BACAMALANG.COM – Masyarakat diimbau semakin waspada saat beraktivitas di internet. Di balik kemudahan bertransaksi, bekerja, belajar, berbelanja, hingga menikmati hiburan secara daring, berbagai ancaman kejahatan siber masih terus mengintai pengguna internet di Indonesia.
Ancaman tersebut meliputi phishing, judi online, malware, spam, pornografi, hingga penyalahgunaan nama domain untuk meniru identitas merek maupun layanan terpercaya.
Untuk memperkuat keamanan ruang digital, Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) mengembangkan Indonesia Domain Abuse Data Exchange (IDADX), sebuah platform yang berfungsi memantau, mengumpulkan data, menganalisis, serta mengoordinasikan penanganan penyalahgunaan nama domain (.id) secara terstruktur dan berbasis data.
Dalam operasionalnya, IDADX didukung Breach Identification and Monitoring Assistant (BIMA) yang membantu proses identifikasi dan pemantauan potensi penyalahgunaan domain .id. Kehadiran kedua sistem tersebut diharapkan mampu mempercepat deteksi, validasi, hingga penanganan berbagai bentuk kejahatan digital yang memanfaatkan nama domain.
Berdasarkan data Semester I 2026 atau periode 1 Januari hingga 30 Juni 2026, IDADX mencatat 32.535 URL yang terindikasi sebagai penyalahgunaan domain dengan total 25.815 domain yang terpantau.
Kategori penyalahgunaan paling banyak didominasi judi online sebanyak 24.523 laporan, disusul phishing sebanyak 6.491 laporan, serta malware sebanyak 961 laporan.
Selain itu, IDADX juga menerima laporan terkait pornografi sebanyak 173 kasus, impersonalisasi 104 kasus, spam 73 kasus, kategori lainnya 61 kasus, pelanggaran Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) 44 kasus, gambling invite gambling 27 kasus, serta botnet sebanyak 23 kasus.
Ketua PANDI, Isnawan, menegaskan bahwa IDADX menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap domain .id sebagai identitas digital Indonesia.
> “Keamanan ruang digital adalah tanggung jawab bersama. Melalui IDADX, PANDI berupaya memastikan setiap indikasi penyalahgunaan domain .id dapat ditangani secara lebih terukur, cepat, dan akuntabel. Ini merupakan bagian dari komitmen PANDI melindungi pengguna internet Indonesia dari berbagai bentuk penyalahgunaan,” ujar Isnawan, Kamis (3/7/2026).
IDADX dibangun melalui kolaborasi berbagai pihak, mulai dari registrar PANDI, laporan masyarakat, sistem BIMA, mitra keamanan siber seperti CleanDNS dan Netcraft, hingga instansi pemerintah seperti Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Kolaborasi tersebut memperkuat proses deteksi, validasi, analisis tren, dan respons terhadap penyalahgunaan domain.
Dari sisi jumlah domain yang disalahgunakan, SLD .id menjadi yang tertinggi dengan 18.699 domain, diikuti .my.id sebanyak 2.037 domain, .biz.id sebanyak 1.326 domain, .web.id sebanyak 1.154 domain, .ac.id sebanyak 705 domain, .sch.id sebanyak 607 domain, .co.id sebanyak 435 domain, .or.id sebanyak 300 domain, .go.id sebanyak 270 domain, .ponpes.id sebanyak 148 domain, .desa.id sebanyak 88 domain, .net.id sebanyak 36 domain, dan .mil.id sebanyak 10 domain.
Sementara berdasarkan jumlah URL yang terindikasi penyalahgunaan, SLD .id juga menduduki posisi tertinggi dengan 20.055 URL, disusul .my.id sebanyak 2.906 URL, .biz.id sebanyak 1.877 URL, .ac.id sebanyak 1.798 URL, .web.id sebanyak 1.685 URL, .sch.id sebanyak 1.434 URL, .co.id sebanyak 845 URL, .go.id sebanyak 837 URL, .or.id sebanyak 526 URL, .ponpes.id sebanyak 228 URL, .desa.id sebanyak 190 URL, .net.id sebanyak 99 URL, dan .mil.id sebanyak 55 URL.
Menurut PANDI, data tersebut menjadi dasar penting dalam memperkuat kebijakan registrasi, sistem deteksi dini, analisis berbasis risiko, serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam menangani penyalahgunaan domain.
Selain memperkuat keamanan domain di tingkat nasional, IDADX juga menjadi kontribusi Indonesia dalam membangun ekosistem Domain Name System (DNS) yang lebih aman, transparan, kolaboratif, dan berbasis data.
PANDI juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan dugaan penyalahgunaan domain .id melalui kanal pelaporan resmi IDADX agar ruang digital Indonesia semakin aman dan terpercaya.
Sebagai informasi, PANDI didirikan pada tahun 2006 dan memperoleh redelegasi dari IANA untuk mengelola domain .id pada 2013. Hingga 31 Desember 2025, jumlah domain .id yang terdaftar telah mencapai 1.431.960 nama domain.
Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga



























































