Apresiasi Seniman Unggul dan Berdampak, FIB UB Gelar Anugerah Sabda Budaya 2025 - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

EVENT & ACARA · 4 Des 2025 07:30 WIB ·

Apresiasi Seniman Unggul dan Berdampak, FIB UB Gelar Anugerah Sabda Budaya 2025


 Dekanat FIB UB beserta para Penerima Anugerah Sabda Budaya 2025, Rabu (3/2/2025). (ist) Perbesar

Dekanat FIB UB beserta para Penerima Anugerah Sabda Budaya 2025, Rabu (3/2/2025). (ist)

BACAMALANG.COM – Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya (FIB UB) menggelar Anugerah Sabda Budaya (ASB) ke-7 sebagai bagian dari Puncak Rangkaian Dies Natalis ke-16 pada Rabu (3/12/2025). Acara yang berlangsung di Aula Lantai 2 Gedung A FIB UB ini mengusung tema “Samadya Danasmara Manunggal Rasa”, yang mengajak seluruh pihak menyatukan rasa dalam semangat pelestarian budaya Nusantara.

Pada tahun ini, ASB dianugerahkan kepada tiga tokoh seni dan sastra yang dinilai memiliki karya unggul dan berdampak, serta berkontribusi besar dalam kerja-kerja kultural FIB UB. Mereka adalah Tengsoe Tjahjono (penyair dan cerpenis) sebagai penerima penghargaan bidang Sastra; Winarto Ekram (penari dan koreografer) untuk bidang Seni Tradisi; serta Dadang Rukmana (pelukis dan perupa) untuk bidang Seni Rupa.

Koordinator Kurator ASB 2025, Yohanes Padmo Adi Nugroho, S.S., M.Hum., menuturkan bahwa anugerah ini merupakan bentuk penghormatan FIB UB kepada para seniman yang selama ini menjalin kolaborasi erat dengan fakultas dan turut menjadi bagian dari perjalanan budaya FIB.

Sementara itu, Dekan FIB UB, Sahiruddin, S.S., M.A., Ph.D., menyampaikan bahwa ASB telah menjadi ciri khas FIB sejak pertama kali digelar pada tahun 2018.
“Tahun 2025 ini merupakan penyelenggaraan ke-7, yang sekaligus menjadi momen reflektif bagi FIB UB yang kini berusia 16 tahun,” ungkapnya.

Dekan menambahkan, sepanjang tahun ini FIB telah melakukan berbagai terobosan, baik di bidang Digital Humanities maupun industri berbasis budaya. FIB juga aktif dalam soft diplomacy melalui dua Rumah Budaya Indonesia (RBI) di China, serta mengembangkan platform seperti Brawijaya Corpora dan Batikpedia.

“FIB juga telah terjun ke 59 desa untuk mendata objek budaya, bekerja sama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI dalam kegiatan Wilwatikta. Dari sisi kelembagaan, FIB menargetkan predikat Zona Integritas WBK/WBBM. Saat ini seluruh program studi telah mengantongi akreditasi unggul dan internasional,” jelasnya.

Menurut Sahiruddin, FIB tidak hanya dikenal sebagai Fakultas Ilmu Budaya, namun juga Fakultas Inovasi Berdampak sebagai bagian dari upaya UB menjadi kampus yang unggul dan berdampak.

Lebih lanjut, Rektor UB, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., dalam sambutannya menegaskan bahwa di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), budaya tetap menjadi puncak nilai yang tidak dapat tergantikan.
“AI hanya berdasarkan algoritma, sedangkan manusia memiliki hati. Kitalah yang menjaga dan melestarikan budaya. Anugerah ini bukan sekadar penghargaan, tetapi pengingat bahwa di tengah digitalisasi, masih ada mereka yang setia menjaga sabda budaya bangsa,” tuturnya.

Acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh dan undangan, antara lain Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd. dari Universitas Negeri Malang; seniman Sutak Wardiono; Syarifuddin dari Museum Panji; Hengky Herwanto dari Museum Musik Indonesia; Kepala Desa Kranggan, Ngajum; perwakilan BPK Wilayah XI Jawa Timur; serta perwakilan Museum Heritage Jawa Timur Park. Acara juga dimeriahkan oleh partisipasi seniman tradisi, sastrawan, komunitas Pelangi Sastra, komunitas seni tradisi, dan komunitas seni rupa Lompat Pagar.
Sesuai tema, para undangan, dosen, dan tenaga kependidikan hadir dengan busana adat, menambah kekhidmatan suasana.

“ASB 2025 menegaskan komitmen FIB UB sebagai pelestari budaya Nusantara, sekaligus menjadikan kampus sebagai ruang bertemunya ilmu dan praktik budaya dalam semangat unggul dan berdampak. FIB terus bertransformasi menjadi pusat keilmuan dan kebudayaan, tidak hanya nasional tetapi juga bertaraf internasional,” tandas Dekan.

Pewarta: Nedi Putra AW
Editor/Publisher: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

From Java to Manila, Batik Terang Bulan Soendari Batik and Art Perkuat Diplomasi Budaya Indonesia dan Filipina

26 Juni 2026 - 21:40 WIB

Partilibur Caravan Pentas Perdana di Kota Batu, Siapkan Lebih dari 50 Musisi dan Panggung Intim di BNS

22 Juni 2026 - 10:42 WIB

Maliq & D’Essentials dan Sheila On 7 Guncang POLIPONI Malang 2026, JNE Dukung Distribusi Logistik Konser Paling Ditunggu Tahun Ini

21 Juni 2026 - 09:29 WIB

CIMB Niaga Syariah Gandeng Muhammadiyah Tebar Manfaat Kurban Hingga Pelosok Negeri

26 Mei 2026 - 10:50 WIB

Raih Omzet 100 Juta, “Lorong Waktu” Semar Tempo Doleoe Djilid 3 Hidupkan Nostalgia dan Gerakkan Ekonomi Warga

18 Mei 2026 - 09:10 WIB

Aston Inn Batu Gelar “Little Smart & Style Day”, Hadirkan Kreativitas, Edukasi, dan Keceriaan Anak

17 Mei 2026 - 19:49 WIB

Trending di EVENT & ACARA

©Hak Cipta Dilindungi !