Kasus Pembelian Lahan Masjid Dimediasi Polisi, Warga Mengaku Kecewa Hasilnya Tidak Adil - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 11 Nov 2024 16:54 WIB ·

Kasus Pembelian Lahan Masjid Dimediasi Polisi, Warga Mengaku Kecewa Hasilnya Tidak Adil


 Panitia pembangunan Masjid Sayyidina Ibrahim saat menunjukkan lahan yang dibeli namun di jual kembali ke H.Basori. (ist) Perbesar

Panitia pembangunan Masjid Sayyidina Ibrahim saat menunjukkan lahan yang dibeli namun di jual kembali ke H.Basori. (ist)

BACAMALANG.COM – Ketua Aliansi Peduli Masyarakat Kasri Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Basuki mengaku kecewa dengan mediasi yang difasilitasi pihak Polsek Bululawang terkait kasus lahan perluasan halaman Masjid Sayyidina Ibrahim.

Pasalnya, mediasi yang dilakukan tidak
semua pihak yang terlibat dipanggil, sehingga hasilnya dianggap tidak fair.

“Jadi panitia masjid itu mulai melaksanakan pembangunan itu tahun 2016, sampai akhirnya berdirilah masjid yang diberi nama Masjid Siyyidina Ibrahim sampai sekarang. Namun di tahun 2017, datang Erwin dan istrinya Yenny yang mengaku sebagai pemilik tanah,” ujar Basuki, Senin (11/11/2024).

Karena masjid perlu perluasan halaman, pihak panitia menyepakati untuk membeli lahan dengan harga yang disepakati sebesar Rp 90 juta, dengan luas 100 meter persegi lebih.

“Karena sudah sepakat, pihak panitia memberikan uang DP 10 juta sebagai tanda jadi kepada Erwin dan istrinya Yeni, namun tidak diberi kuitansi. Kemudian tanah itu diratakan dan ditanami pohon pepaya,” jelas Basuki.

Pihak panitia pengurus masjid bersedia melunasi pelunasannya, asal surat resmi dari pemilik lahan diserahkan. Namun penjual (Erwin dan Yeni) mengaku belum punya karena masih dalam pengurusan di kantor desa.

“Saya menyampaikan, mas ini pelunasannya ya nunggu surat dari sampeyan jadi, sampeyan ada suratnya? Jawabnya masih belum terselesaikan di pak Lurah Khusaeni,” terang Basuki.

Dalam proses menunggu surat jadi, mendadak tanaman pepaya tumbuh subur di lokasi dibabat oleh orang yang mengaku suruhan H. Basori.

“Diketahui tanah tersebut sudah dibeli atas nama Haji Basori dengan surat Akta Jual Beli (AJB) sah. Ada surat AJB dari Erwin dan Yenny,” beber Basuki.

Mengetahui hal tersebut, panitia pengurus masjid mengkonfirmasi dan menanyakan kepada ahli waris. Ironisnya ahli waris menegaskan tanah tersebut belum terjual.

“Tukiman belum terima duit. Tahu-tahu dibeli Haji Basori, warga Pringu, Krajan, Sumbersari, Bululawang. Akhirnya saya ke Polsek,” terang Basuki.

Setelah mendatangi Polsek, 2 tahun lalu telah dilakukan upaya mediasi difasilitasi Polsek dengan melibatkan kepala desa dan warga.

“Kapolsek bilang tidak usah dibuat ramai, nanti saya yang mediasi dengan menghadirkan kepala desa dan warga,” ucap Basuki menirukan ucapan Kapolsek Bululawang 2 tahun lalu.

Mediasi dihadiri oleh Kepala Desa dan Haji Basori, keputusannya adalah tanah sah milik Haji Basori karena ada bukti Akta Jual Beli (AJB).

“Lho AJB jelas produk negara yang sah, tapi isinya, dalamnya, riwayatnya gimana itu? Lha wong uang yang 10 juta gak dikembalikan. Tidak ada konfirmasi dari panitia takmir. Tiba-tiba timbul AJB yang sah,” urainya.

Menurut Basuki proses mediasi yang dilakukan tidak bijak. Karena tidak semua pihak yang terlibat turut diundang.

“Semestinya para ahli waris pertama, Tukiman harus datang untuk ikut mediasi, dan juga sekalian Erwin dan Yeni sebagai penjual dan sudah menerima uang Rp 10 juta beberapa tahun lalu dari panitia masjid. Saat itu Haji Basori juga datang tanpa membawa bukti AJB, hanya dijelaskan oleh Ibu Kapolsek bahwa H. Basori memiliki bukti AJB,” tandas Basuki dengan nada sesal.

Pewarta : Rohim Alfarizi

Editor: Aan Imam Marzuki

Artikel ini telah dibaca 91 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Buron Curanmor Tajinan Dibekuk di Madura, Motor Korban Diubah Warna dan Nomor Mesin Digerinda

6 November 2026 - 18:48 WIB

Polisi Gandeng Tokoh Agama, 57 Da’i Kamtibmas Perkuat Toleransi di Kota Malang

6 November 2026 - 16:12 WIB

Tiga Hari Hilang, Lansia di Kasembon Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Lereng Sungai

6 November 2026 - 15:47 WIB

Satu Komando Hadapi Bencana, Polres Malang Cek Kesiapan Personel dan Peralatan

6 November 2026 - 13:16 WIB

Bantuan Perbaikan Rumah Mulai Mengalir, Warga Tirtoyudo Masih Khawatir Longsor Susulan

6 November 2026 - 12:23 WIB

Antisipasi Gangguan Air, Tugu Tirta Siagakan Tangki Gratis Selama Peremajaan 13 SPAM

6 November 2026 - 11:06 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !