BACAMALANG.COM – Sikap kasih sayang yang terwujudkan dalam bentuk solidaritas untuk saling membantu menjadi penguat tali silaturahmi kemanusiaan yang kekal dan mengagumkan.
Pegowes ‘Justice for Kanjuruhan’ Narendra Wicaksono yang telah tiba di Turki memulai kisah perjalanan dengan penuh semangat dan bertenaga.
Dalam sebuah vlognya sembari bersepeda, Narendra mengatakan, meski berpuasa namun harus tetap semangat beraktivitas.
“Yah kawan-kawan, meski berpuasa Arofah, kita harus tetap semangat beraktivitas,” tuturnya.
Narendra melaksanakan ibadah Salat Jumat sehari menjelang perayaan Iduladha, di Masjid Eyüp Sultan.
“Menyambut Jumat yang sejuk, dingin dengan semilir angin musim panas membawa harum semerbak wangi Bunga Lavender membawa jejak kaki melangkah menuju Masjid Eyüp Sultan untuk menegakkan Salat Jum’at,” tulis Narendra di postingan IG-nya.

Pegowes ‘Justice for Kanjuruhan’ Narendra Wicaksono berfoto di pelataran Masjid Eyüp Sultan.(IG Narendra)
Tepat di samping masjid terdapat makam sahabat baginda Rasulullah SAW, beliau adalah Yang mulia Tuan Abu Ayyub Al Anshari bin Zaid bin Kulaid bin Malik bin An Najar.
Beliau adalah sahabat Rasulullah dari kaum Anshar yang pertama kali menerima Rasulullah SAW saat hijrah menuju Madinah.
Beliau adalah sahabat yang senantiasa menjamu dan menyayangi Rasulullah dengan menghidangkan makanan yang lezat.
Beliau adalah sahabat yang memberi tumpangan tempat tinggal bagi Rasulullah selama 7 bulan melewati masa-masa sulit dalam peperangan.
“Tiba-tiba air mata haru mengalir, saya teringat dan mengingat wajah setiap saudara dan sahabat di pulau Jawa, pulau Sumatera, Pulau Batam, Negara Malaysia, Thailand, India dan Turki, yang mempersilakan saya singgah dalam perjalanan ini memberikan tempat istirahat, makanan, minuman, pakaian dan buah-buahan,” tukas Narendra.
Selanjutnya Narendra juga memanjatkan doa agar kebaikan mereka diganjar dengan pahala yang berlipat.
“Ya Allah Ya Rasulullah, berikanlah kebaikan bagi kemuliaan dan
kedermawanan mereka dan ganjarlah dengan pahala yang berlipat ganda,” tuturnya.
Dalam unggahannya di Instagram Narendra juga berterima kasih kepada teman yang telah membantu. Selain itu, ia juga menuliskan tentang perjuangan Abu Ayyub Al Anshari.
“Terima kasih untuk kalian, Aku Rindu pada kalian. Abu Ayyub Al Anshari adalah simbol dari sebuah konsistensi bahwa pada usia 80 tahun beliau masih sangat bersemangat untuk berjihad melakukan penaklukan Konstantinopel walaupun pada akhirnya harus syahid dan meninggalkan wasiat untuk dimakamkan di titik terdekat dari garis pertahanan musuh. Subhanallah, Allahuakbar,” tulis Narendra.
Seperti diketahui, dalam berita sebelumnya, Narendra Wicaksono telah memulai perjalanan bersepeda dari Klaten menuju Makkah, sambil menuntut keadilan bagi korban Tragedi Kanjuruhan dan kini, Narendra telah tiba di Turki.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor/Publisher: Aan Imam Marzuki




















































