BACAMALANG.COM — Upaya mengurangi sampah plastik di lingkungan kampus terus dikembangkan Universitas Brawijaya (UB) melalui program UB Green Campus. Salah satunya dengan menggandeng iLitterless Indonesia untuk menghadirkan Reverse Vending Machine (RVM), mesin pengumpul botol plastik yang dilengkapi teknologi Internet of Things (IoT) dan sistem reward bagi siviitas akamedika dan masyarakat yang menyetorkan sampah.
Mesin yang sebelumnya dikenal sebagai MOBI-RS 3.0 ini dipamerkan di Booth UBGC depan FILKOM UB, dalam rangkaian Open House dan puncak penutupan Raja Brawijaya, Sabtu (29/8/2026).
RVM ini merupakan hasil kolaborasi antara UPT UBGC sebagai institutional partner dan iLitterless Indonesia sebagai technology developer sekaligus ecosystem enabler, dan dirancang pula untuk menghadirkan solusi pengelolaan sampah plastik yang modern dan interaktif bagi sivitas akademika UB.
Prof. Neneng dari UBGC menyampaikan bahwa upaya ini menjadi langkah strategis dalam mewujudkan ekosistem kampus yang berkelanjutan.
“Inisiatif ini merupakan bagian dari penguatan komitmen kampus hijau,” jelas guru besar Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem Universitas Brawijaya (FTAB UB) ini.
Sementara itu, Education and Outreach Officer iLitterless Indonesia, Nina Amelia, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi langkah untuk membangun kebiasaan memilah sampah sekaligus meningkatkan kesadaran sivitas akademika terhadap persoalan sampah plastik.
“RVM ini khusus untuk botol plastik dan sudah dilengkapi dengan IoT serta reward bagi teman-teman yang setor. UB Green Campus nantinya berperan sebagai institusi yang mengaktivasi RVM ini di kawasan kampus,” jelas Nina.
Nina menambahkan, melalui keberadaan RVM, mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, maupun keluarga besar UB diharapkan terbiasa memilah sampah sejak dari sumbernya. Botol plastik yang dikumpulkan selanjutnya tidak berhenti pada proses pengumpulan, tetapi akan masuk dalam ekosistem pengelolaan sampah yang dibangun bersama iLitterless.
Ia menjelaskan, iLitterless tidak hanya menyediakan mesin, tetapi juga mendukung keseluruhan ekosistem RVM, mulai dari kampanye, edukasi, pengambilan sampah, hingga proses pengelolaan dan daur ulang.
“Dari pengalaman iLitterless, adanya drop box sampah tidak bisa berjalan kalau kampanyenya tidak aktif. Jadi harapannya kami bisa membantu kampanye, menyampaikan bahwa ada RVM, teman-teman bisa setor dan mendapatkan reward,” ujarnya.
Kolaborasi pengadaan RVM ini menjadi bentuk kerja sama yang lebih konkret antara iLitterless Indonesia dan UB. Sebelumnya, kedua pihak telah beberapa kali berkolaborasi dalam berbagai kegiatan edukasi, termasuk menghadirkan narasumber.
Namun, pengadaan RVM menjadi kolaborasi pertama yang menghadirkan sistem pengelolaan sampah secara lebih menyeluruh di lingkungan kampus.
“Kalau dengan UB, iLitterless sudah sering berkolaborasi, tetapi sifatnya lebih ke kolaborasi unofficial seperti menjadi pemateri dan lain-lain. Untuk pengadaan Reverse Vending Machine ini merupakan kolaborasi pertama kami dengan UB,” kata Nina yang terlah bergabung dengan iLitterless sejak tahun 2022 ini.
Dalam tahap awal, satu unit RVM telah diaktivasi. Selanjutnya, akan ada tiga unit tambahan sehingga total terdapat empat RVM yang ditempatkan di sejumlah titik kawasan UB.
Kehadiran RVM tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi fasilitas tempat menyetorkan botol plastik. Lebih jauh, mesin ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya baru di lingkungan kampus, yakni memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik, serta memastikan sampah yang terkumpul dapat dikelola kembali.
Botol plastik yang telah terkumpul nantinya akan dijemput oleh iLitterless untuk kemudian dikelola dan didaur ulang.
“Jadi secara keseluruhan ekosistem, iLitterless berperan di situ. Kami melakukan campaign, pengambilan sampah yang sudah terkumpul, kemudian mengelola dan mendaur ulangnya,” pungkas Nina.
Melalui kolaborasi tersebut, UB Green Campus dan iLitterless Indonesia tidak hanya menghadirkan teknologi pengelolaan sampah, tetapi juga mendorong perubahan perilaku sivitas akademika agar semakin terbiasa memilah, mengurangi, dan mendaur ulang sampah plastik dari lingkungan kampus.
UB Green Campus juga berkomitmen membangun lingkungan Universitas Brawijaya yang berkelanjutan, sementara iLitterless Indonesia hadir mengembangkan teknologi serta ekosistem pengelolaan sampah berbasis insentif untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG 12 & SDG 13).
Pewarta/Editor: Nedi Putra AW




















































