Kembangkan Usaha Donat Kentang Kala Pandemi - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

KULWIS · 6 Okt 2020 11:00 WIB ·

Kembangkan Usaha Donat Kentang Kala Pandemi


 Kembangkan Usaha Donat Kentang Kala Pandemi Perbesar

BACAMALANG.COM – Maraknya pandemi tak berarti patahnya semangat dalam mengelola sebuah usaha.

Anti Pandemi, itulah sekilas penilaian dari keuletan dua saudara kembar Azmi Habibi dan Kiko Harmoko dalam mengelola usaha Donat berbahan utama Kentang (DK / Donat Kentang) yang kini semakin eksis dan maju.

Layaknya timwork, dalam usaha ini, saudara kembar ini berbagai tugas. Kiko Harmoko bertugas mengolah bahan dan membuat sampai jadi. Sementara Azmi lebih sering bertugas mengirimkan pesanan donat sesuai lokasi masing-masing.

“Alhamdulillah usaha Kami semakin maju. Kini Kami terus melakukan pengembangan agar semakin banyak pelanggan,” tegas Azmi Habibi, Selasa (6/10/2020).

Mengumpulkan Gaji

Sebelumnya, Azmi ikut bekerja dengan orang untuk pembuatan tahu susu. Namun karena ingin terus berkembang dan maju, Azmi memutuskan untuk membuka usaha sendiri menggeluti usaha pembuatan donat home industri.

Azmi mengatakan, dirinya memulai usaha dengan produk yang dinamakan DONATOLLE pada tahun 2019.

Untuk membuat donat, dilakukan secara bersama-sama melibatkan saudara dan keluarga.

Azmi menceritakan, dana untuk usaha donat berasal dari menabung dan mengumpulkan dari hasil kerja selama ikut kerja membuat tahu susu.

Sederhana dan Banyak Varian

Agar efisien, ia mengelola donat menggunakan alat sederhana yaitu panci untuk mencampur adonan, wajan untuk menggoreng dan tentunya kompor gas.

“Kami mengerjakan DK tidak menggunakan peralatan masak modern. Namun sederhana saja,” papar Azmi.

Untuk sekarang ia sudah bisa menghabiskan bahan adonan DK seberat 4 kilogram dalam sehari tergantung jumlah orderan.

“Alhamdulillah sekarang terus bertambah jumlah orderan. Yaitu bisa sampai menghabiskan bahan 4 kilogram bahkan lebih dalam sehari,” terang Azmi.

Aneka DK ini dijual dengan beragam toping. Yaitu meliputi : Cappucino, messes coklat/kuning, blueberry, keju, tiramisu, messes warna-warni, coklat, kacang, strawberry, oreo, green tea, choco chip ball chips, banana, sprinkle, Vanilla, kacang almond, dan gula halus.

“Harga kami patok Rp 30 ribu isi 12 donat, request bebas topping,” papar Azmi.

Sistem Penjualan

Untuk penjualan DK dijual dengan sistem online dan offline. Azmi menuturkan, pihaknya melayani pesanan sampai luar Kota Malang yaitu Kabupaten Malang.

“Kami biasa melayani permintaan donat sampai Bululawang, Batu, Karang Ploso, dan Pakis,” jelas Azmi.

Dalam sehari omset bisa mencapai Rp 500.000. Dalam sehari donat bisa laku kurang lebih 150 biji tergantung orderan.

“Omset tergantung banyak sedikit orderan. Kalau full orderan bisa Rp 500 ribu lebih,” papar Azmi.

Azmi mengatakan, kendala bisnis DK adalah dalam pemasaran online belum bisa bisa luas jangkauannya. “Kendalanya pemasaran online, belum bisa luas jaringannya,” urai Azmi.

Azmi menjelaskan, dirinya melayani pembeli banyak yang pesan, ketimbang yang beli langsung di rumahnya.

Pembeli berasal dari semua kalangan. Sebagian besar berasal dari kalangan . rumah tangga.

“Pembeli sebagian besar adalah eceran. Tapi untuk pembeli yang langsung datang ke rumah juga banyak.
Ya orang kampung sini sendiri,” tukas Azmi.

Terkait ongkir, Azmi mengatakan maksimal Rp 10.000 tergantung jarak. Namun dirinya membebaskan ongkir untuk pelanggan setia. “Paling besar ongkir cuma Rp 10 ribu. Tapi kalau pelanggan loyal ya free ongkir,” jelas Azmi.

Anti pandemi

Azmi bersyukur karena adanga pandemi tidak mempengaruhi usaha yang dijalankan. “Alhamdulillah meski ada pandemi, usaha donat tidak berpengaruh,” terang Azmi.

Azmi mengungkapkan, rencana berikutnya terkait usaha DK adalah ingin menambah jumlah pelanggan. “Rencananya ingin menambah jumlah pelanggan, sekalian memperbaiki yang kurang-kurang seperti membeli alat buat adonan dan lainnya,” tukas Azmi.

Azmi berharap bisa memiliki cabang di berbagai lokasi. Untuk saat ini home industri donat masih dilakukan bertempat di rumahnya di Jalan Kebalen Wetan gang Mores no. 27 Kota Malang.

“Saya ingin bisa memiliki cabang dan Istiqomah mengembangkan usaha Donat Kentang,” tegas Azmi mengakhiri. (had)

Artikel ini telah dibaca 63 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Jatim Park 1 Hadirkan Mega Science Center dan Budaya, Satukan 1.640 Alat Peraga dan Artefak

4 November 2026 - 20:56 WIB

Perkuat Daya Tarik Wisata Kuliner, Atria Hotel Malang Siapkan Atria Bakery untuk Desember 2026

29 Oktober 2026 - 10:55 WIB

Kopi Cuma Rp9.500! Rojo Roso Cafe Punya Pecel Rawon dan View Sunset yang Bikin Betah ‎

24 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Jelajahi Malang di Akhir Pekan, dari Festival Kreatif hingga Wisata Penuh Cerita

17 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Mikutopia Gratiskan Tiket Masuk Selama Tiga Hari

12 Oktober 2026 - 13:59 WIB

Sejenak Berhenti dari Kesibukan, HARRIS Malang Hadirkan Wellness Studio

6 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Trending di KULWIS

©Hak Cipta Dilindungi !