BACAMALANG.COM – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Katolik Yos Sudarso Batu tidak hanya menjadi ajang mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga membangun karakter peserta didik melalui edukasi etika digital dan pencegahan perundungan (bullying) di era teknologi.
Untuk memperkuat materi tersebut, sekolah menghadirkan tim dosen Fakultas Hukum Universitas Katolik Widya Karya (UKWK) Malang dalam sosialisasi bertema “Etika Digital dan Anti-Perundungan”.
Salah satu narasumber, Hermanto Silalahi, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa menghormati privasi orang lain merupakan fondasi utama dalam beretika di ruang digital. Menurutnya, setiap pengguna teknologi memiliki tanggung jawab untuk menggunakan media sosial secara bijak.
“Jangan membagikan data pribadi milik orang lain tanpa izin, tidak mengakses akun, surat elektronik, maupun perangkat orang lain, serta tidak mengunggah foto atau video seseorang tanpa persetujuannya. Data pribadi hanya boleh digunakan untuk tujuan yang sah sesuai persetujuan pemiliknya,” jelas Hermanto.
Ia menambahkan, tanggung jawab di dunia digital tidak hanya berkaitan dengan aspek hukum, tetapi juga moral dan sosial. Setiap individu harus mampu membedakan tindakan yang benar dan salah, memahami konsekuensi dari setiap perbuatannya, serta menghormati hak dan perbedaan orang lain.
Selain etika digital, peserta MPLS juga dibekali pemahaman mengenai bahaya perundungan, baik yang terjadi secara langsung maupun melalui media elektronik (cyberbullying). Hermanto menjelaskan, perundungan merupakan tindakan menyakiti, mengintimidasi, atau merendahkan orang lain secara berulang dengan memanfaatkan ketimpangan kekuatan.
Dampaknya pun tidak ringan. Korban dapat mengalami gangguan fisik maupun psikis, seperti rasa takut, cemas, stres, kehilangan kepercayaan diri, sulit berkonsentrasi, hingga menarik diri dari lingkungan sosial. Dalam kondisi tertentu, korban bahkan dapat mengalami depresi dan membutuhkan penanganan serius.
Sementara itu, pelaku perundungan dapat dikenai sanksi sesuai tata tertib sekolah maupun ketentuan hukum yang berlaku. Khusus kasus cyberbullying, pelaku berpotensi dijerat pidana berdasarkan peraturan perundang-undangan. Apabila pelaku masih berusia di bawah 18 tahun, penanganannya dilakukan melalui sistem peradilan pidana anak yang mengedepankan pembinaan, pendidikan, dan pemulihan.
Para dosen juga mengajak peserta didik membangun budaya digital yang sehat dengan membiasakan diri berkomunikasi secara santun di media sosial, berpikir sebelum mengunggah konten, menjaga kerahasiaan data pribadi, serta berani melaporkan apabila menemukan tindakan perundungan.
Sosialisasi tersebut menghadirkan sejumlah dosen Fakultas Hukum UKWK Malang, yakni Dr. Celina Tri Siwi K., S.H., M.Hum., Dr. Honggo Hartono, S.H., M.Kn., Hermanto Silalahi, S.H., M.Hum., dan Andreas Denny, S.H., M.Hum.
Sementara itu, Wakil Kepala SMA Katolik Yos Sudarso Batu, Oktavianus Eko Saputro, S.Sn., mengatakan MPLS tahun ini berlangsung selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat, mengusung tema “Beranekaragam Namun Tetap Satu.”
Sebanyak 55 peserta didik baru mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Kota Batu, Papua, Kalimantan, Nusa Tenggara Timur, hingga Sabah.
Menurut Oktavianus, MPLS dirancang tidak hanya untuk memperkenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membekali siswa dengan wawasan kebangsaan, tata krama, etika digital, dan pendidikan karakter agar mampu beradaptasi dengan baik sebelum memasuki proses belajar mengajar.
“Seluruh rangkaian MPLS diikuti sekitar 100 siswa. Kami ingin menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan sehingga peserta didik dapat belajar serta berkembang secara optimal,” ujarnya.
Ia menambahkan, kerja sama dengan Universitas Katolik Widya Karya Malang dipilih karena kedua lembaga memiliki kesamaan visi dalam membangun pendidikan berciri Katolik yang menekankan pembentukan karakter, kedisiplinan, dan penghargaan terhadap sesama.
Melalui kolaborasi ini, SMA Katolik Yos Sudarso Batu berharap dapat terus menghadirkan berbagai program edukasi yang membentuk generasi muda menjadi pribadi yang cerdas, bertanggung jawab, dan bijak dalam memanfaatkan teknologi digital.
Pewarta: Slamet Mulyono
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga





















































