Cuaca Dingin dan Diskon Besar Dongkrak Penjualan Jaket serta Tas di Kepanjen Selama Libur Sekolah - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

EKOBIZ · 13 Jul 2026 16:51 WIB ·

Cuaca Dingin dan Diskon Besar Dongkrak Penjualan Jaket serta Tas di Kepanjen Selama Libur Sekolah


 Kepala Toko salah satu gerai penyedia produk fashion di Kepanjen, Bahril Wahdah. (Hadi Triswanto) Perbesar

Kepala Toko salah satu gerai penyedia produk fashion di Kepanjen, Bahril Wahdah. (Hadi Triswanto)

BACAMALANG.COM – Momentum libur sekolah membawa berkah bagi pelaku usaha fashion di Kabupaten Malang. Penjualan jaket dan tas di salah satu toko fashion di Kecamatan Kepanjen meningkat sekitar 10 persen dibandingkan hari biasa, didorong cuaca yang lebih dingin serta program diskon besar-besaran.

Kepala Toko, Bahril Wahdah, mengatakan jaket dan tas menjadi dua produk yang paling banyak diburu konsumen selama masa liburan sekolah.

“Kalau untuk yang liburan sekolah paling laris itu kita ada di jaket sama tas,” ujar Bahril kepada BACAMALANG.COM, Sabtu (11/7/2026).

Menurutnya, tingginya permintaan jaket dipengaruhi suhu udara di Malang yang belakangan terasa lebih dingin. Jika biasanya suhu berada di atas 20 derajat Celsius, kini berkisar antara 14 hingga 15 derajat Celsius sehingga mendorong masyarakat membeli pakaian hangat.

“Kalau untuk jaket, alasannya karena sekarang di Malang sendiri hawanya dingin. Biasanya 20 derajat ke atas, sekarang jadi 14 sampai 15 derajat. Selain itu, semua item, termasuk jaket, juga sedang mendapat diskon 25 persen,” jelasnya.

Sementara itu, penjualan tas ikut melonjak berkat promo potongan harga hingga 50 persen yang menarik minat konsumen.

“Kalau tasnya sendiri alasan beli dikarenakan lagi diskon 50 persen. Jadi orang-orang itu rebutan,” katanya.

Untuk menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat, pihak toko juga mengoptimalkan strategi pemasaran digital dengan menggandeng influencer lokal dan aktif memanfaatkan berbagai platform media sosial.

“Cara eksis untuk kompetisi, kita bekerja sama dengan influencer lokal. Selain itu, kita juga aktif di Instagram, WhatsApp, dan Facebook, terutama menyebarkan informasi promo melalui grup-grup komunitas WhatsApp,” ungkap Bahril.

Ia berharap antusiasme masyarakat tetap terjaga meski masa promo telah berakhir sehingga penjualan dapat terus meningkat.

“Harapannya, meskipun nanti sudah tidak ada diskon, toko tetap ramai seperti sekarang,” pungkasnya.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Wamen PPPA RI Bahas Ekonomi Hijau Berbasis Bambu di Ngantang

13 Juli 2026 - 14:04 WIB

POCARI SWEAT Run Lombok 2026 Sukses Gaet 9.200 Pelari, Sport Tourism Dongkrak Ekonomi hingga Rp95 Miliar

13 Juli 2026 - 12:28 WIB

Disnaker Kabupaten Malang Cetak Wirausaha Baru Lewat Pelatihan Roti dan Kue, Dorong Terciptanya Lapangan Kerja

12 Juli 2026 - 14:00 WIB

Guna Mitigasi Masalah Internal Perusahaan, DPK Apindo Malang Raya Gelar Klinik Hukum Rutin

11 Juli 2026 - 13:46 WIB

CIMB Niaga Syariah Resmikan Syariah Digital Branch di Malang, Perkuat Ekosistem Halal dan Layanan Perbankan Modern

10 Juli 2026 - 12:45 WIB

BPOM Apresiasi Komitmen PT Amerta Indah Otsuka, Budaya Mutu dan Keamanan Pangan Jadi Teladan Industri

10 Juli 2026 - 08:59 WIB

Trending di EKOBIZ

©Hak Cipta Dilindungi !