Harga Telur Melambung, Nelly: Peternak Bisa Bermitra dengan Petani Jagung

Ketua DPD Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Kota Malang, Laily Fitriyah Liza Min Nelly. (ist)

BACAMALANG.COM – Harga telur melambung di Kota Malang, per 23 Agustus 2022 harga telur ayam di tingkat eceran Rp 31 ribu per kilogram dan di Kota Malang dari Rp 21-22 ribu, menjadi Rp 26 ribu sampai Rp 30 ribu per kilogram.

Menanggapi hal ini, Ketua DPD Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Kota Malang, Laily Fitriyah Liza Min Nelly memberikan masukan dan solusi, Senin (29/8/2022).

“Harga telur naik mungkin karena dipicu naiknya harga pakan ayam. Salah satu penyebab harga telur melejit karena harga pakan ayam yang meningkat hingga 27 persen. Sementara harga jagung meningkat 30 persen. Meningkatnya harga jagung ini terlepas dari harga pupuk yang meningkat 20 persen,” tutur Laily Fitriyah Liza Min Nelly.

Ia menjelaskan hubungan antara harga telur dengan kondisi pasca pandemi. Dikatakannya penyebab lain melambungnya harga telur karena Indonesia sedang dalam kondisi new normal pasca pandemi Corona.

Sehingga ekonomi belum sepenuhnya pulih. Fenomena ini pun membawa dampak pada harga pangan, termasuk harga telur.

” Sikon ini tentunya sangat berdampak dimana ini rekor dalam 5 tahun ini telor dengan harga tertinggi baru sekarang. Semoga harga telur cepat turun dengan turunnya harga pangan ternak,” paparnya.

Ia mengungkapkan beberapa jalan keluar (solusi). Ditegaskannya solusi jangka menengah dan jangka panjang yakni agar peternak bisa menanam jagung sendiri di wilayahnya. Bisa juga bermitra dengan petani jagung dan bisa menyiapkan stok untuk menjadi bahan baku secara berkelanjutan.

“Seperti pabrik pakan itu punya gudang yang mampu menampung stok hingga tiga bulan berikutnya,” pungkasnya.(had)