Apa Itu Urban Farming dan Manfaatnya? Begini Penjelasan Dosen UMM - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 19 Feb 2024 12:28 WIB ·

Apa Itu Urban Farming dan Manfaatnya? Begini Penjelasan Dosen UMM


 Kegiatan pertanian perkotaan atau Urban Farming di wilayah RW 01, Kelurahan Lowokwaru, Kota Malang. (Nedi Putra AW) Perbesar

Kegiatan pertanian perkotaan atau Urban Farming di wilayah RW 01, Kelurahan Lowokwaru, Kota Malang. (Nedi Putra AW)

BACAMALANG.COM – Saat ini, pertanian perkotaan atau Urban Farming (UF) muncul sebagai solusi inovatif untuk tantangan yang dihadapi oleh komunitas perkotaan. Melalui urban farming, ada peluang bagi masyarakat untuk memanfaatan ruang yang terbatas dari ketersediaan lahan yang sulit.

Fenomena ini dinilai dosen program studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Ary Bakhtiar, SP.,M.Si, sebagai hal yang sangat positif.

Ia menyatakan, urban farming merupakan salah satu sumber penghasilan bagi masyarakat perkotaan, dapat menjadi solusi yang cocok dengan menggunakan metode tanam sekam hidroponik dalam berbagai bentuknya.

“Urban farming juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat perkotaan. Hasil panen tidak hanya dapat dijual untuk mengurangi pengeluaran harian, tetapi juga dapat dikonsumsi sendiri,” ungkap Ary, Senin (19/2/2024).

Selain itu, imbuhnya, mayoritas tanaman yang ditanam adalah produk-produk pangan yang dibutuhkan sehari-hari, sehingga dapat menekan jumlah pengeluaran dengan mengalihkannya ke pos-pos pengeluaran lain.

Menurutnya, urban farming memberikan berbagai manfaat, termasuk peningkatan kualitas udara dengan penyerapan karbondioksida dan produksi oksigen melalui fotosintesis.

Dosen program studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Ary Bakhtiar, SP.,M.Si. (ist)

Praktik pertanian organik dan manajemen limbah juga membantu mengurangi polusi air dan tanah.

Selain aspek lingkungan, pertanian perkotaan berperan dalam memperkuat komunitas dengan memfasilitasi interaksi berbagi pengetahuan dan membangun hubungan yang kuat.

“Dampak positif dari urban farming melibatkan aspek minimisasi berbagai hal. Misalnya meningkatnya edukasi masyarakat, terutama anak-anak yang senang bercocok tanam. Selain itu, urban farming dapat berfungsi sebagai sarana rekreasi keluarga,” ucapnya.

Dikatakan Ary, urban farming juga memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan keluarga.

Contohnya dengan melibatkan berbagai jenis tanaman dan ternak yang terintegrasi, seperti lele yang dapat diintegrasikan dengan bayam dan kangkung melalui budi daya dalam ember, urban farming dapat mendukung kebutuhan keluarga dalam berbagai aspek.

Namun ada sejumlah tantangan saat melakukan kegiatan urban farming. Beberapa diantaranya yakni keterbatasan lahan yang dapat diatasi dengan teknik pertanian vertikal dan atap.

Kualitas tanah yang terpengaruh oleh polutan dapat diatasi melalui penerapan pertanian organik dan manajemen limbah.

Ketergantungan pada pasokan air teratasi dengan teknik penghematan air seperti irigasi tetes dan penangkapan air hujan.

“Tantangan utama terberat dalam urban farming adalah konsistensi dalam niat, perencanaan, dan implementasi. Kegiatan ini memerlukan perawatan rutin, dan konsistensi dalam menjaga tanaman atau hewan menjadi tantangan. Terutama di tengah kesibukan masyarakat perkotaan,” tegasnya.

Penerapan teknologi, seperti hidroponik dan aeroponik, dapat meningkatkan efisiensi dan hasil produksi urban farming.

Penggunaan teknologi menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran bahwa bercocok tanam tidak selalu memerlukan lahan yang luas.

Ia berharap, masayarakat semakin sadar akan manfaatnya, karena urban farming menjadi salah satu upaya efektif untuk menekan biaya hidup dan mengembangkan perubahan positif dalam gaya hidup.

Ia mengatakan, bahwa urban farming memiliki potensi besar untuk terus berkembang di masa depan.

“Dengan inisiatif dan dukungan yang tepat, kegiatan urban farming dapat berkontribusi pada pembangunan perkotaan yang berkelanjutan, meningkatkan kualitas hidup penduduk, dan menciptakan lingkungan yang sehat serta menguatkan komunitas, khususnya melalui eksplorasi dan pengembangan praktik pertanian perkotaan yang inovatif, sehingga kita dapat mencapai visi perkotaan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” tandasnya mengakhiri.

Pewarta : Nedi Putra AW

Editor/Publisher: Aan Imam Marzuki

Artikel ini telah dibaca 355 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Apel Pencanangan Bulan Membangun SDM 2026, Kalapas Malang Tekankan Pelayanan Prima dan Penguatan Integritas

5 Mei 2026 - 19:59 WIB

Miris! Pria Bonceng Anak Kecil Terekam Curi HP Pelajar di Taman Merjosari Kota Malang

5 Mei 2026 - 15:56 WIB

Polisi Selidiki Dugaan Pengeroyokan dan Perusakan Mobil Rombongan Wisata di Pantai Wediawu

5 Mei 2026 - 15:41 WIB

Sidang Pembunuhan “Wanita Michat” Berlanjut, Pemilik Kontrakan Terdakwa Jadi Saksi

5 Mei 2026 - 13:16 WIB

Helm Pengunjung Gym di Kepanjen Digasak Maling, Aksi Pelaku Terekam CCTV

5 Mei 2026 - 12:30 WIB

Terima Aspirasi Penyandang Disabilitas, Sri Untari Dorong Penguatan Perda dan Kemandirian Ekonomi

5 Mei 2026 - 08:40 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !