CHILDFREE dan FREEWILL agama memanggil tugas kemanusiaan ….. - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

OPINI · 11 Agu 2022 13:13 WIB ·

CHILDFREE dan FREEWILL agama memanggil tugas kemanusiaan …..


 CHILDFREE dan FREEWILL agama memanggil tugas kemanusiaan ….. Perbesar

Oleh : Dr Riyanto*

CHILDFREE dan FREEWILL
agama memanggil tugas kemanusiaan …..

Raja Sentanu sakit keras. Dalam tidurnya mengigau, “Setiawati, Setiawati, Setiawati …..
Tangannya melambai, meraih awang-awang.
Dewabrata, putra mahkota, faham tulisan kehidupan. Dengan santun mengatakan.
“Kecintaan hamba pada ayahanda, lamarlah Setiawati. Ananda rela untuk tidak menjadi raja !

Ruangan terasa gelap, terdengar petir menggelegar. Dewabrata sang Resi Bhisma, naik ke puncak gunung. Bersumpah, tidak akan punya anak selamanya.
Kecintaan pada ayahanda, harus mengabulkan permintaan Setiawati, kelak anak anaknya menggantikan ayahanda menjadi raja.

Hidup dalam ketidakpastian.
Hidup dalam bahaya.
Hidup itu usaha, sering menyesali diri.
Pada Tuhan dan nilai budaya mereka berlari.

Dua kondisi yang tidak bisa dihindari. Hitam – putih, baik – buruk, pedagang dan petani.
Mereka berpasangan saling menghilangkan.
Adanya daratan hilang lautan. Gelap menghilangkan terang – benderang.
Himsa dengan ahimsa, sekala dengan niskala, lingga dengan yoni.

Bagaimana sumpah bhakti Dewabrata ?
Bagaimana lingga yang tidak butuh yoni ?

Kehidupan itu budaya.
Selalu berubah.
Juga childfree bukan alamiah.
Adalah kebebasan dalam memilih.
Karya adalah anak – anak kita.

Perjumpaan ovum dan sperma, bukan ritual pernikahan.
Sex itu rekreasi, hanya mainan.
Di luar sana, kebanggaan, punya anak tanpa pernikahan.
Di luar sana bangga, tanpa anak, hanya rekreasi.

Childfree ?
Satu laki – laki, satu perempuan di kegelapan malam, yang ke tiga adalah setan.

Childfree bukan setan.
Childfree bukan tidak berdaya.
Childfree bukan keputusasaan.
Childfree bukan alamiah.
Childfree bukan pelarian.
Childfree adalah trend budaya.
Agama memanggil, untuk kembali mengemban sifat kemanusiaan.
??
Dirgahayu Republik Indonesia

*Dr Riyanto Budayawan dan Akademisi Universitas Brawijaya Malang

*Isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis

*Tulisan dibuat mengomentari sosok Gita Savitri Devi atau Gitasav dan suami Paul Andre Partohap
yang trending – kontroversi memilih childfree atau tidak ingin memiliki anak seumur hidupnya.

Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

HUT Arema ke-39: Merayakan Kebanggaan, Menolak Lupa Tragedi Kanjuruhan

11 Agustus 2026 - 01:26 WIB

Suroan Plus 17-an, Digeser Sound Horeg

10 Agustus 2026 - 09:33 WIB

Muktamar ke-35 dan Ilusi Etalase: Menatap Wajah Penggerak Anonim NU di Abad Kedua

9 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Mata Hati Semesta Tidak Bisa Dibutakan: Membangun Kembali Peradaban Integritas di Tengah Krisis Kepercayaan

3 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Refleksi Peringatan Hari Ikrar Gerakan Pramuka

30 Juli 2026 - 12:23 WIB

Bangsa dalam Lorong Krisis Sistemik: Sebuah Ulasan Kritis tentang Hukum, Ekonomi, Keadilan, dan Kerusakan Peradaban

28 Juli 2026 - 08:33 WIB

Trending di OPINI

©Hak Cipta Dilindungi !