Disaksikan Ribuan Gen 26, UMM Tegaskan Transformasi Kampus dari Pusat Ilmu Menjadi Pencipta Solusi - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 9 Sep 2026 10:45 WIB ·

Disaksikan Ribuan Gen 26, UMM Tegaskan Transformasi Kampus dari Pusat Ilmu Menjadi Pencipta Solusi


 Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia sekaligus Sekretaris Badan Pembina Harian (BPH) UMM, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd.; Penasihat Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Haji sekaligus Ketua BPH UMM, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP.; dan Rektor UMM, Prof. Nazaruddin, saat peluncuran ESC. (ist) Perbesar

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia sekaligus Sekretaris Badan Pembina Harian (BPH) UMM, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd.; Penasihat Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Haji sekaligus Ketua BPH UMM, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP.; dan Rektor UMM, Prof. Nazaruddin, saat peluncuran ESC. (ist)

BACAMALANG.COM — Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjawab persoalan nyata di masyarakat. Langkah itu ditandai dengan peluncuran Excellent Solution Center (ESC) di hadapan ribuan mahasiswa baru dalam rangkaian pembukaan Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) UMM 2026 di Hall Dome UMM, Selasa (8/9/2026).

ESC menjadi bagian dari momentum penyambutan mahasiswa baru UMM atau Gen 26. Kehadirannya sekaligus menandai arah baru pengembangan ekosistem kampus yang mendorong sivitas akademika tidak berhenti pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi mampu melahirkan inovasi, membangun kemandirian, serta menciptakan karya yang memberikan dampak.

Melalui ESC, UMM ingin memperkuat transformasi dari sekadar knowledge provider menjadi problem solving institution. Kampus didorong menjadi pusat penyedia solusi unggul dan inovatif berbasis ilmu pengetahuan untuk menjawab berbagai tantangan di masyarakat, dunia industri, pemerintahan, hingga komunitas global.

Ekosistem ESC ditopang tiga pilar utama

Pertama, Service Excellent Hub, yang berfungsi sebagai pusat layanan terpadu dengan mengintegrasikan sumber daya dan teknologi, termasuk menyediakan pendampingan bagi mahasiswa.

Kedua, Industry Solution Partner (ISP) yang menjadi penghubung antara kepakaran, inovasi, serta fasilitas laboratorium UMM dengan kebutuhan dunia industri.

Ketiga, Innovation & Talent Incubator, yang diarahkan sebagai ruang pengembangan talenta sekaligus akselerator hilirisasi inovasi agar karya sivitas akademika dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

Peluncuran ESC juga diwarnai pesan penting dari Penasihat Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Haji sekaligus Ketua Badan Pembina Harian UMM, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP.

Di hadapan mahasiswa baru, Muhadjir mendorong Gen 26 membangun lima kemampuan utama yang dikenal dengan konsep 5C, yakni Critical Thinking, Creativity and Innovation, Communication Skill, Collaboration, dan Confidence.

Menurutnya, kemampuan tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa agar tidak hanya memiliki prestasi akademik, tetapi juga mampu menghasilkan gagasan, mengembangkan kreativitas, dan menyampaikan pemikiran secara efektif.

“Yang kedua adalah Creativity and Innovation. Berpikir kreatif, berkarya, berinovasi. Kalau otak kita kreatif, karya kita akan inovatif,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kemampuan komunikasi. Mahasiswa UMM, kata Muhadjir, harus mampu menyampaikan gagasan dengan baik, baik melalui komunikasi lisan maupun tulisan.

“Mahasiswa UMM harus pandai berbicara, tentu saja pembicaraan, bicara yang baik, bukan asal bicara. Dan juga harus bisa menulis,” tegasnya.

Pesan serupa disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia sekaligus Sekretaris Badan Pembina Harian UMM, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd.

Fauzan mengingatkan mahasiswa baru bahwa memasuki dunia perguruan tinggi bukan sekadar perubahan status dari siswa menjadi mahasiswa. Lebih dari itu, proses tersebut harus diikuti perubahan pola pikir dan pembentukan karakter.

Mahasiswa dituntut mulai membangun sikap mandiri, pekerja keras, serta konstruktif. Ia menggambarkan proses pendidikan tersebut seperti transformasi ulat menjadi kupu-kupu.

“Saudara saat ini barangkali masih masuk menjadi kepompong. Tetapi 4 tahun yang akan datang Saudara akan menjadi kupu-kupu,” ungkapnya.

Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menegaskan identitas Gen 26 melalui semangat “UMM Gen 26: Excellent, Solution, Future.”

Semangat tersebut menjadi penanda bahwa mahasiswa baru UMM tidak hanya dipersiapkan untuk menuntaskan pendidikan tinggi, tetapi juga diarahkan menjadi generasi yang mampu menghadirkan solusi, menciptakan inovasi, dan memberikan dampak bagi lingkungan sekitarnya.

Dengan peluncuran ESC, UMM menempatkan mahasiswa sebagai bagian penting dari ekosistem kampus yang berorientasi pada keunggulan, solusi, dan masa depan.

Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Resmi Dicatat Kementerian Hukum, Buku Dosen UWG Angkat Relevansi Pancasila di Era AI

8 September 2026 - 18:09 WIB

Usung Pesan Kemanusiaan dan Ramah Lingkungan, Flashlight Mob Gen. 26 Warnai PESMABA UMM 2026

8 September 2026 - 13:11 WIB

Peringati Maulid Nabi di Wagir, Anwar Zahid Sampaikan Kisah Turunnya Surat Al-Mu’awwidzatain jadi Penyembuh Rasulullah saat Terkena Sihir

7 September 2026 - 15:59 WIB

Saat Kemarau Panjang, Relawan di Lawang Rawat Pohon dengan Batang Pisang dan Sediakan Air untuk Burung

6 September 2026 - 11:21 WIB

Dari Sampah Jadi Suvenir, Mahasiswa UMM Ciptakan Mesin Pengolah Plastik untuk Kampung Biru Arema

5 September 2026 - 13:58 WIB

BMKG Karangkates Catat 134 Kejadian Gempa Bumi dalam Sepekan, 3 Dirasakan Warga

4 September 2026 - 17:26 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !