Jelang Pilkada, Bawaslu: Kota Malang Masuk Daftar Rawan Tinggi di Jatim - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 10 Nov 2024 20:25 WIB ·

Jelang Pilkada, Bawaslu: Kota Malang Masuk Daftar Rawan Tinggi di Jatim


 Koordinator Divisi Pencegahan dan Parmas, sekaligus Humas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Malang, M. Hasbi Ash Shiddiqiy saat memberikan keterangan terkait kerawanan Kota Malang. (Ist) Perbesar

Koordinator Divisi Pencegahan dan Parmas, sekaligus Humas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Malang, M. Hasbi Ash Shiddiqiy saat memberikan keterangan terkait kerawanan Kota Malang. (Ist)

BACAMALANG.COM – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) berkolaborasi dengan awak media dalam mengawasi Pilkada 2024 sebagai upaya dalam mewujudkan pesta demokrasi yang luber dan jurdil. Untuk itu, Bawaslu Kota Malang menggelar konsolidasi media dalam rangka menguatkan pemberitaan media di tiap tahapan jelang 27 November 2024 di Latar Ijen, pada Sabtu (9/11/2024).

Dari pantauan Bawaslu RI tentang Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) 2024, Jawa Timur menempati peringkat ketiga kerawanan tertinggi. Bahkan, menurut Subkor Humas dan Media Massa Bawaslu RI, Ahmad Ali Imron, Kabupaten Malang dan Kota Malang termasuk daerah yang masuk dalam daftar rawan tinggi.

“Kenapa kita tempatkan di Kota Malang? Karena Kota Malang pada tingkat kabupaten/kota itu masuk dalam indeks kerawanan Pilkada 2024 itu masuk rawan tinggi. Pada Kabupaten Malang dan juga Kota Malang,” ujar Ali, Sabtu (9/11/2024).

Bawaslu menginginkan adanya sinergi dengan media massa dalam turut mengawasi jalannya proses tahapan pilkada di Kota Malang maupun di Kabupaten Malang.

“Kita tahu kalau kita melihat dari indeks kerawanan Pilkada 2024 ini paling rawan di tahapan kampanye dan putungsura (pemungutan dan penghitungan suara). Itu paling rawan untuk Kota Malang dan Kabupaten Malang,” jelas Ali.

Sementara, Koordinator Divisi Pencegahan dan Parmas, sekaligus Humas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Malang, M. Hasbi Ash Shiddiqiy tidak ada laporan yang masuk ke Bawaslu Kota Malang. Yang ada hanyalah aduan yang langsung ditindak lanjuti melalui Panwascam.

“Kalau laporan nihil, kita berharap ada laporan, tapi kalau aduan masuk banyak yang akhirnya kita tindak lanjuti. Kalau aduan langsung kita sampaikan ke Panwascam agar ditindaklanjuti. Contohnya kemarin ada pengrusakan alat peraga,” ungkap Hasbi.

Untuk Kota Malang menempati peringkat ke-84 dalam kategori Rawan Tinggi. Bawaslu Kota Malang berharap tidak lagi terjadi pemungutan suara ulang (PSU) sebagaimana yang terjadi di Pemilu 2024 lalu.

“Kita masuk di kerawanan, di peringkat 84 rawan tinggi. Juga pada saat di putungsura (pemungutan dan penghitungan suara). Di pemilu 2024 kita juga ada PSU (Pemungutan Suara Ulang) di Kecamatan Lowokwaru, kami berharap itu tidak terjadi lagi,” tandas Hasbi.

Pewarta : Rohim Alfarizi

Editor: Aan Imam Marzuki

Artikel ini telah dibaca 112 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Laka Maut Kepanjen: Truk Gandeng Serempet Pemotor, Korban Tewas di Tempat

14 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Perkuat Edukasi dan Literasi Keuangan, OJK Malang Kembali Hadir di Tong Tong Night Market 2026

14 Agustus 2026 - 07:20 WIB

UB Latih UMKM dan Petani Pujon Olah Limbah Cair Apel Jadi Minuman Fermentasi dan Biopestisida

14 Agustus 2026 - 06:49 WIB

Dosen UMM Gelar Coffee & Culture Festival AMKOFEST, Angkat Potensi Produksi Kopi dan Budaya Amadanom

13 Agustus 2026 - 21:19 WIB

Hadapi Kekeringan dan Ancaman Karhutla, Kabupaten Malang Perkuat Kesiapsiagaan

13 Agustus 2026 - 20:20 WIB

Dampak Transformasi Danantara, Laba Pupuk Indonesia Tembus Rp8,51 Triliun di Semester I 2026

13 Agustus 2026 - 18:10 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !