INDONESIA MATA AIR-KU kita dipisahkan oleh sejarah … - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

OPINI · 15 Agu 2022 12:19 WIB ·

INDONESIA MATA AIR-KU kita dipisahkan oleh sejarah …


 INDONESIA MATA AIR-KU kita dipisahkan oleh sejarah … Perbesar

Oleh Dr Riyanto*

Ribuan tahun silam, bangsa Jawa bercerita, satu negara yang disebut Nusantara: panjang punjung, pasir wukir, gemah ripah ….
Satu negara yang banyak dibicarakan karena keluhurannya. Dikelilingi samudra, ditumbuhi gunung – gunung. Para petani bercocok tanam, hewan pergi pagi, sore pulang ke kandangnya sendiri. Yang berdagang aman di jalan. Raharja jauh dari mara bahaya.

Sekarang Indonesia kebanjiran bangsa asing. Minta menjadi warga negara.
Samar – samar terdengar, inilah tanah perjanjian.
Tanah rahmat dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Masih terngiang, Koes Plus:
Bukan lautan hanya kolam susu ….. Ikan dan udang menghampiri dirimu.
Orang bilang tanah kita tanah surga …..

Tiada habis – habisnya. Yang dilihat bisa didendangkan, “sewu kuthonya Didi Kempot, sampai Sri minggatnya Sony Joss.
Tiada lagu nasional suatu negara melebihi lagu nasional Indonesia.

Yang datang biarlah datang. Bisa jadi negaranya tidak lagi aman.
Timur Tengah, Indocina, Afrika, Eropa dan lain sebagainya.
Kalau disana ada “kafir, thogut, di Indonesia jangan ada lagi.
Apalagi berniat mengganggu tuan rumah, namanya, tidak tahu diri. Negara Kesatuan Republik Indonesia, harga mati …..

Kita rawat bersama. Leburkan dalam nilai budaya. Yang dari Arab, jadilah Arab Indonesia, Yang China, jadilah China Indonesia.
Karena dari sinilah konon sumber nenek moyang kalian. Kita terpisah karena sejarah.

“Berenanglah menentang arus, karena mata air bukan di muara”
??
Dirgahayu Republik Indonesia

*Dr Riyanto Budayawan dan Akademisi Universitas Brawijaya Malang
*Isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.

Artikel ini telah dibaca 57 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

HUT Arema ke-39: Merayakan Kebanggaan, Menolak Lupa Tragedi Kanjuruhan

11 Agustus 2026 - 01:26 WIB

Suroan Plus 17-an, Digeser Sound Horeg

10 Agustus 2026 - 09:33 WIB

Muktamar ke-35 dan Ilusi Etalase: Menatap Wajah Penggerak Anonim NU di Abad Kedua

9 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Mata Hati Semesta Tidak Bisa Dibutakan: Membangun Kembali Peradaban Integritas di Tengah Krisis Kepercayaan

3 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Refleksi Peringatan Hari Ikrar Gerakan Pramuka

30 Juli 2026 - 12:23 WIB

Bangsa dalam Lorong Krisis Sistemik: Sebuah Ulasan Kritis tentang Hukum, Ekonomi, Keadilan, dan Kerusakan Peradaban

28 Juli 2026 - 08:33 WIB

Trending di OPINI

©Hak Cipta Dilindungi !