Inovasi Literasi SDN Temas 02: Geldebujang dan Pelangi Ilmu Tingkatkan Kemampuan Membaca Siswa - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

RAGAM · 10 Mar 2026 12:19 WIB ·

Inovasi Literasi SDN Temas 02: Geldebujang dan Pelangi Ilmu Tingkatkan Kemampuan Membaca Siswa


 Siswa dan siswi di SDN 02 Temas, saat tengah meningkatkan literasi dengan membaca yang terintegrasi dalam pembelajaran. (Yan) Perbesar

Siswa dan siswi di SDN 02 Temas, saat tengah meningkatkan literasi dengan membaca yang terintegrasi dalam pembelajaran. (Yan)

BACAMALANG.COM – Upaya meningkatkan kemampuan literasi siswa terus dilakukan oleh SDN Temas 02 melalui berbagai inovasi pembelajaran. Salah satunya melalui program Gerakan Literasi dengan Buku Berjenjang (Geldebujang) dan Pelangi Ilmu, yang menggabungkan pengalaman belajar nyata dengan pemanfaatan teknologi digital.

Kepala SDN Temas 02, Iswatul Khoriyah, S.Pd, mengungkapkan bahwa gagasan inovasi tersebut bermula ketika dirinya pertama kali bertugas di sekolah tersebut. Saat itu, ia melakukan penelusuran lingkungan sekolah dengan berdialog bersama guru serta melakukan pengamatan langsung untuk memahami kondisi yang ada.

Dari hasil pengamatan dan evaluasi, ditemukan salah satu persoalan utama, yakni kemampuan literasi siswa yang masih tergolong rendah. Hal ini terlihat dari hasil mutu pendidikan tahun 2024, terutama pada indikator kompetensi membaca teks informasi dan membaca teks sastra.

Berangkat dari kondisi tersebut, pihak sekolah kemudian menggagas inovasi Geldebujang dan Pelangi Ilmu sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa.

Menurut Iswatul, kedua inovasi tersebut memanfaatkan sumber daya yang dimiliki sekolah. Untuk mendukung pelaksanaannya, sekolah juga membentuk tim khusus.

“Geldebujang berfokus pada pemanfaatan buku berjenjang yang diperoleh dari USAID Prioritas, sedangkan Pelangi Ilmu memanfaatkan laptop Chromebook. Tujuannya untuk menambah wawasan guru dalam menyajikan kegiatan membaca yang menyenangkan. Karena itu sekolah juga mengadakan pelatihan strategi membaca yang menyenangkan dengan menggandeng Guru Binar,” ujarnya kepada awak media, Selasa (10/3/2026).

Upaya tersebut mendapat sambutan positif. Guru Binar bahkan bersedia mengirimkan fasilitator untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada para guru.

Ia menjelaskan, inovasi Geldebujang dan Pelangi Ilmu tidak sekadar kegiatan rutin, melainkan dirancang sebagai jembatan yang menghubungkan kemampuan dasar membaca siswa dengan kecintaan terhadap literasi, sekaligus memanfaatkan teknologi untuk memperluas akses belajar.

“Pelangi Ilmu ibarat kendaraan, sedangkan buku berjenjang menjadi peta yang menuntun siswa menjadi pembaca yang fasih dan kritis,” jelasnya.

Tujuan utama dari kedua inovasi tersebut adalah meningkatkan kemampuan literasi siswa dalam membaca, memahami, serta menemukan informasi. Program ini juga bersifat fleksibel karena dapat diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran di kelas, perpustakaan, maupun program pembiasaan membaca.

“Manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh siswa, tetapi juga guru dan orang tua,” tambahnya.

Dari sisi hasil, program ini mulai menunjukkan dampak positif. Berdasarkan Rapor Pendidikan tahun 2025, kemampuan literasi siswa meningkat sekitar 10 persen. Pada indikator membaca teks informasi, skor meningkat dari 67,81 menjadi 74,81 atau naik 7,50 persen. Sementara pada indikator membaca teks sastra, skor naik dari 62,29 menjadi 66,55 atau meningkat 4,26 persen.

Guru SDN Temas 02, Ratnawati, S.Pd, menilai buku cetak tetap memiliki peran penting dalam perkembangan kognitif anak, terutama pada fase awal literasi di kelas 1 hingga 3 sekolah dasar.

Menurutnya, rendahnya minat baca masih menjadi tantangan besar dalam dunia pendidikan. Padahal literasi tidak sekadar kemampuan mengeja, tetapi juga memahami makna dari bacaan.

“Melalui inovasi Geldebujang, setiap anak dengan kemampuan yang berbeda tetap bisa belajar membaca sesuai tahapannya. Tidak ada siswa yang merasa tertinggal hanya karena belum mampu membaca buku yang tebal,” ujarnya.

Ia berharap program tersebut dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam mengatasi persoalan literasi sejak dini.

Sementara itu, guru SDN Temas 02 lainnya, Sholikin, S.Pd, menjelaskan bahwa inovasi Pelangi Ilmu lahir dari kebutuhan menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, bermakna, dan selaras dengan perkembangan teknologi.

Melalui konsep ini, proses belajar dimulai dari pengalaman nyata siswa di lingkungan sekitar. Siswa melakukan observasi, wawancara sederhana, serta kegiatan berbasis proyek yang terintegrasi lintas mata pelajaran.

Hasil pengalaman tersebut kemudian diolah menjadi karya digital interaktif, seperti e-book, video pembelajaran, infografis, hingga kuis digital.

“Dengan cara ini, siswa tidak hanya memahami materi pelajaran, tetapi juga mengembangkan literasi baca tulis, literasi digital, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta kolaborasi,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing proses eksplorasi sekaligus pendamping dalam digitalisasi karya siswa. Sementara siswa menjadi subjek aktif yang merancang, menyusun, dan mempresentasikan hasil belajar mereka.

Menurut Sholikin, pemanfaatan teknologi informasi sekolah menjadi sarana penting untuk memperluas akses pembelajaran sekaligus meningkatkan kualitas proses belajar.

“Dampaknya terlihat dari meningkatnya kepercayaan diri siswa saat mempresentasikan karya, suasana kelas yang lebih hidup, serta keterlibatan orang tua yang dapat mengakses hasil belajar anak secara digital,” pungkasnya.

Pewarta: Eko Sabdianto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

“Ngleremno Ati” Akan Digelar, Ruang Bunyi dan Jagongan Seni ala Kelompok Bermain Mlebu Metu

5 Mei 2026 - 16:53 WIB

Kelompok Penyanyi Jalanan dari Berbagai Daerah Bersatu di Bulungan, Rayakan Ulang Tahun ke-44

3 Mei 2026 - 01:06 WIB

Malang Youth Day 2026: Pentas Seni Lintas Agama di HKY Kayutangan, Gaungkan Moderasi dan Peran Aktif Anak Muda

30 April 2026 - 11:10 WIB

Kompak dan Berdaya, Emak-Emak PKH Pakisaji Perkuat Kapasitas Lewat “Belajar Bareng, Seneng Bareng”

27 April 2026 - 17:42 WIB

“Kartini Aero Smash” Jadi Ajang Unjuk Gigi Atlet Perempuan Malang Raya

26 April 2026 - 21:51 WIB

SKARIGA Merjos Lari 112: 1.800 Siswa Gaungkan Gerakan Anti Plastik dan Semarakkan HUT Kota Malang

25 April 2026 - 21:11 WIB

Trending di RAGAM

©Hak Cipta Dilindungi !