Tasikmalaya Tiru Inovasi Pajak Digital Kota Malang, Bidik PAD Lebih Optimal - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

EKOBIZ · 23 Apr 2026 18:25 WIB ·

Tasikmalaya Tiru Inovasi Pajak Digital Kota Malang, Bidik PAD Lebih Optimal


 Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menandatangani perjanjian kerja sama di ruang sidang Balai Kota Malang pada Kamis (23/4). (yog) Perbesar

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menandatangani perjanjian kerja sama di ruang sidang Balai Kota Malang pada Kamis (23/4). (yog)

BACAMALANG.COM – Pemerintah Kota Tasikmalaya resmi menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Malang untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Langkah ini menjadi strategi konkret menghadapi tantangan efisiensi Transfer ke Daerah (TKD) sekaligus memenuhi regulasi batas maksimal belanja pegawai.

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menjelaskan bahwa kerja sama ini dilatarbelakangi keberhasilan Pemkot Malang dalam mengelola pendapatan daerah melalui aplikasi Persada. Sistem tersebut dinilai efektif memantau dan memungut berbagai jenis pajak secara real-time, mulai dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pajak restoran, perhotelan, hingga retribusi daerah.

Kerja sama ini juga dipicu kondisi fiskal Kota Tasikmalaya yang mengalami pemotongan TKD hingga 30 persen. Untuk menjaga keberlangsungan pembangunan, inovasi dalam menggali potensi pendapatan mandiri dinilai menjadi keharusan.

“Kolaborasi antar-daerah adalah jawaban atas tantangan yang ada. Apa yang baik di Malang akan kami jadikan referensi untuk diterapkan di Tasikmalaya,” ujar Viman.

Selain mengadopsi aplikasi Persada, Pemkot Tasikmalaya juga akan mempelajari tata kelola organisasi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang. Beberapa fokus utama dalam kerja sama ini meliputi optimalisasi PAD harian, penyesuaian belanja pegawai, serta transformasi digital sistem perpajakan.

Pemkot Malang disebut mampu membukukan pendapatan hingga sekitar Rp3 miliar per hari, yang memberikan ruang fiskal lebih luas. Peningkatan PAD juga dinilai dapat menekan persentase belanja pegawai sesuai ketentuan maksimal 30 persen dari APBD.

Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyambut baik kerja sama tersebut. Ia berharap kolaborasi ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun kemandirian ekonomi melalui pertukaran inovasi dan teknologi.

“Ini merupakan langkah yang baik bagi Kota Malang dan Kota Tasikmalaya,” ujarnya.

Dengan implementasi sistem digital tersebut, Pemkot Tasikmalaya optimistis mampu memperkuat struktur APBD dan mencapai kemandirian fiskal pada tahun mendatang.

Pewarta/Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Bapenda Kota Batu Jemput Bola Layanan PBB ke Desa, Kades Torongrejo Apresiasi

23 April 2026 - 15:01 WIB

UMKM Kepanjen Terus Tumbuh, Penjual Nasgor Omzet Naik 100 Persen

22 April 2026 - 16:17 WIB

Investasi Kota Batu Tembus Rp2,4 Triliun, Suwito: Iklim Usaha Semakin Baik, Investor Pariwisata Mewarnainya

22 April 2026 - 09:08 WIB

Ruang Hangat untuk Berkarya, Kopi Embongan Jadi Rumah Musisi Disabilitas di Kota Batu

21 April 2026 - 20:54 WIB

Rayakan Hari Kartini, KAI Daop 8 Surabaya Tebar Bunga dan Hadirkan Nuansa Budaya di Stasiun Malang

21 April 2026 - 20:31 WIB

Transformasi Pajak Digital, Bapenda Kota Malang Perkuat Layanan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak

21 April 2026 - 18:23 WIB

Trending di EKOBIZ

©Hak Cipta Dilindungi !