BACAMALANG.COM – Anggota DPRD Kabupaten Malang dari Fraksi Partai Gerindra, Zia’ul Haq, mengapresiasi pembangunan Satpas Prototype Polres Malang di Dusun Tegaron, Desa Panggungrejo, Kecamatan Kepanjen.
Pria yang akrab disapa Zia itu mengatakan, pembangunan Satpas Prototype di Kepanjen akan membawa dampak positif yang dirasakan oleh masyarakat secara langsung. Ditambahkannya, aksesibilitas masyarakat akan jauh lebih mudah dalam kepengurusan SIM dengan adanya Satpas Prototype tersebut.
“Perputaran ekonomi di Tegaron akan berkembang. Kalau Kabupaten Malang bagian Utara tetap bisa mengurus di bekas Polwil (Satpas Singosari), yang Kabupaten Malang bagian Selatan bisa mengurus di Tegaron,” kata Zia, Rabu (19/7/2023).
Sekretaris DPC Gerindra Kabupaten Malang menjelaskan, pembangunan Satpas Prototype itu sudah sesuai dengan keinginan DPRD Kabupaten Malang. Terlebih lagi, Zia bilang, keberadaan Satpas Prototype sangat bermanfaat jika melihat wilayah Kabupaten Malang yang begitu luas.
“Permohonan tanah untuk Satpas, DPRD memang merekomendasikan di Tegaron agara ekonomi di daerah tersebut berkembang. Dulu sebenarnya diajukan di sebelah Pengadilan Negeri Kepanjen. Tetapi kemudian DPRD merekomendasi di Tegaron dengan alasan tanah kabupaten ada di situ,” jelasnya.
Sebagai informasi, pembangunan fasilitas Satpas dengan teknologi 4.0 ini ditujukan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Nantinya, warga Kabupaten Malang yang akan mengurus administrasi SIM dapat memangkas jarak tempuh menuju kantor Satpas yang selama ini terpusat di Singosari.
Progres pembangunan gedung Satpas Protoype yang dimulai sejak awal tahun 2023 kini sudah memasuki tahap pemasangan tiang baja sebagai struktur penguat bangunan. Pembangunan fasilitas ini terus dikebut dan diperkirakan sudah mencapai 20 persen.
Nantinya, kantor Satpas yang baru akan memiliki standar pelayanan SIM baik praktik, teori, ruang tunggu, ruang terima, dalam satu lingkungan. Beberapa fasilitas pendukung lain juga akan melengkapi gedung yang baru, mulai ruang pencerahan sebelum mengikuti ujian teori hingga adanya perpustakaan, ruang menyusui hingga fasilitas untuk penyandang disabilitas.
Satpas SIM Prototype ini dibangun secara modern dengan menggunakan teknologi FIFO (First in First out) Integrated System. Dengan teknologi FIFO Integrated System ini, diharapkan dapat memberikan pelayanan lebih baik.
Pemohon SIM diharapkan dapat merasa lebih nyaman, teratur, tertib, transparan, dan bebas pungli. Seluruh informasi seperti jumlah pemohon SIM yang hadir, pemohon yang lulus dan tidak, serta jumlah PNPB akan diketahui secara langsung saat itu juga karena terkoneksi dengan sistem online di Satpas SIM pusat di Korlantas Polri.
Pewarta : Dhimas Fikri
Editor/Publisher : Aan Imam Marzuki




















































