Harga Telur Melambung, Nelly: Peternak Bisa Bermitra dengan Petani Jagung - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 29 Agu 2022 20:49 WIB ·

Harga Telur Melambung, Nelly: Peternak Bisa Bermitra dengan Petani Jagung


 Harga Telur Melambung, Nelly: Peternak Bisa Bermitra dengan Petani Jagung Perbesar

BACAMALANG.COM – Harga telur melambung di Kota Malang, per 23 Agustus 2022 harga telur ayam di tingkat eceran Rp 31 ribu per kilogram dan di Kota Malang dari Rp 21-22 ribu, menjadi Rp 26 ribu sampai Rp 30 ribu per kilogram.

Menanggapi hal ini, Ketua DPD Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Kota Malang, Laily Fitriyah Liza Min Nelly memberikan masukan dan solusi, Senin (29/8/2022).

“Harga telur naik mungkin karena dipicu naiknya harga pakan ayam. Salah satu penyebab harga telur melejit karena harga pakan ayam yang meningkat hingga 27 persen. Sementara harga jagung meningkat 30 persen. Meningkatnya harga jagung ini terlepas dari harga pupuk yang meningkat 20 persen,” tutur Laily Fitriyah Liza Min Nelly.

Ia menjelaskan hubungan antara harga telur dengan kondisi pasca pandemi. Dikatakannya penyebab lain melambungnya harga telur karena Indonesia sedang dalam kondisi new normal pasca pandemi Corona.

Sehingga ekonomi belum sepenuhnya pulih. Fenomena ini pun membawa dampak pada harga pangan, termasuk harga telur.

” Sikon ini tentunya sangat berdampak dimana ini rekor dalam 5 tahun ini telor dengan harga tertinggi baru sekarang. Semoga harga telur cepat turun dengan turunnya harga pangan ternak,” paparnya.

Ia mengungkapkan beberapa jalan keluar (solusi). Ditegaskannya solusi jangka menengah dan jangka panjang yakni agar peternak bisa menanam jagung sendiri di wilayahnya. Bisa juga bermitra dengan petani jagung dan bisa menyiapkan stok untuk menjadi bahan baku secara berkelanjutan.

“Seperti pabrik pakan itu punya gudang yang mampu menampung stok hingga tiga bulan berikutnya,” pungkasnya.(had)

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Bocah 3 Tahun Kritis Penuh Luka, Unit PPA Polresta Malang Kota Tangkap Ibu dan Pasangannya

29 Agustus 2026 - 12:47 WIB

Bakar Daduk Tebu Berujung Petaka, 3.000 Meter Persegi Lahan di Turen Terbakar

29 Agustus 2026 - 09:49 WIB

Lesbumi NU Sumberpucung Dikukuhkan, Usung Semangat Nguri-uri Budaya Nusantara

29 Agustus 2026 - 09:07 WIB

Gara-Gara Bakar Daduk Tebu, Api Lahap 3.000 Meter Persegi Lahan di Turen

28 Agustus 2026 - 23:14 WIB

Peringati Prahara Agustus 2025, Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu Gelar Aksi di Kayutangan dan Bawa 17 Tuntutan

28 Agustus 2026 - 20:31 WIB

Jogo Malang Bukan Sekadar Slogan, Kapolresta dan Yayasan GWN Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas

28 Agustus 2026 - 20:27 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !