BACAMALANG.COM – Kampung Warna Warni Jodipan dan Kampung Tridi serta Kampung Lampion Jodipan menjadi tempat nostalgia calon Wali Kota Malang Abah Anton, Senin (15/9/2024).
Abah Anton bersama Cawawali Kota Malang H. Dimyati Ayatulloh menyusuri dan menyapa warga di Kampung Warna Warni tersebut, khususnya di RW 1 dan RW 2 Jodipan.
Abah Anton menjelaskan, kunjungannya itu dalam rangka memenuhi undangan warga yang sampai saat ini masih mengingat dirinya sebagai Wali Kota Malang yang membentuk dan membesarkan Kampung Warna Warni Jodipan.
Sebelumnya kampung tersebut adalah kampung kumuh, dan berubah hingga menjadi kampung destinasi wisata unggulan Kota Malang. Saat dirinya menjadi Wali Kota Malang periode 2013-2018, di mana kampung-kampung tematik Kota Malang tumbuh subur.
“Sejarah Kampung Warna Warni ini adalah salah satu bentuk komitmen pada waktu itu saya menjadi wali kota. Tokoh masyarakat di sini mengundang kami, mengajak komitmen bersama melanjutkan pembangunan kampung tematik ini. Untuk ke depannya lebih dari sekarang yang sudah terwujud,” jelas Abah Anton, Senin (16/9/2024).
Meski sudah beberapa lama sukses menjadi destinasi wisata, namun Abah Anton masih mendengarkan keluhan dari warga bahwa beberapa waktu ini tidak ada perubahan.
Masyarakat berharap ada peran pemerintah, karena selama ini pemerintah dinilai tidak sepenuhnya memerhatikan apa yang menjadi keluhan masyarakat.
Pemerintah sulit menganggarkan bantuan dari APBD lantaran semua daerah bantaran sungai seperti itu, merupakan kewenangan dari Balai Besar Wilayah Sungai Brantas yang sebenarnya merupakan daerah yang dilarang untuk mendirikan bangunan.
“Kata warga kenapa dulu Abah Anton bisa, tapi sekarang sulit. Artinya di situlah harus ada inovasi. Pemerintah tidak hanya mengandalkan APBD tapi juga harus pandai berinovasi mencarikan (CSR). Waktu itu semua tahu CSR banyak sekali memberikan bentuk kepedulian. Itu yang diminta warga kalau memimpin Kota Malang, CSR kembali ke Kota Malang,” tegasnya.
Kampung Warna Warni sendiri memang membutuhkan banyak sentuhan perbaikan, yang paling utama adalah sudah memudarnya warna cat yang membuat kesan kurang puas dari wisatawan.
Dalam kunjungannya itu, seorang turis dari Belanda pun bahkan juga sempat menyampaikan masukannya agar kampung itu bisa diwarnai dengan lebih bagus.
Selain itu, juga muncul keluhan tidak adanya tour guide atau pemandu wisata. Ini menyebabkan wisatawan cukup kebingungan kemana dan apa saja yang ada di kampung tersebut.
Jika ia diberi amanah untuk memimpin Kota Malang lagi, ia siap melanjutkan komitmen bersama warga setempat untuk membangun Kampung Warna Warni, bahkan juga kampung kampung wisata lainnya.
“Malang ini dijuluki Kota Wisata, Kota Transit, jadi bagaimana membuat kota khusus tematik wisata. Mengajak masyarakat berkolaborasi untuk membuat daya tarik turis yang ada untuk masuk kampung. Artinya kita bikin Kota Malang ini menjadi Kota Transit. Ketika orang transit, juga bisa menikmati kampung yang kami bangun,” pungkas Abah Anton.
Pewarta : Rohim Alfarizi
Editor: Aan Imam Marzuki




















































