BACAMALANG.COM – Universitas Katolik Widya Karya (UKWK) Malang bersama Yayasan PTK Adi Sucipto menggelar Temu Alumni sekaligus sosialisasi transformasi kampus di Aula St. Thomas Aquinas, Jalan Bondowoso No. 2 Kota Malang, Sabtu (13/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, alumni dan mahasiswa diajak terlibat aktif mempromosikan kampus guna mendukung peningkatan jumlah mahasiswa baru.
Ketua Yayasan PTK Adi Sucipto UKWK, Regina Khaider, menegaskan bahwa kampus tidak hanya berupaya bertahan di tengah ketatnya persaingan pendidikan tinggi, tetapi juga melakukan lompatan besar melalui program “Tiga Pilar Perubahan”.
Menurutnya, universitas saat ini tengah melakukan penataan ulang ekosistem akademik agar mampu menjawab tantangan zaman dan kebutuhan industri global yang terus berkembang.
“Perubahan zaman harus dihadapi dengan kemampuan beradaptasi. Mari mengesampingkan beban masa lalu dan mendesain ulang institusi agar generasi baru siap memimpin di era global,” ujarnya di hadapan para alumni.
Untuk mewujudkan visi tersebut, UKWK akan mengimplementasikan tiga pilar utama transformasi kampus.
Pilar pertama adalah modernisasi infrastruktur melalui Smart Classroom dan Hybrid Learning. Kampus akan secara bertahap mengubah ruang kelas konvensional menjadi ruang kelas pintar yang mendukung sistem pembelajaran hybrid sehingga lebih fleksibel bagi mahasiswa dari berbagai daerah.
Pilar kedua adalah penguatan kompetensi global, melalui penyempurnaan kurikulum yang lebih aplikatif dengan penambahan kemampuan bahasa Mandarin, kewirausahaan (entrepreneurship), serta berbagai keterampilan praktis yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Sementara pilar ketiga adalah integrasi Artificial Intelligence (AI) dan digitalisasi pendidikan ke dalam sistem pembelajaran di seluruh program studi secara bertahap.
Dalam forum tersebut, Regina juga mengajak Ikatan Alumni UKWK yang tersebar di berbagai daerah untuk berperan sebagai brand ambassador kampus melalui gerakan membangun almamater sebagai kebanggaan bersama.
Menurutnya, target peningkatan jumlah mahasiswa baru pada tahun akademik 2026/2027 membutuhkan dukungan seluruh elemen kampus, termasuk alumni yang memiliki jaringan luas di berbagai bidang.
“Fase transformasi ini akan mencatat sejarah baru bagi Unika Widya Karya. Dengan dukungan para alumni, kami berharap rencana besar ini dapat terwujud,” katanya.
Ketua Alumni Universitas Katolik Widya Karya Malang, Rina Ismawati, SP., M.Pd., mengatakan bahwa pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk menyosialisasikan tata kelola kampus yang lebih modern sekaligus memperkuat sinergi antara yayasan dan alumni.
Ia mengungkapkan, ke depan kampus juga berencana mengembangkan program studi baru di lokasi strategis di kawasan Songgoriti sebagai bentuk komitmen terhadap pengembangan institusi.
Menurutnya, alumni merupakan aset sekaligus mitra strategis yang memiliki jaringan dan pengalaman yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kemajuan almamater. Kegiatan temu alumni ini diikuti sekitar 30 peserta secara langsung, sementara alumni lainnya mengikuti secara daring dari berbagai daerah di Indonesia.
“Kami berharap terjalin kolaborasi yang kuat antara yayasan dan alumni untuk memajukan UKWK dalam mencetak lulusan yang unggul dan berintegritas,” ujarnya.
Selain kegiatan temu alumni, UKWK juga menggelar workshop pembekalan bagi mahasiswa melalui program Mahasiswa Peduli Kampus. Dalam kegiatan ini, mahasiswa didorong menjadi agen promosi kampus untuk membantu menarik calon mahasiswa baru.
Dosen Ekonomi UKWK, Savierius Dhuri Mbipi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari sosialisasi transformasi kampus sekaligus pembekalan bagi mahasiswa agar mampu mengenalkan berbagai perubahan positif yang sedang dilakukan UKWK.
“Saat masa libur nanti, mahasiswa diharapkan menjadi agen UKWK yang aktif mempromosikan kampus kepada masyarakat,” katanya.
Peserta workshop berasal dari mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) mulai semester dua hingga semester enam. Mereka dibekali berbagai strategi komunikasi dan pemasaran sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap almamater.
Sementara itu, keynote speaker pelatihan, Dony Wahyu Arifianto, S.Sos., memberikan materi mengenai strategi pemasaran kampus yang efektif, baik melalui komunikasi langsung maupun media digital.
Ia menekankan pentingnya membangun komunikasi yang baik, santun, dan profesional agar pesan promosi dapat diterima dengan lebih positif oleh calon mahasiswa.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu mempromosikan kampus, tetapi juga memiliki bekal kompetensi komunikasi yang bermanfaat saat memasuki dunia kerja,” pungkasnya.
Pewarta/Editor: Rahmat Mashudi Prayoga



























































