JKJT Edukasi Remaja Gereja tentang Bahaya Kecanduan Gadget, Aktivitas Alam Jadi Solusi Tingkatkan Fokus - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 14 Jun 2026 17:55 WIB ·

JKJT Edukasi Remaja Gereja tentang Bahaya Kecanduan Gadget, Aktivitas Alam Jadi Solusi Tingkatkan Fokus


 Ketua Umum JKJT, Agustinus Tedja Bawana, menjelaskan bahwa penggunaan gadget tanpa batas dapat memengaruhi kemampuan konsentrasi anak dan remaja. (ist) Perbesar

Ketua Umum JKJT, Agustinus Tedja Bawana, menjelaskan bahwa penggunaan gadget tanpa batas dapat memengaruhi kemampuan konsentrasi anak dan remaja. (ist)

BACAMALANG.COM – Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT) memberikan edukasi kepada para remaja gereja mengenai dampak penggunaan gadget yang berlebihan terhadap tumbuh kembang anak dan remaja. Kegiatan yang mengusung tema “Tumbuh Kembang Anak di Usia Remaja” tersebut digelar di Gereja Katolik Diangkat ke Surga, Jalan Bunga Lely No. 17-19, Lowokwaru, Kota Malang.

Ketua Umum JKJT, Agustinus Tedja Bawana, menjelaskan bahwa penggunaan gadget tanpa batas dapat memengaruhi kemampuan konsentrasi anak dan remaja. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan mereka mengalami gangguan fokus dalam kehidupan sehari-hari maupun saat mengikuti proses belajar.

“Banyak anak yang mengalami kesulitan fokus akibat penggunaan gadget yang berlebihan. Hal ini perlu menjadi perhatian bersama, termasuk bagi para guru dan orang tua agar mampu menangani permasalahan tersebut secara bijak dan tepat,” ujar Agustinus.

Ia menegaskan bahwa remaja harus memiliki kesadaran untuk bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri, termasuk dalam menggunakan media sosial dan teknologi digital.

“Mereka harus mampu mengendalikan diri, memahami mana yang penting dan mana yang tidak penting dalam penggunaan gadget maupun media sosial,” tegasnya.

Menurut Agustinus, salah satu cara efektif untuk mengurangi ketergantungan terhadap gadget adalah dengan mengajak anak-anak lebih banyak berinteraksi dengan alam. Aktivitas di luar ruangan dinilai mampu mengalihkan perhatian dari layar gawai sekaligus memberikan manfaat besar bagi perkembangan fisik dan mental.

“Anak-anak perlu diajak mencintai alam. Ketika mereka aktif berinteraksi dengan lingkungan sekitar, ketergantungan terhadap gadget dapat berkurang dan mereka memperoleh banyak manfaat positif,” katanya.

Ia menjelaskan, bermain di alam terbuka bukan sekadar aktivitas rekreasi, tetapi juga menjadi sarana penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Udara segar, ruang gerak yang lebih luas, serta kesempatan mengeksplorasi lingkungan dapat membantu meningkatkan kesehatan fisik, kecerdasan, dan kesejahteraan emosional.

Aktivitas seperti berlari, melompat, dan memanjat dapat meningkatkan kekuatan otot, kesehatan tulang, serta kebugaran tubuh. Selain itu, pengalaman bermain di alam juga membantu anak memperoleh pengetahuan baru, mengembangkan kreativitas, serta meningkatkan kemampuan berpikir.

Dari sisi sosial, bermain bersama di alam terbuka dapat melatih kemampuan berinteraksi, bekerja sama, dan membangun hubungan dengan teman sebaya. Aktivitas tersebut juga terbukti membantu mengurangi stres dan kecemasan.

“Anak-anak yang sering bermain di luar ruangan cenderung lebih fokus, lebih rileks, dan memiliki suasana hati yang lebih stabil,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Agustinus menambahkan bahwa aktivitas di alam terbuka juga dapat menumbuhkan kemandirian dan rasa percaya diri. Anak-anak belajar menghadapi tantangan, mengambil keputusan, serta memahami batas kemampuan diri mereka.

“Bermain di luar membantu anak mengasah keterampilan motorik halus maupun kasar. Mereka juga belajar menilai risiko dan menyelesaikan tantangan secara mandiri, yang sangat penting bagi proses tumbuh kembang mereka,” pungkasnya.

Pewarta/Editor: Hadi Triswanto

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Transformasi Besar Unika Widya Karya Malang, Alumni dan Mahasiswa Diajak Jadi Duta Kampus

14 Juni 2026 - 16:21 WIB

GMNI Kabupaten Malang Desak Evaluasi Total KDMP, Soroti Masalah Tata Kelola dan Beban Desa

13 Juni 2026 - 10:21 WIB

Perkuat Budaya Akademik, HMPS TBI Universitas Al-Qolam Gelar Pekan Inovasi dan Riset 2026

13 Juni 2026 - 07:19 WIB

Program Magang Mandiri UMM Tuntas, Maha Patih Law Office Harap Sinergi Kampus dan Praktisi Hukum Terus Berlanjut

13 Juni 2026 - 07:11 WIB

GKB 5 UMM Diresmikan, Perkuat Posisi Kampus Putih sebagai Pusat Pendidikan Medis Nasional

12 Juni 2026 - 14:37 WIB

JMSI Jatim Resmi Dilantik, Dewan Pers Tekankan Pentingnya Media Profesional

11 Juni 2026 - 06:17 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !