BACAMALANG.COM — Mahasiswa asal Gondanglegi, Kabupaten Malang, Muhammad Khofi terpilih menjadi delegasi Kabupaten Malang dalam International Conference Santri Mendunia #Batch 6 yang digelar di Malaysia, Singapura, dan Thailand pada (6–11/ 8/2026).
Diketahui, International Conference Santri Mendunia (ICSM) Batch 6 adalah program konferensi internasional yang diselenggarakan oleh platform Santri Mendunia bagi para santri dan mahasiswa Indonesia. Program ini bertujuan memberikan wawasan global, pengalaman akademik, serta ruang kolaborasi internasional dengan menjelajahi tiga negara.
ICSM Batch 6 dilaksanakan pada (5 – 11/8/2026). Sebagian delegasi terjadwal berangkat pada (6 – 11/8/2026). Konferensi utama diselenggarakan di Aula Hotel Astro, Kuala Lumpur, Malaysia pada Sabtu, (8/8/2026).
Konferensi ini mengangkat tema “Disconnected Generation: Faith, Technology and the Crisis of Modern Muslim Youth”. Tema tersebut menyoroti tantangan generasi muda Muslim yang sangat terhubung secara digital namun rentan mengalami krisis sosial, kesehatan mental, dan penurunan nilai keimanan. Forum ini menghadirkan Dr. Nurul Miza Binti Mohd Rashid, akademisi dan pakar psikologi dari International Islamic University Malaysia (IIUM), serta Ahmad Widani, seorang content creator yang mengulas dinamika kehidupan digital generasi muda.
Selama program berlangsung, Muhammad Khofi, mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Universitas Al-Qolam Malang sekaligus santri Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Ganjaran ini, mengikuti berbagai agenda akademik dan kunjungan pendidikan. Di Singapura, para peserta mengunjungi Singapore Management University (SMU). Di Malaysia, mereka berkunjung ke International Islamic University Malaysia (IIUM). Pada agenda konferensi di Kuala Lumpur, Khofi mempresentasikan paper sekaligus mengikuti sesi debat. Ia juga berkesempatan mengunjungi ikon negara seperti Merlion di Singapura dan KLCC di Kuala Lumpur.
Rangkaian kegiatan delegasi meliputi pemaparan materi dari narasumber global dan presentasi paper oleh peserta dalam International Conference. Selain itu juga diadakan Focus Group Discussion (FGD) dan Debat Akademik sebagai forum bertukar gagasan dan melatih berpikir kritis. Para peserta mengikuti Campus Tour ke universitas ternama luar negeri seperti Singapore Management University (SMU) dan International Islamic University Malaysia (IIUM). Kegiatan ditutup dengan Cultural Exploration berupa kunjungan edukatif ke destinasi penting di Malaysia, Singapura, dan Thailand.
Beberapa delegasi mahasiswa Indonesia berhasil mencatatkan prestasi gemilang pada ajang ini. Delegasi IMM Kendari meraih penghargaan Best Speaker atas nama Immawati Risdawati, serta tiga penghargaan Best Group atas nama Azhar Muhadzib, Mutiara Ramadhani, dan Suwarti Setia Ningsih. Sementara itu Delegasi IAI An-Nawawi Purworejo meraih penghargaan The 3rd Best Group untuk kategori Presentasi Paper atas nama Najwatul Zahro, Mohd. Miftahurrizki, dan Fanisa Thia Rohmani. Fanisa Thia Rohmani juga berhasil meraih Top 3 Best Speakers.
“Bagi saya, konferensi ini bukan hanya tentang perjalanan ke tiga negara, tetapi tentang kesempatan untuk belajar dari banyak orang dan melihat bagaimana pendidikan, khususnya pendidikan Islam dan pesantren, berkembang di tempat lain,” ujar Khofi, kepada bacamalang, Sabtu (14/8/2026).
Khofi menyampaikan terima kasih kepada keluarga, para guru dan Kiai di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Ganjaran, serta kampusnya atas dukungan yang diberikan. Ia berharap pengalaman yang didapat bisa dibagikan dan menjadi motivasi bagi santri dan mahasiswa lain untuk terus belajar dan berani mengambil kesempatan.
Pendaftaran dan seleksi program ini ditutup pada 24 Mei 2026. Program ini menawarkan dua jalur keikutsertaan yaitu Fully Funded yang diberikan bagi peserta yang lolos seleksi beasiswa penuh dari panitia, dan Self-Funded atau Fast Track yang merupakan jalur mandiri berbayar bagi peserta yang ingin ikut serta tanpa melalui proses seleksi ketat beasiswa. Informasi lebih lanjut dan dokumentasi kegiatan dapat dilihat melalui akun resmi Instagram Santri Mendunia.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

























































