Sex-Suwal, Kecantikan Sumber Malapetaka ? - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 15 Jul 2022 16:16 WIB ·

Sex-Suwal, Kecantikan Sumber Malapetaka ?


 Sex-Suwal, Kecantikan Sumber Malapetaka ? Perbesar

Oleh: Dr. Riyanto

Terjadi Bharatayuda dalam rumah Irjen Ferdy Sambo. Dua prajurit Polri baku-tembak, dirangsang suara seorang istri. Brigadir J, yang gagah itu, terkapar di lantai.

Pondok Pesantren geger. Si ganteng anak kyai, mencabuli santriwati. Usut punya usut, ternyata malapetaka itu, datangnya dari alam Surgawi.

“Wahai Adam, tinggallah engkau dan istrimu, di Surga ini. Dan makanlah makanan yang banyak lagi baik di mana saja yang kau sukai, dan janganlah kau dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang orang yang dzalim.

Arjuna keterlaluan. Di berbagai kesempatan, istri seniornya digoda. Prabu Duryudana hanya mengelus dada.

Terlintas, “kalau ada kesempatan, Arjuna harus dibinasakan …..

Prabu Salyapati mendengarkan permintaan anaknya.
“Ayahanda, ada syaratnya !
“Anakku Banowati, apa syaratnya ?

Balairung menjadi panas. Pernikahan hanya akan terjadi bila ada campur tangan satria tampan.

Dewi Banowati mau dengan Duryudana, asal seluruh prosesi pernikahan ditangani Arjuna. Termasuk upacara mandi siraman. Ide gila “njarak” masalah, sangat berbahaya.

Cinta buta …..
Dengan menunduk, Duryudana mengangguk pada calon mertuanya. Wajahnya “mbranang mempersilahkan.
Harapannya hanya satu, upacara segera selesai. Banowati menjadi permaisuri.

Pada urutan hari, dalam siraman, di kamar mandi, tersenyum nakal, Banowati menarik “sabuk”. Celana Arjuna terlepas. Mungkin terlalu komprang.

Suasana menjadi gelap, tidak bisa diceritakan.
Terdengar suara pelan, “satu saat bunuh suamiku” …..

Pecahlah perang dunia ke empat, Bharatayuda.
Banowati tidak seperti biasanya.
Prabu Duryudana membangun strategi perang, Banowati “nglimput” pergi sendiri.

Peperangan semakin mengerikan. Duryudana mengatakan, “bunuh setiap musuh yang datang.
Seraaaangng ….. !!!

Di kejauhan, tampak kusir Dewi Banowati menarik tali kekang.
Creeessss ….., terjungkal, gugur di Kurusetra.
Bersimbah darah, lima anak panah menerjang tubuhnya.

Peperangan sampai puncaknya. Di tepi danau, kendaraan perang Prabu Duryudana, Gajah Sidapeksa mengayun-ayunkan belalai.
Hati Raden Bratasena berbisik, “Sembunyi diantara bunga-bunga teratai”.

Detik berganti menit, remang-remang menjelang pagi.
Air danau bergerak semakin cepat. “Ngregemeng keluar dari air kotor.
Mengendap -endap membawa pedang “ligan”.
Craaaakkkk ……

Balok-balok kayu berhamburan. Berkelebat Celurut berlarian.
Prabu Duryudana terus mengayunkan pedangnya.

Siasatnya berhasil.
Angkat gada Rujakpolo. Diayunkan, buak …..
Terhuyung jatuh.
Kaki kanan “godras” darah, jalan ngesot- ngesot.

“Sudah sampai ajalmu !, Raden Bratasena berteriak.
Diayunkan yang kedua kali. Rujakpolo menghantam kepala. Darah muncrat, otak berhamburan. Prabu Duryudana menemui ajalnya.

Dewi Banowati masih shock, jatuh dari Kereta Kencana. Menangis, bangun dari depan jasad suaminya. Bibir tipis tampak bergerak cepat. Kalau filmnya diperlambat terdengar, “mana Arjuna ???

*Dr Riyanto adalah Budayawan dan Akademisi Universitas Brawijaya Malang.
*Isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.

Artikel ini telah dibaca 678 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Kurban Presiden Pakai Dana APBN Viral, Akademisi IAI Sunan Kalijogo Malang Ruwiyanto: “Ibadah Jangan Dibebankan kepada Pajak Rakyat”

28 Mei 2026 - 08:37 WIB

UMM Terapkan Kurban Go Green, Ribuan Paket Daging Dibagikan dengan Besek hingga Didistribusikan ke Luar Jawa

27 Mei 2026 - 16:52 WIB

Gempa M 5,1 Guncang Tenggara Jember, Getaran Terasa hingga Malang

26 Mei 2026 - 16:47 WIB

125 Pasangan Ikuti Edukasi Teknologi Bayi Tabung di HUT ke-28 Morula IVF, Antusiasme Meningkat Tajam

25 Mei 2026 - 12:36 WIB

ITSK Soepraoen Malang Siapkan Lulusan Kompeten dan Siap Kerja Lewat Pendidikan Berbasis Profesi

23 Mei 2026 - 13:12 WIB

Dua Puluh Satu Mei Reformasi: Ketika Semangat Pemuda Kabupaten Malang Diuji oleh Zaman

22 Mei 2026 - 11:19 WIB

Trending di OPINI

©Hak Cipta Dilindungi !