BPBD Kabupaten Malang Intensifkan Monitoring Wilayah Rawan Kekeringan - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

OPINI · 9 Sep 2025 12:42 WIB ·

BPBD Kabupaten Malang Intensifkan Monitoring Wilayah Rawan Kekeringan


 BPBD Kabupaten Malang monitoring wilayah rawan kekeringan.(IG BPBD) Perbesar

BPBD Kabupaten Malang monitoring wilayah rawan kekeringan.(IG BPBD)

BACAMALANG.COM – Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang terus memperkuat langkah antisipatif terhadap potensi kekeringan di sejumlah wilayah. Pada Senin, 8 September 2025, tim melakukan monitoring intensif di beberapa kecamatan yang dinilai rawan, dengan hasil menunjukkan sebagian besar wilayah masih dalam kondisi aman.

Di Kecamatan Jabung, pasokan air bersih di Desa Kemiri telah terpenuhi berkat aktivasi instalasi pipa. Namun, Dusun Gunung Kunci di Desa Jabung masih menghadapi potensi kekeringan karena belum tersambung ke jaringan pipa dari Desa Kemiri.

Sementara itu, di Kecamatan Singosari, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Singosari yang beroperasi di Desa Klampok telah mencukupi kebutuhan air warga. Pemasangan pipa SPAM ke Dusun Sumbul telah rampung, sedangkan pengerjaan ke Dusun Jurang Krikil masih berlangsung.

Kecamatan Sumbermanjing Wetan juga menunjukkan hasil positif. Desa Sumberagung dilaporkan masih memiliki pasokan air yang cukup, bahkan sempat diguyur hujan ringan. Namun, Dusun Sidomukti di Desa Ringinsari menjadi perhatian khusus karena debit air di mata air, penampungan, dan sumur mengalami penurunan. Meski kebutuhan air masih tercukupi, TRC BPBD Kabupaten Malang akan terus memantau kondisi tersebut secara ketat.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang, R. Ichwanul Muslimin, menegaskan pentingnya langkah monitoring sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.

“Monitoring ini kami lakukan secara intensif agar potensi kekeringan bisa segera terdeteksi dan ditangani. Kami ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses air bersih yang layak, terutama di wilayah yang memiliki risiko tinggi,” ujar Ichwanul.

Langkah ini menjadi bukti komitmen BPBD Kabupaten Malang dalam menjaga keberlangsungan hidup masyarakat dan mencegah dampak yang lebih luas akibat kekurangan air.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

“Pokoknya Ada” dan Ilusi Partisipasi Anggaran

24 April 2026 - 11:08 WIB

Melukis Malang dalam Busana

21 April 2026 - 18:27 WIB

Refleksi Hari Kartini: Perempuan dan Pendidikan, Warisan Kartini di Era Modern

21 April 2026 - 15:29 WIB

Etika Politik yang Makin Tidak Elok

17 April 2026 - 15:54 WIB

Permisif terhadap Perubahan yang Merusak

23 Maret 2026 - 12:00 WIB

Alun-Alun Kepanjen, Ujian Administrasi Sekda, dan Pertanyaan Sunyi tentang Bank Jatim Sebagai Bank Persepsi

24 Februari 2026 - 17:01 WIB

Trending di OPINI

©Hak Cipta Dilindungi !