Didampingi LBH Malang, 22 Korban Developer Nakal Lapor Polisi - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 15 Mar 2021 22:33 WIB ·

Didampingi LBH Malang, 22 Korban Developer Nakal Lapor Polisi


 Didampingi LBH Malang, 22 Korban Developer Nakal Lapor Polisi Perbesar

BACAMALANG.COM – Sebanyak 22 user korban developer nakal melapor ke Satreskrim Polres Malang di Jalan A.Yani, No.1, Kepanjen, Kabupaten Malang, pada Senin (15/3/2021).

Mereka didampingi oleh advokat publik dari LBH Malang. Puluhan korban pengembang atau developer nakal mendatangi unit III Pidana Khusus Satuan Reserse Kriminal Polres Malang, guna agenda penambahan keterangan saksi yang juga selaku korban dan juga melakukan laporan baru, terkait korban lainnya atas dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh CV. Bayu Rahagi.

Mohammad Firmanto, S.E selaku salah satu korban yang juga pelapor dalam hal ini menjelaskan, bahwasanya ia dan rekannya sebanyak sembilan orang sebelumnya telah melaporkan developer nakal tersebut pada 19 Desember silam dengan nomor Laporan Polisi: B/518/XII/RES.1.11/2020/RESKRIM/SPKT Polres Malang.

“Kami selaku pembeli yang juga masyarakat kecil merasa dirugikan. Sebelumnya, juga sudah beberapa kali menempuh berbagai upaya agar pihak penjual berniat baik, akan tetapi sampai dengan saat ini belum juga ada titik terang, yang ada kami selalu diberikan harapan-harapan palsu,” ungkap Firmanto sapaan akrabnya.

Hal senada, juga di ungkapkan Johana yang bernasib sama. Dirinya menjelaskan, bahwasanya pelaporan ini kali merupakan buntut dari janji-janji palsu oleh pihak penjual, yang mana sampai saat ini tidak ada wujudnya.

“Kami didampingi oleh LBH Malang melaporkan hal ini, karena setelah sekian lama tidak ada titik terang. Semoga ke depannya, segera ada solusi dan kami berharap pelaku serupa (developer nakal) mendapatkan efek jera, agar dikemudian hari tidak timbul korban-korban lainnya,” tukas Johana.

Sementara itu, Yuli Alifiyah, S.H., M.Hum selaku advokat publik LBH Malang bersama Rohmat Basuki, S.H yang juga paralegal LBH Malang, bertekad untuk mengawal perkara ini sampai tuntas, dan juga sebagai tindakan pencegahan menekan maraknya pengembang nakal khususnya di wilayah Malang Raya.

“Dalam hal ini, kami melaporkan pihak penjual yang mana berdasarkan alat bukti yang cukup dan serentetan fakta peristiwa, telah melakukan dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan. Semoga, nantinya perkara ini segera menemukan titik terang dan bagi para korban mendapat keadilan, serta pelaku juga mendapatkan efek jera”, tuturnya saat mendampingi para korban.

Ditemui di Balai Keadilan LBH Malang Jalan Dewandaru, No.4, Kota Malang, Ketua LBH Malang, Andi Rachmanto, S.H menyampaikan, bahwanya para pelaku pengembang nakal yang saat ini sedang marak khususnya diwilayah Malang Raya, dapat juga dijerat dengan Pasal 154 UU. No.1 tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman.

“Maraknya pelaku pengembang nakal di Malang Raya yang mayoritas tidak mengantongi izin itu layak dapat dijerat dengan UU No. 1 tahun 2011 pasal 154 yang berbunyi: ‘setiap orang yang menjual satuan lingkungan perumahan atau lisiba yang belum menyelesaikan status hak atas tanahnya sebagaimana dimaksud dalam pasal 137, dipidana dengan pidana 5 tahun atau denda paling banyak Rp. 5.000.000.000’, dan sudah menjadi kewajiban para aparat penegak hukum untuk pelakukan penindakan dan juga pencegahan”, tegas Ketua LBH Malang masa bhakti 2019 – 2024 ini.

Sementara itu, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya, Bidang Perumahan Kabupaten Malang melalui staffnya Tegar Wicaksana, S.T juga menanggapi surat dari LBH Malang tertanggal 23 Pebruari lalu terkait permasalahan tersebut.

“Bahwasanya CV. Bayu Rahagi tidak pernah mengurus pengesahan site plan perumahan di Dinas Perumahan, dan ke depannya masyarakat lebih selektif dalam membeli rumah atau bisa konfirmasi terlebih dahulu ke Dinas terkait kelengkapan perizinannya. Ya, minimal harus mengetahu terkait site plan, kepemilikan (AJB, SHM, SHGB, atau pelepasan hak), tandas Tegar. (Eko).

Artikel ini telah dibaca 66 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Gagal Bobol Kasir Toko di Tumpang, Pria Diringkus Warga

18 Agustus 2026 - 20:04 WIB

Sempat Istirahat Lalu Ambruk Lagi, Pesepeda Turen Meninggal Saat Menuju JLS

18 Agustus 2026 - 19:54 WIB

Refleksi Kemerdekaan, Program Doktoral Sosiologi UMM Hadirkan Para Tokoh Agama untuk Rawat Persatuan Bangsa

18 Agustus 2026 - 16:13 WIB

Motor Mahasiswi Raib di Gang Galunggung, Pelaku Curi Scoopy Hanya Butuh Dua Menit

18 Agustus 2026 - 10:13 WIB

AH PEK FUN RUN 3K Ajak Warga Malang “Lari Bareng, Merdeka Bareng”

18 Agustus 2026 - 09:09 WIB

Jelang HUT ke-14, BeSS Resort & Waterpark Malang Hadirkan Dream Forest untuk Kenalkan Alam kepada Anak

18 Agustus 2026 - 08:54 WIB

Trending di EVENT & ACARA

©Hak Cipta Dilindungi !