BACAMALANG.COM – Akademisi dari Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang, Ruwiyanto, S.Kom., MM, CHRM menyampaikan materi bertajuk pentingnya digitalisasi dan kemandirian ekonomi umat di era transformasi teknologi dalam sebuah forum pemberdayaan UMKM yang digelar Ikatan Saudagar Muslim Indonesia Malang Raya (ISMI) di pendopo Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Minggu (1/3/2026).
Dalam paparannya, ia menekankan bahwa perubahan teknologi bukan ancaman, melainkan peluang besar bagi pelaku usaha mikro dan kecil. Menurutnya, era transformasi digital telah mengubah pola konsumsi, sistem pemasaran, hingga model transaksi ekonomi masyarakat. “Hari ini pasar tidak lagi terbatas pada ruang fisik. Siapa yang menguasai platform digital, ia yang berpeluang menguasai pasar,” ujarnya di hadapan peserta yang terdiri dari pelaku UMKM dan komunitas usaha.
Lebih lanjut pria yang juga menjabat sebagai Sekjen Ikatan Saudagar Muslim Indonesia Malang Raya tersebut menjelaskan bahwa digitalisasi bukan sekadar memiliki akun media sosial, tetapi bagaimana pelaku usaha mampu membangun branding, kepercayaan konsumen, serta sistem pelayanan yang cepat dan profesional. Ia menilai banyak pelaku UMKM sebenarnya memiliki produk berkualitas, namun kalah dalam aspek pemasaran digital.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kemandirian ekonomi umat harus dibangun melalui literasi teknologi. Ketergantungan pada sistem konvensional tanpa adaptasi digital akan membuat pelaku usaha tertinggal dalam persaingan yang semakin kompetitif. Oleh karena itu, pelatihan dan pendampingan digital menjadi kebutuhan mendesak.
Dalam perspektif ekonomi keumatan, Ruwiyanto menyampaikan bahwa penguatan UMKM adalah bagian dari strategi membangun daya tahan ekonomi berbasis komunitas. Ia mengaitkan konsep tersebut dengan nilai kolaborasi, gotong-royong, dan etika bisnis yang berkeadilan. Menurutnya, digitalisasi juga membuka peluang transparansi dan efisiensi usaha.
Dengan memanfaatkan marketplace, pembayaran digital, serta promosi berbasis konten, UMKM dapat memperluas jangkauan pasar tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk promosi konvensional. Ia juga mendorong para pelaku usaha untuk tidak alergi terhadap teknologi. “Belajar digital hari ini bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Transformasi teknologi berjalan cepat, dan kita harus ikut bergerak,” tegasnya.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya sinergi antara akademisi, praktisi, dan pemangku kebijakan dalam membangun ekosistem ekonomi umat yang kuat. Kolaborasi lintas sektor dinilai mampu mempercepat proses adaptasi UMKM terhadap perkembangan teknologi.
Di akhir pemaparannya, Ruwiyanto mengajak peserta untuk menjadikan digitalisasi sebagai ikhtiar bersama dalam membangun kemandirian ekonomi umat. Ia berharap semangat perubahan ini tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi diwujudkan dalam langkah konkret berkelanjutan sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Turut hadir Camat Karangploso Marendra Hengki Irawan, M.AP, Ketua ISMI Malang Raya yang juga anggota DPRD Provinsi Jatim Dr Puguh Wiji Pamungkas MM, dan Pengusaha sukses Budy Setiawan ST, M Ei Acara yang digelar Ikatan Saudagar Muslim Indonesia Malang Raya tersebut berjalan sukses berkat adanya kerjasama dan dukungan dari Puguh Foundation, HNI Malang dan Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang, Pemerintah Kecamatan Karangploso dan Yayasan Sedekah Masyarakat Indonesia.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor : Rahmat Mashudi Prayoga



























































