Kebangkitan Otomotif Anak Negeri, Fin Komodo Asyik untuk Wisata Offroad

Bersemangat dan antusias merasakan sensasi offroad naik Fin Komodo. (ist)

BACAMALANG.COM – Tak patah arang, meski menghadapi berbagai tantangan pengembangan di dalam negeri, industri otomotif anak bangsa lewat produk otomotif Fin Komodo kini semakin eksis menjadi sarana wisata offroad.

“Alhamdulillah produk mobil offroad Fin Komodo sampai hari ini bisa terus bertahan di tengah banyaknya produk import sejenis. Kami berusaha untuk terus berinovasi, dan berkat doa seluruh masyarakat juga, Fin Komodo kini mulai banyak diminati oleh pebisnis pariwisata yang menawarkan sensasi wisata offroad,” tegas Direktur Utama PT Multiverse Offroader Nusantara, authorized dealer Fin Komodo yang berhomebase di Kota Malang, Rofiq Machmoed, kepada BacaMalang.com, Selasa (20/11/2023).

Untuk diketahui, saat ini wisata offroad menjadi salah satu alternatif potensi wisata petualangan yang diprediksi berkembang pesat di Nusantara, karena karakteristik alam yang kaya dengan variasi kontur, bentang alam (gunung, pegunungan, lembah, ngarai, bukit, perbukitan, daratan tinggi, dataran rendah, sungai, pantai, sampai patahan dan lipatan).

Tren wisata petualangan offroad ini ternyata juga banyak dirasakan oleh para stakeholders pariwisata Banyuwangi yang berkumpul di Osing Wonderland, Desa Gumuk, Kecamatan Licin, Banyuwangi, dimana Sabtu (18/11/2023), dilakukan uji coba test drive mobil Fin Komodo.

Sekilas info, Fin Komodo merupakan produksi dalam negeri, dan sudah sekitar 90% komponennya dibuat di Indonesia.

Nama Fin berasal dari singkatan “Formula Indonesia”, sedangkan nama Komodo digunakan sebagai bentuk apresiasi terhadap keberadaan reptil langka endemik asli Nusantara.

Manajemen Osing Wonderland berfoto bersama usai test drive Fin Komodo. (ist)

Mobil offroad ini diproduksi sejak tahun 2008 oleh PT Fin Komodo Teknologi, perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang rekayasa dan teknologi.

Perusahaan yang bermarkas di Kota Cimahi Jawa Barat ini berpengalaman dalam bidang design dan analisa pesawat terbang, otomotif, simulator, dan integrasi sistim otomasi.

Sebelum mengembangkan mobil offroad, Ir. H. Ibnu Susilo, sang perancang Fin Komodo, mempunyai track record mengagumkan menjadi perancang pesawat terbang N-250, produksi PT Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN).

Mobil Fin Komodo merupakan mobil jenis cruiser, yang sangat lincah dan handal dalam penggunaannya sebagai kendaraan penjelajah, khususnya untuk aktivitas offroad yang ramah untuk keluarga dan tetap mudah dioperasikan pada medan pegunungan dan dataran dalam kondisi jalanan tanah, batu, dan berlumpur, bahkan mampu melibas tanjakan maupun kemiringan 45 derajat dengan aman.

Dikatakannya, Fin Komodo dibuat dengan menggunakan metode perancangan pesawat terbang, dalam desain aerodinamika, kalkulasi endurance rangka, dan lain-lain, sehingga dengan mesin yang hanya 250 cc, mobil ini irit dalam konsumsi bahan bakar, dimana satu liter bensin berjarak tempuh 20 km.

Fin Komodo yang bertransmisi matic sangat mudah dioperasikan oleh siapa saja, tinggal mengemudikan dan menginjak gas atau rem.

Hal ini terbukti dalam acara test drive di Osing Wonderland ini, kaum wanita ikut menjajal mengemudikan Fin Komodo dan sama sekali tidak mengalami kesulitan yang berarti, walaupun baru pertama kali mengemudikan mobil offroad ini.

Ia menuturkan, saat ini, di tengah gempuran masuknya berbagai jenis produk kendaraan offroad import, Fin Komodo menjadi satu-satunya mobil offroad produksi dalam negeri, dengan pasokan bahan baku dan suku cadang yang merupakan hasil produksi lebih dari 90 usaha kecil menengah (UKM) dari berbagai daerah di Indonesia.

Melalui kegiatan test drive ini, ia berharap Fin Komodo dapat menjadi salah satu sumbangsih anak bangsa yang bernilai, bagi pengembangan dunia pariwisata di tanah air, khususnya untuk memperkaya ragam kegiatan wisata petualangan.

Sementara itu, Direktur PT. Holistik Nusantara Group, Novita Komalasari, turut memberikan apresiasi positif.

“Medan test drive di sini berkontur, perpaduan perbukitan dan lembah, berupa kebun, sawah, sampai sungai. Tapi saya tidak mengalami kesulitan mengemudikan Fin Komodo di sini,” tuturnya.

Direncanakan Fin Komodo akan menjadi salah satu menu wisata petualangan andalan di Osing Wonderland, bersama beberapa aktivitas lainnya seperti cycling, ATV, dan beragam wisata edukasi perkebunan dan peternakan.

Pada kesempatan yang sama, Pelaku aktivitas community based tourism dari Perkumpulan Hidora (Hiduplah Indonesia Raya) Bachtiar Djanan, ikut melakukan test drive dan memberikan support.

“Data dari Badan Pariwisata Dunia, UNWTO (United Nation World Tourism Organization), menyebutkan bahwa wisata petualangan tumbuh paling cepat di antara produk industri pariwisata yang lain,” ungkapnya.

Selanjutnya dijelaskan oleh Bachtiar, bahwa ATTA (Adventure Travel Trade Association) merilis data bahwa sepanjang tahun 2022 jumlah peminat untuk wisata petualangan justru lebih didominasi oleh kaum perempuan, yaitu sebesar 51%, sedangkan untuk wisatawan pria sebanyak 47%.

Dituturkannya, dari data tersebut menunjukkan tingginya animo wisata petualangan, dengan segmen pasar terbesar kaum perempuan.

Hal ini selaras dengan karakter mobil offroad Fin Komodo, yang ternyata cukup mudah dioperasikan oleh siapapun, termasuk perempuan. Ini adalah potensi ceruk pasar yang besar.

Ia menyebutkan hal ini sebuah potensi yang juga cukup layak untuk dipertimbangkan, bahwa wisata petualangan offroad bisa menjadi salah satu alternatif wisata yang cukup potensial untuk dikembangkan oleh desa-desa wisata di daerah pegunungan dan perbukitan, tanpa perlu banyak merubah bentang alam, namun punya daya tarik yang sangat kuat. Ini cukup masuk akal untuk dilakukan, melalui skema pengelolaan pariwisata oleh Pokdarwis dengan permodalan usaha dari BUMDES yang berasal dari Dana Desa.

Bagi pembaca yang berminat memesan Fin Komodo bisa mampir di IG : finkomodo.id, website :
Www.finkomodo.com

Halaman Beranda


dan WA : 08112240205.

Pewarta : Hadi Triswanto
Editor/Publisher : Aan Imam Marzuki