Malang Raya Bergerak, Solidaritas untuk Korban Gempa Flores Mengalir - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 19 Agu 2026 13:27 WIB ·

Malang Raya Bergerak, Solidaritas untuk Korban Gempa Flores Mengalir


 Gempa bumi mengguncang Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengakibatkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan. (ist) Perbesar

Gempa bumi mengguncang Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengakibatkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan. (ist)

BACAMALANG.COM — Duka akibat gempa bumi yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026 mengundang kepedulian berbagai pihak di Malang Raya.

Sejumlah lembaga pendidikan, organisasi sosial, hingga komunitas bergerak membuka donasi, mendirikan posko bantuan, mengirim relawan, serta menyiapkan dukungan medis dan logistik bagi masyarakat terdampak.

Salah satu gerakan datang dari Universitas Brawijaya (UB) bersama Yayasan UB dan RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Pada Selasa (18/8/2026), mereka memberangkatkan tim asesmen menuju Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai, Flores.

Tim tersebut terdiri atas dr. Jeffrey Johannes, SpEM, dr. Sri Wahyuni, serta Beatrix Vionita Jekau, mahasiswi asal Ruteng.

Mereka bertugas memetakan kebutuhan layanan kesehatan dan logistik di wilayah terdampak. Hasil asesmen akan menjadi dasar persiapan pengiriman tim lanjutan yang nantinya diperbantukan di RSUD Ruteng dan wilayah Manggarai Barat.

UB juga menyiapkan sejumlah kebutuhan pendukung, mulai dari tenda, matras, dan logistik hingga ambulans, kendaraan 4×4, motor trail, serta tim kesehatan.

Saat melepas keberangkatan tim, Prof. Luchman Hakim, S.Si., M.Agr.Sc., Ph.D., berpesan agar seluruh anggota tim menjaga kondisi kesehatan selama menjalankan tugas.

“Jaga kondisi tetap sehat, kami tunggu hasil asesmen untuk langkah selanjutnya,” pesannya.

Posko Bantuan untuk Wilayah Terisolir

Gerakan kemanusiaan juga dilakukan Universitas Widya Karya (UWK) Malang. Kampus tersebut membuka Posko Tanggap Bencana Darurat bersama Yayasan PTK Adisucipto, Flobamora Malang Raya, Yayasan Charis Indonesia, dan Komisi Kerawam Keuskupan Malang.

Posko tersebut difokuskan untuk membantu warga di wilayah NTT yang terdampak gempa, khususnya daerah terisolir yang belum tersentuh bantuan.

Rektor UWK, Fr. Klemens Mere, mengatakan bantuan harus diprioritaskan untuk masyarakat yang paling membutuhkan. Bantuan yang dihimpun meliputi uang tunai, pakaian layak pakai, makanan, selimut, obat-obatan, hingga kebutuhan anak-anak.

Selain bantuan darurat, UWK juga menyiapkan konsep hunian tahan gempa sebagai bagian dari upaya pemulihan jangka panjang.

Masyarakat yang ingin berdonasi melalui UWK dapat menyalurkan bantuan uang melalui rekening BCA 011-3099906 atas nama Yayasan PTK Adisucipto dengan kode PNTT26. Sementara bantuan berupa barang dapat diserahkan langsung ke Posko UWK Malang.

Donasi Terus Mengalir

Kepedulian terhadap korban gempa Flores juga datang dari berbagai lembaga lainnya.

Yayasan Nurul Hayat membuka donasi melalui rekening BCA 675 0584 061 dan BSI 712 858 3534.

Universitas Merdeka Malang melalui program UNMER Peduli turut menggalang dana hingga 15 September 2026.

Sementara itu, JPIC SVD Jawa membuka donasi melalui rekening BCA 2585 080975.

Aksi kemanusiaan juga digelar Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang melalui gerakan PRAY FOR NTT. Penggalangan bantuan berlangsung pada 17–21 Agustus 2026 melalui rekening BRI 7309 01005139532.

Beragam gerakan tersebut menunjukkan bahwa kepedulian terhadap korban bencana tidak mengenal batas wilayah. Dari Malang Raya, dukungan terus mengalir untuk membantu masyarakat Flores melewati masa sulit pascagempa.

Masyarakat yang ingin memberikan bantuan diimbau menggunakan kanal donasi resmi dari lembaga penyelenggara. Langkah tersebut penting untuk memastikan bantuan tersalurkan secara aman, tepat sasaran, dan benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Di Tengah Duka Gempa NTT, Sedekah Subuh Malang Siapkan Makan Gratis untuk Mahasiswa Perantau

19 Agustus 2026 - 15:40 WIB

Sertijab Polres Batu, Kabag Ops Berganti dan Kapolsek Ngantang Resmi Dilantik

19 Agustus 2026 - 12:47 WIB

Polresta Malang Kota Tetapkan MMS Tersangka, Lima Laki-Laki Jadi Korban Dugaan Pencabulan

19 Agustus 2026 - 11:53 WIB

Curanmor Terlacak GPS, Pelaku Dibekuk Enam Jam Setelah Beraksi

19 Agustus 2026 - 11:22 WIB

Bromo Kembali Dibuka Mulai 20 Agustus 2026 Usai Kebakaran Berlangsung 13 Hari

19 Agustus 2026 - 10:12 WIB

Barikan Anak Nusantara ke-5 FKAUB Malang Semai Toleransi dan Nasionalisme Sejak Dini

19 Agustus 2026 - 08:32 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !