BACAMALANG.COM – Kasus penyiksaan kucing kembali mencoreng wajah Kota Malang. Belasan kucing ditemukan mati secara misterius di Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, dalam beberapa bulan terakhir. Dugaan sementara mengarah pada aksi peracunan, ditandai gejala seperti kejang mendadak, lidah membiru, hingga keluarnya cairan dari tubuh kucing.
Ironisnya, peristiwa memilukan ini tak lantas menyurutkan minat masyarakat untuk memelihara kucing. Data Consumer Report Indonesia 2023 menunjukkan, sebanyak 68,76 persen masyarakat Indonesia kini memilih kucing sebagai hewan peliharaan utama, mengungguli burung, ikan mas, hingga anjing.
“Gejalanya mirip keracunan. Banyak kucing mati mendadak, termasuk kucing ras,” ungkap seorang warga Bunulrejo yang enggan disebut namanya. Masyarakat pun mulai meningkatkan kewaspadaan, dengan membatasi ruang gerak kucing dan mempertimbangkan pelaporan ke aparat untuk mengungkap pelaku kekejaman ini.
Sementara itu, geliat pecinta kucing justru semakin kuat. Ajeng, seorang warga Kepanjen, Kabupaten Malang, telah memelihara 13 kucing dari jenis Persia medium dan lokal. Sejak kecil ia jatuh cinta pada kucing, dan kini aktif dalam komunitas pecinta hewan, bahkan membuka adopsi gratis.
“Merawat kucing bukan cuma soal memberi makan, tapi juga kasih sayang. Saya pernah kesulitan soal biaya, tapi selalu cari cara,” tutur Ajeng. Ia pernah menyelamatkan seekor kucing yang sakit parah hingga sembuh, sebuah momen yang membuatnya semakin bertekad merawat hewan secara bertanggung jawab.
Ajeng dan komunitasnya berharap kesadaran publik meningkat, agar tak ada lagi kucing yang terlantar atau menjadi korban kekerasan.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga






















































