Lewat MMD, Mahasiswa UB Buat Aplikasi Belajar Online Stasiun Edukasi - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 16 Agu 2023 14:55 WIB ·

Lewat MMD, Mahasiswa UB Buat Aplikasi Belajar Online Stasiun Edukasi


 Mahasiswa MMD 700 saat mengenalkan aplikasi Perbesar

Mahasiswa MMD 700 saat mengenalkan aplikasi "Stasiun Edukasi" kepada siswa di SD Negeri 1 Karangjati, Kabupaten Pasuruan. (Ist)

BACAMALANG.COM – Mahasiswa Membangun Desa Universitas Brawijaya dengan target 1000 desa di Jawa Timur, yang selanjutnya disebut dengan MMD-1000D UB merupakan  salah satu program yang didesain untuk meningkatkan keterlibatan perguruan tinggi melalui mahasiswa berperan aktif dalam kegiatan penguatan kapasitas sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat.

Seperti yang dilakukan sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam kelompok MMD 700 di Desa Karangjati, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, yang menciptakan sebuah sumber belajar berbasis online dalam bentuk aplikasi bernama “Stasiun Edukasi”.

Pembuat Aplikasi, Ferdiansah Dwika Permana mengatakan, lewat slogan “Semua Bisa Belajar”, aplikasi Stasiun Edukasi dapat menjadi jembatan bagi siswa Sekolah Dasar (SD) untuk menemukan sumber belajar interaktif, serta membuka akses untuk mendapatkan ilmu pengetahuan yang lebih luas dan berkualitas.

“Peluncuran aplikasi ini dilatarbelakangi keterbatasan akses sumber belajar di SD Negeri 1 Karangjati, karena sebagian besar siswa mengatakan bahwa akses terhadap sumber belajar sebelumnya sangat terbatas, bahkan akses terhadap buku paket hanya dimiliki oleh guru dan sebagian kecil siswa dikarenakan terbatasnya stok buku di sekolah,” ungkapnya dalam rilis yang disampaikan belum lama ini.

Ferdiansyah menambahkan aplikasi “Stasiun Edukasi” menyediakan berbagai bentuk sumber belajar interaktif, antara lain modul materi pembelajaran, kuis, dan video pembelajaran.

Dia menjelaskan bahwa seluruh konten yang tersedia dalam aplikasi ini telah dikurasi dari sumber-sumber terpercaya, termasuk dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta penyedia lain seperti Zenius dan Quizziz.

“Keberadaan materi-materi berkualitas ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran bagi siswa SD di Desa Karangjati dan sekitarnya,” ujar mahasiswa jurusan Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer ini.

Menurut dia, Stasiun Edukasi tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa, tetapi juga untuk para tenaga pendidik atau guru, karena aplikasi ini menyediakan modul ajar yang dapat membantu guru SD dari kelas 1 hingga kelas 6 dalam menyampaikan materi pembelajaran dengan lebih menarik dan interaktif.

Dalam penerapannya, imbuh Ferd, para siswa di Desa Karangjati sangat antusias ketika aplikasi “Stasiun Edukasi” diperkenalkan kepada mereka.

Ia menerangkan, kehadiran aplikasi ini membuat para siswa dan guru merasa memiliki lebih banyak kesempatan untuk memahami materi pembelajaran lebih baik. Pengembangan “Stasiun Edukasi” dilakukan dalam waktu tiga minggu selama program Mahasiswa Membangun Desa berlangsung. Setelah berhasil dikembangkan, aplikasi ini disosialisasikan kepada siswa-siswi di SD Negeri 1 Karangjati, Kabupaten Pasuruan.

Aplikasi ini tidak hanya terbatas bagi siswa SD Negeri 1, melainkan dapat diakses oleh siapa pun yang memiliki akses internet melalui link “stasiunedukasi.my.id”.

“Kami berharap aplikasi “Stasiun Edukasi” dapat menjadi contoh inspiratif bagaimana mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata untuk meningkatkan akses pendidikan di wilayah pedesaan,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, inisiasi pendidikan seperti Stasiun Edukasi dapat terus berkembang dan terjangkau ke lebih banyak wilayah di seluruh Indonesia.

“Dengan semangat #SemuaBisaBelajar, akses pendidikan berkualitas diharapkan dapat merata dan memberikan dampak positif bagi perkembangan generasi penerus bangsa.

“Semua siswa berhak mendapatkan pendidikan yang berkualitas, dan aplikasi “Stasiun Edukasi” menjadi salah satu langkah maju untuk mencapai visi ini,” pungkasnya.

Reyhan, salah satu siswa kelas 6 di SD Negeri 1 Karangjati mengungkapkan kegembiraannya dengan program ini.

“Kami sangat terbatas dalam akses belajar kami. Satu-satunya sumber informasi yang kami miliki di sekolah adalah melalui guru di kelas. Bahkan, beberapa dari kami belum pernah memiliki buku paket sehingga guru menyampaikannya secara langsung kepada kami,” tandas Reyhan.

Pewarta : Nedi Putra AW
Editor/Publisher : Aan Imam Marzuki

Artikel ini telah dibaca 68 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Kick-Off Bulan Literasi Keuangan 2026, OJK Malang Dorong Pemberdayaan Perempuan di Era Digital

6 Mei 2026 - 20:52 WIB

31 Wisatawan Asal Surabaya Positif Narkoba, Polisi Tetap Buru Pelaku Pengeroyokan di Pantai Wediawu

6 Mei 2026 - 13:06 WIB

Pedagang Pasar Oro-Oro Dowo Dibekali Literasi Hukum Lewat Program “SEPASAR PEDAS”

6 Mei 2026 - 12:58 WIB

Vario 125 Raib Saat Diparkir, Warganet Soroti Keamanan Area Parkir

6 Mei 2026 - 10:11 WIB

Dua Warga Beji Batu Tewas Diduga Keracunan Minuman Misterius, Polisi Selidiki Kandungan Cairan

6 Mei 2026 - 10:00 WIB

Termakan Hoaks, Pria di Lawang Bacok Tetangga Sendiri hingga Terluka

6 Mei 2026 - 09:46 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !