BACAMALANG.COM – Pameran Seni Kriya Tekstil dan Sandang bertajuk Jelang Julang hadir kembali. Jelang Julang #4 kali ini dihelat di auditorium lantai 7 gedung Malang Creative Center (MCC) Kota Malang, dengan mengusung tagline “Karyaku Saka Ati”, yang bermakna karya yang keluar dari hati si pembuat.
Pameran ini juga dimeriahkan talkshow komunitas, workshop kerajinan, bazaar kuliner dan kriya serta pertunjukan seni yang diawali dengan Senam Sehat dan Lomba Senam Nusantara bersama Karang Werda Kecamatan Blimbing Kota Malang dan penampilan angklung. Jelang Julang #4 ini dihadiri dan dibuka secara langsung oleh
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Eko Sri Yuliadi, Selasa (11/2/2025), yang dilanjutkan dengan penampilan Yohanna Febianti, salah satu finalis ajang pencarian bakat X Factor Indonesia tahun 2013 yang juga dikenal dengan nama Yohanna X-Factor, dengan jingle Jelang Julang, serta fashion show dari 16 karya konseptor pameran kali ini.

Penampilan Yohanna X-Factor yang membawakan jingle Jelang Julang, Selasa (11/2/2025). (Nedi Putra AW)
Inisiator pameran Fikrah Ryanda Saputra menyampaikan, event ini dihelat selama 3 hari, mulai Selasa hingga Kamis (11-13/2/2025). “Pameran ini sudah rutin digelar sejak tahun 2021, alhamdulillah bisa diselenggarakan untuk keempat kalinya,” ungkapnya, Selasa (11/2/2025).
Dikatakan Fiko, sapaannya, pameran yang dibuka gratis untuk umum ini adalah kolaborasi Hamparan Rintik, Batik Blimbing dan Griya Madukara, dan salah satu yang membedakan dengan Jelang Julang sebelumnya adalah hadirnya Soendari Batik Art. Selain busana yang ditampilkan dalam fashion show, keempat konseptor ini berkolaborasi melalui 4 lukisan yang memadukan teknik batik masing-masing dari mereka, yakni Hamparan Rintik (teknik shibori), Batik Blimbing (batik tulis) dan Griya Madukara (ecoprint) dan Soendari Batik Art (batik cap).
Lukisan berukuran 2,5 x 1,15 meter yang dilelang ini merupakan representasi wanita Nusantara dari masa kerajaan hingga masa kini, yang diberi nama mulai Maheswari Satyata (era kerajaan), Prajna Larasati (masa kolonial), Renjana Manohara (awal kemerdekaan) dan Estri Garvita (masa kini). “Lukisan ini sebagai pesan untuk terus berkarya, tanpa henti, berani dan jujur,” tegasnya.

Para pendukung Jelang Julang #4 di gedung Malang Creative Center (MCC) Kota Malang, Selasa (11/2/2025). (Nedi Putra AW)
Fiko menambahkan, bahwa hal ini sesuai tema yang diusung yakni Karyaku Saka Ati, dimana Jelang Julang kali ini juga mengangkat isu kesehatan, khususnya untuk perempuan dan anak. Ia berharap pameran ini selain edukasi, juga menjadi penyemangat pekerja seni dan sumber inspirasi bersama untuk tetap berkarya. “Sekaligus menjadi pengingat bahwa untuk tetap berkarya mengangkat budaya, dibutuhkan hati yang kuat dan sehat,” tandasnya.
Pewarta: Nedi Putra AW
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































