengah menjadi tempat bersandarnya perahu-perahu nelayan, sementara di bagian sebelah kiri dan kanan lebih sepi dan terdapat air payau. (*/had)

Artikel ini telah dibaca 76 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Jatim Park 1 Hadirkan Mega Science Center dan Budaya, Satukan 1.640 Alat Peraga dan Artefak

4 November 2026 - 20:56 WIB

Perkuat Daya Tarik Wisata Kuliner, Atria Hotel Malang Siapkan Atria Bakery untuk Desember 2026

29 Oktober 2026 - 10:55 WIB

Kopi Cuma Rp9.500! Rojo Roso Cafe Punya Pecel Rawon dan View Sunset yang Bikin Betah ‎

24 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Jelajahi Malang di Akhir Pekan, dari Festival Kreatif hingga Wisata Penuh Cerita

17 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Mikutopia Gratiskan Tiket Masuk Selama Tiga Hari

12 Oktober 2026 - 13:59 WIB

Sejenak Berhenti dari Kesibukan, HARRIS Malang Hadirkan Wellness Studio

6 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Trending di KULWIS

©Hak Cipta Dilindungi !