BACAMALANG.COM — Duka akibat gempa bumi yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026 mengundang kepedulian berbagai pihak di Malang Raya.
Sejumlah lembaga pendidikan, organisasi sosial, hingga komunitas bergerak membuka donasi, mendirikan posko bantuan, mengirim relawan, serta menyiapkan dukungan medis dan logistik bagi masyarakat terdampak.
Salah satu gerakan datang dari Universitas Brawijaya (UB) bersama Yayasan UB dan RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Pada Selasa (18/8/2026), mereka memberangkatkan tim asesmen menuju Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai, Flores.
Tim tersebut terdiri atas dr. Jeffrey Johannes, SpEM, dr. Sri Wahyuni, serta Beatrix Vionita Jekau, mahasiswi asal Ruteng.
Mereka bertugas memetakan kebutuhan layanan kesehatan dan logistik di wilayah terdampak. Hasil asesmen akan menjadi dasar persiapan pengiriman tim lanjutan yang nantinya diperbantukan di RSUD Ruteng dan wilayah Manggarai Barat.
UB juga menyiapkan sejumlah kebutuhan pendukung, mulai dari tenda, matras, dan logistik hingga ambulans, kendaraan 4×4, motor trail, serta tim kesehatan.
Saat melepas keberangkatan tim, Prof. Luchman Hakim, S.Si., M.Agr.Sc., Ph.D., berpesan agar seluruh anggota tim menjaga kondisi kesehatan selama menjalankan tugas.
“Jaga kondisi tetap sehat, kami tunggu hasil asesmen untuk langkah selanjutnya,” pesannya.
Posko Bantuan untuk Wilayah Terisolir
Gerakan kemanusiaan juga dilakukan Universitas Widya Karya (UWK) Malang. Kampus tersebut membuka Posko Tanggap Bencana Darurat bersama Yayasan PTK Adisucipto, Flobamora Malang Raya, Yayasan Charis Indonesia, dan Komisi Kerawam Keuskupan Malang.
Posko tersebut difokuskan untuk membantu warga di wilayah NTT yang terdampak gempa, khususnya daerah terisolir yang belum tersentuh bantuan.
Rektor UWK, Fr. Klemens Mere, mengatakan bantuan harus diprioritaskan untuk masyarakat yang paling membutuhkan. Bantuan yang dihimpun meliputi uang tunai, pakaian layak pakai, makanan, selimut, obat-obatan, hingga kebutuhan anak-anak.
Selain bantuan darurat, UWK juga menyiapkan konsep hunian tahan gempa sebagai bagian dari upaya pemulihan jangka panjang.
Masyarakat yang ingin berdonasi melalui UWK dapat menyalurkan bantuan uang melalui rekening BCA 011-3099906 atas nama Yayasan PTK Adisucipto dengan kode PNTT26. Sementara bantuan berupa barang dapat diserahkan langsung ke Posko UWK Malang.
Donasi Terus Mengalir
Kepedulian terhadap korban gempa Flores juga datang dari berbagai lembaga lainnya.
Yayasan Nurul Hayat membuka donasi melalui rekening BCA 675 0584 061 dan BSI 712 858 3534.
Universitas Merdeka Malang melalui program UNMER Peduli turut menggalang dana hingga 15 September 2026.
Sementara itu, JPIC SVD Jawa membuka donasi melalui rekening BCA 2585 080975.
Aksi kemanusiaan juga digelar Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang melalui gerakan PRAY FOR NTT. Penggalangan bantuan berlangsung pada 17–21 Agustus 2026 melalui rekening BRI 7309 01005139532.
Beragam gerakan tersebut menunjukkan bahwa kepedulian terhadap korban bencana tidak mengenal batas wilayah. Dari Malang Raya, dukungan terus mengalir untuk membantu masyarakat Flores melewati masa sulit pascagempa.
Masyarakat yang ingin memberikan bantuan diimbau menggunakan kanal donasi resmi dari lembaga penyelenggara. Langkah tersebut penting untuk memastikan bantuan tersalurkan secara aman, tepat sasaran, dan benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga





















































