BACAMALANG.COM – Ribuan jamaah tumpah ruah menghadiri Acara Bersholawat dan Ngaji Bersama di Desa Ganjaran Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, dihadiri Gus Iqdam, baru-baru ini. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan tausiyah 3 kunci bahagia.
Suasana khidmat dan sakral tercipta dari acara kolosal yang didukung CV. Sayapmas Nusantara, serta dihadiri Bupati Malang Drs. H. M Sanusi M.M, Wakil Bupati Malang, Drs. H. Didik Gatot Subroto, S.H, M.H, Camat dan Muspika Gondanglegi.
Pendakwah muda yang sedang naik daun Agus Muhammad Iqdam Kholid atau dikenal Gus Iqdam menyampaikan tentang 3 kunci bahagia menurut Imam Ghazali di dalam Kitab Ihya Ulumuddin, yaitu selalu bersyukur, terus bersabar dan istiqamah istighfar.
“Kuncinya yaitu selalu bersyukur, terus bersabar dan istiqamah istighfar. Ternyata adanya majelis seperti ini cukup penting untuk kita bisa membangkitkan rasa syukur,” terangnya.
Dikatakannya, jamaah bisa saling bertegur sapa dan bisa mengetahui ternyata ada tetangganya yang lebih istiqamah darinya.

Ribuan jamaah tumpah ruah menghadiri Acara Bersholawat dan Ngaji Bersama di Desa Ganjaran Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, dihadiri Gus Iqdam. (Gus Iqdam Official YouTube)
“Terjadi dialog dan silaturahmi yang akhirnya menimbulkan rasa syukur ternyata masih banyak orang yang lebih menderita dari dirinya,” tukasnya.
Seperti dalam pengajian yang biasanya digelar, ia selalu menyapa (mengabsen) jamaah yang hadir, bertanya jawab, dan mengakhiri dengan saling mendoakan serta tak lupa memberi sejumlah bingkisan dan rezeki lainnya.
Untuk diketahui, Agus Muhammad Iqdam Kholid atau dikenal Gus Iqdam lahir di Blitar, 27 September 1993, adalah pendakwah muda NU, pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikam II di Desa Karanggayam, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, dan pendiri Majelis Ta’lim Sabilu Taubah.
Gus Iqdam merupakan anak terakhir dari pasangan KH Kholid dan Lam’atul Walidah. Gelar Gus yang disematkan untuknya juga merupakan andil menjadi cucu kiai kharismatik, Romo Kiai Zubaidil Abdul Ghofur.
Pria yang kerapkali berceloteh guyon “Garangan” dan “Dekengan Pusat” ini, merupakan santri istimewa alumnus Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri asuhan Gus Kautsar, putra dari KH Nurul Huda Djazuli, Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah, Ploso Kediri.
Karena hal tersebut Gus Iqdam juga menjadi otomatis menjadi santri dari KH Nurul Huda Djazuli.
Pewarta : Hadi Triswanto
Editor/Publisher : Aan Imam Marzuki




















































