Polisi Sambang Sekolah, 324 Siswa SMAN 8 Malang Dibekali Pendidikan Antikorupsi dan Bahaya Narkoba - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 13 Jul 2026 18:41 WIB ·

Polisi Sambang Sekolah, 324 Siswa SMAN 8 Malang Dibekali Pendidikan Antikorupsi dan Bahaya Narkoba


 Wakapolsek Lowokwaru AKP Bagus Setioko Darmawan didampingi Bhabinkamtibmas Kelurahan Sumbersari, Aipda Endar, memberikan edukasi kepada peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 8 Malang. (ist) Perbesar

Wakapolsek Lowokwaru AKP Bagus Setioko Darmawan didampingi Bhabinkamtibmas Kelurahan Sumbersari, Aipda Endar, memberikan edukasi kepada peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 8 Malang. (ist)

BACAMALANG.COM – Sebanyak 324 siswa baru SMA Negeri 8 Malang mendapat pembekalan mengenai pendidikan antikorupsi dan bahaya penyalahgunaan narkoba dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (13/7/2026). Edukasi tersebut merupakan bagian dari Program Polisi Sambang Sekolah yang diinisiasi Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol. Putu Kholis Aryana.

Melalui program tersebut, seluruh Pejabat Utama Polresta Malang Kota diperintahkan untuk aktif mengunjungi sekolah setiap Senin pagi guna memberikan edukasi kepada para pelajar sekaligus memperkuat pendidikan karakter sejak dini.

Di SMAN 8 Malang, Jalan Veteran, Kecamatan Lowokwaru, kegiatan diisi oleh Wakapolsek Lowokwaru AKP Bagus Setioko Darmawan yang hadir sebagai narasumber didampingi Bhabinkamtibmas Kelurahan Sumbersari, Aipda Endar.

AKP Bagus mengatakan, kehadiran Polri di lingkungan sekolah merupakan bentuk nyata implementasi Program Polisi Sambang Sekolah untuk meningkatkan kesadaran hukum sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter kepada generasi muda.

“Kami ingin menanamkan nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sejak usia sekolah. Pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penindakan. Karena itu, Polri hadir memberikan edukasi agar para pelajar memahami risiko pelanggaran hukum dan tumbuh menjadi generasi yang berintegritas,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, AKP Bagus menekankan pentingnya membangun budaya antikorupsi sejak dini. Menurutnya, korupsi bukan hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga menghambat pembangunan, mengikis kepercayaan masyarakat, serta mengancam masa depan bangsa.

Ia mengingatkan bahwa kebiasaan kecil seperti mencontek, memalsukan data, atau mengambil hak orang lain tidak boleh dianggap sepele karena dapat menjadi cikal bakal lahirnya perilaku koruptif.

“Karakter antikorupsi harus dibangun sejak di bangku sekolah melalui kebiasaan hidup jujur, disiplin, dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Selain itu, para peserta MPLS juga mendapatkan materi mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika. AKP Bagus menjelaskan bahwa narkoba tidak hanya merusak kesehatan fisik dan mental, tetapi juga menghancurkan masa depan generasi muda, memicu tindak kriminal, serta merusak kehidupan keluarga.

“Sekali seseorang terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba, dampaknya bukan hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga keluarga, lingkungan, bahkan masa depan bangsa. Jangan pernah mencoba, jangan mudah terpengaruh pergaulan negatif, dan beranilah mengatakan tidak terhadap narkoba,” katanya.

Ia menilai pelajar memiliki peran penting sebagai agen perubahan yang mampu menjadi pelopor sekolah bersih dari narkoba sekaligus teladan dalam menjunjung tinggi integritas.

Selama kegiatan berlangsung, suasana berlangsung interaktif. Para siswa aktif mengajukan pertanyaan seputar bentuk-bentuk tindak pidana korupsi, ancaman hukum penyalahgunaan narkotika, hingga langkah pencegahan yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun keluarga.

AKP Bagus berharap materi yang diberikan tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami berharap para siswa menjadi generasi yang cerdas, berprestasi, berkarakter, serta menjadi pelopor antikorupsi dan pelopor hidup sehat tanpa narkoba. Sinergi antara sekolah, keluarga, dan Polri menjadi kunci dalam membentuk generasi emas Indonesia yang berkualitas,” pungkasnya.

Melalui Program Polisi Sambang Sekolah, Polresta Malang Kota terus memperkuat kolaborasi dengan dunia pendidikan guna membentuk generasi muda yang taat hukum, berintegritas, serta siap menjaga persatuan, keamanan, dan kemajuan bangsa.

Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Pasar Turen Diamuk Si Jago Merah, Petugas Gabungan Padamkan Api

13 Juli 2026 - 20:22 WIB

MPLS Ramah di SMPN 1 Bululawang Utamakan Adaptasi Siswa Tanpa Perpeloncoan, Terapkan Aturan Baru Kemendikdasmen

13 Juli 2026 - 18:08 WIB

Mendikdasmen Resmi Buka MPLS Nasional 2026 di Malang, Usung Sekolah Ramah Tanpa Perundungan dan Perpeloncoan

13 Juli 2026 - 16:33 WIB

Kecelakaan Maut Malam Hari di Singosari, Polisi Buru Bus yang Kabur

13 Juli 2026 - 14:28 WIB

MPLS Ramah 2026 di SMP Budi Mulia: Hari Pertama Sekolah Dibuat Aman, Nyaman, dan Penuh Kesan Positif

13 Juli 2026 - 14:23 WIB

Sehari, Dua Kebakaran Landa Kabupaten Malang: Gudang Mebel di Singosari dan Rumah Warga Kepanjen Hangus

12 Juli 2026 - 20:42 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !