Polresta Malang Kota Gandeng Kampus, Boso Walikan Diusulkan Jadi Warisan Budaya Tertulis - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 8 Nov 2026 17:21 WIB ·

Polresta Malang Kota Gandeng Kampus, Boso Walikan Diusulkan Jadi Warisan Budaya Tertulis


 Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo P.S. bersama sejumlah narasumber dalam kegiatan seminar kolaboratif dan deklarasi pelestarian budaya lokal Malang. (ist) Perbesar

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo P.S. bersama sejumlah narasumber dalam kegiatan seminar kolaboratif dan deklarasi pelestarian budaya lokal Malang. (ist)

BACAMALANG.COM – Upaya menjaga identitas budaya Malang Raya terus diperkuat melalui kolaborasi antara kepolisian dan dunia akademik. Polresta Malang Kota menginisiasi gerakan pelestarian budaya lokal melalui Deklarasi Pelestarian Budaya Lokal yang digelar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB), Sabtu (7/11/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah untuk mengenalkan sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah kepada generasi muda, terutama mahasiswa yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia.

Di tengah arus modernisasi, keberadaan tradisi dan identitas lokal dinilai perlu mendapat perhatian agar tidak tergerus perubahan zaman. Malang Raya sendiri memiliki beragam potensi yang menjadi ciri khas daerah, mulai dari seni budaya, musik, olahraga, hingga karakter sosial masyarakatnya.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi Sukarno mengatakan, gerakan tersebut lahir dari kesadaran akan pentingnya menjaga dan mengembangkan kekayaan lokal secara bersama-sama.

Menurutnya, potensi Malang Raya tidak hanya terletak pada predikatnya sebagai kota pendidikan, tetapi juga pada beragam keunggulan yang telah menjadi bagian dari identitas masyarakat.

“Gerakan ini murni berakar dari kesadaran terhadap kekayaan potensi lokal Malang Raya. Kita memiliki banyak keunggulan, mulai dari pendidikan, olahraga, seni budaya hingga musik. Potensi tersebut harus terus dirawat dan dikembangkan agar tidak hilang tergerus perkembangan zaman,” ujar Danang.

Ia menambahkan, pengenalan budaya lokal di lingkungan kampus menjadi penting karena mahasiswa memiliki latar belakang budaya yang beragam. Pemahaman terhadap tradisi setempat diharapkan dapat mendorong proses adaptasi dan akulturasi yang positif selama mereka menempuh pendidikan di Malang.

Danang berharap, kegiatan semacam ini tidak berhenti pada deklarasi dan seminar semata. Sebaliknya, pengenalan budaya lokal diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan berbagai perguruan tinggi di Malang Raya.

“Harapan kami, pengenalan dan akulturasi budaya lokal ini bisa dilakukan di seluruh kampus. Kita memang berasal dari latar belakang yang beragam, tetapi keberagaman tersebut justru menjadi kekuatan untuk memperkokoh persatuan Indonesia,” jelasnya.

Boso Walikan Diarahkan Masuk Dokumentasi Tertulis

Salah satu warisan khas Malang yang menjadi perhatian dalam gerakan tersebut adalah Boso Walikan. Bahasa yang dikenal dengan keunikan pembalikan susunan kata ini telah menjadi bagian dari pergaulan dan identitas sosial masyarakat Malang.

Untuk menjaga keberlangsungannya, Polresta Malang Kota berencana mendorong pendokumentasian budaya lokal melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, akademisi, tokoh budaya, serta berbagai pemangku kepentingan.

Boso Walikan menjadi salah satu materi yang diharapkan dapat dihimpun dan dibukukan. Dokumentasi tersebut nantinya diharapkan menjadi bahan pembelajaran sekaligus referensi bagi generasi muda agar lebih mengenal bahasa khas Malang.

“Boso Walikan merupakan salah satu identitas khas Malang yang perlu diwariskan. Ke depan, melalui koordinasi dan kerja sama berbagai pihak, kami berharap bisa mendokumentasikannya dalam sebuah buku agar dapat dipelajari dan dikenal oleh generasi mendatang,” tegas Danang.

Rencana tersebut menjadi salah satu bentuk upaya menjaga warisan budaya agar tidak hanya bertahan melalui tradisi lisan, tetapi juga memiliki dokumentasi tertulis yang dapat dipelajari lintas generasi.

Lebih lanjut, Danang menegaskan bahwa pelestarian budaya bukan semata-mata tanggung jawab kepolisian atau pemerintah. Keterlibatan perguruan tinggi, komunitas budaya, tokoh masyarakat, serta generasi muda juga dibutuhkan agar upaya tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan.

Melalui deklarasi ini, Polresta Malang Kota berharap tumbuh kesadaran bersama untuk menghargai budaya lokal sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap identitas Malang Raya.

Selain menjaga keberlangsungan tradisi daerah, penguatan nilai kebersamaan, toleransi, dan penghormatan terhadap keberagaman juga diharapkan mampu mendukung terciptanya kehidupan masyarakat yang aman, tertib, nyaman, dan kondusif.

Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Siaga Hadapi Bencana Musim Hujan, BPBD Kabupaten Malang Kerahkan 104 Personel dan Siapkan Pos Lapangan

8 November 2026 - 16:26 WIB

Dugaan Perselingkuhan di Hotel Kota Batu, Istri Anggota Polisi Tempuh Jalur Hukum

8 November 2026 - 15:39 WIB

Permudah Urus SIM, Satlantas Polres Malang Sambangi Pesantren Al Ihsan

8 November 2026 - 14:27 WIB

SMAK Bhakti Luhur Genjot Budaya Literasi, Siswa Didorong Kembali Gemar Membaca dan Menulis

8 November 2026 - 11:07 WIB

Tanam 100 Pohon di Bantaran Brantas, Kapolresta Malang Kota Perkuat Mitigasi Bencana

8 November 2026 - 10:05 WIB

Polisi Bekuk Satu Terduga Curanmor, Tiga Rekannya Masuk DPO

8 November 2026 - 05:34 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !