BACAMALANG.COM – Program Studi Magister Ilmu Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya (UB) kembali memperkuat kiprah internasional melalui program Dosen Berkarya (DOKAR) yang dihelat di Malaysia pada 27–31 Juli 2026. Program ini mengintegrasikan pengabdian kepada masyarakat, diplomasi budaya, kerja sama akademik, dan penelitian kolaboratif bersama Universiti Malaya (UM), Malaysia Japan Research Center (MJRC), dan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM).
Tim DOKAR dipimpin oleh Ika Nurhayani, S.S., M.Hum., Ph.D., dengan anggota Syariful Muttaqin, S.Pd., M.A., Ph.D., Ismatul Khasanah, S.Pd., M.Pd., M.Ed., Ph.D., Dr. Esti Junining, S.Pd., M.Pd., dan Dr. Roosi Rusmawati, M.Si. Selama lima hari, mereka melaksanakan berbagai kegiatan yang bertujuan memperkenalkan budaya Indonesia sekaligus memperluas jejaring akademik internasional.
Ketua Tim DOKAR, Ika Nurhayani, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang untuk menjadikan budaya Indonesia sebagai media diplomasi sekaligus memperkuat kolaborasi akademik lintas negara.

Presentasi Batik Indonesia dan Jawa Timur dari ketua tim Pengabdian Masyarakat Ika Nurhayani, Ph.D. (ist)
“Program Dosen Berkarya tahun ini kami rancang bukan hanya sebagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga sebagai sarana diplomasi budaya Indonesia dan penguatan jejaring akademik internasional. Melalui pameran batik di Malaysia Japan Research Center, Universiti Malaya, kami ingin memperkenalkan batik sebagai warisan budaya yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga sarat sejarah, filosofi, dan identitas bangsa Indonesia,” ujarnya belum lama ini.
Puncak kegiatan berlangsung pada 28 Juli 2026 melalui penyelenggaraan Pameran Batik Indonesia dan Jawa Timur di Malaysia Japan Research Center, Universiti Malaya.
Berbagai motif batik dari sejumlah daerah di Indonesia ditampilkan lengkap dengan penjelasan mengenai sejarah, filosofi, makna simbolik, hingga teknik pembuatannya. Pameran mendapat sambutan positif dari dosen dan mahasiswa Universiti Malaya, serta komunitas Jepang yang berada di Kuala Lumpur.
Selain menikmati koleksi batik, para pengunjung juga mengikuti presentasi mengenai nilai-nilai budaya yang terkandung di balik setiap motif, termasuk berbagai program pengabdian kepada masyarakat Fakultas Ilmu Budaya UB yang mengangkat tema pelestarian batik.
“Batik menjadi media yang efektif untuk membangun dialog lintas budaya. Kami berharap kegiatan seperti ini semakin memperkuat pemahaman masyarakat internasional terhadap kekayaan budaya Indonesia sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas,” tambah Ika.

Penandatanganan IA antara Wakil Dekan III FIB UB, Ismatul Khasanah, Ph.D dan ketua Malaysia Japan Research Center, Dr. Jamila Mohd. (ist)
Dalam kesempatan yang sama, Fakultas Ilmu Budaya UB dan Malaysia Japan Research Center Universiti Malaya juga menandatangani Implementation Arrangement (IA) sebagai tindak lanjut kerja sama di bidang akademik dan kebudayaan.
Komitmen UB dalam memperluas jejaring internasional berlanjut pada 29 Juli 2026. Tim DOKAR dibagi menjadi dua kelompok untuk melakukan kunjungan secara paralel ke Fakulti Bahasa dan Linguistik Universiti Malaya serta Universiti Kebangsaan Malaysia.
Ketua Program Studi Magister Ilmu Linguistik FIB UB, Syariful Muttaqin, S.Pd., M.A., Ph.D., menjelaskan bahwa agenda utama pertemuan adalah membahas peluang kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, pertukaran dosen dan mahasiswa, hingga pengabdian kepada masyarakat.
“Selama berada di Malaysia, kami menjalin komunikasi intensif dengan Universiti Malaya dan Universiti Kebangsaan Malaysia untuk membahas peluang kerja sama dalam pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengabdian kepada masyarakat. Pertemuan berlangsung sangat produktif dan menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat internasionalisasi kedua institusi,” jelasnya.
Menurut Syariful, berbagai peluang kolaborasi dibahas secara mendalam sebagai langkah memperkuat hubungan kelembagaan antara Universitas Brawijaya dengan kedua universitas tersebut.
Selain memperkuat kemitraan akademik, tim DOKAR juga melaksanakan penelitian kolaboratif di Melaka pada 30 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi implementasi nyata kerja sama riset internasional yang melibatkan akademisi dari Indonesia dan Malaysia.
“Data yang kami kumpulkan akan dikembangkan menjadi publikasi ilmiah bersama pada jurnal bereputasi internasional. Dengan demikian, DOKAR memberikan manfaat yang menyeluruh karena mengintegrasikan pengabdian kepada masyarakat, pendidikan, dan penelitian dalam satu program,” kata Syariful.

Presentasi oleh Ketua Program Studi Magister Ilmu Linguistik FIB UB Syariful Muttaqin, Ph.D mengenai pengabdian masyarakat bertema batik yang telah dilakukan oleh Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya. (ist)
Menurut Ika Nurhayani, keberhasilan program ini menunjukkan bahwa diplomasi budaya dapat berjalan seiring dengan upaya internasionalisasi perguruan tinggi.
“Kami berharap kolaborasi yang telah dibangun bersama Universiti Malaya, Malaysia Japan Research Center, dan Universiti Kebangsaan Malaysia dapat ditindaklanjuti melalui seminar internasional, pertukaran mahasiswa dan dosen, penelitian kolaboratif, maupun program pengabdian kepada masyarakat yang berkelanjutan. DOKAR membuktikan bahwa budaya Indonesia dapat menjadi jembatan diplomasi yang mempererat hubungan antarbangsa sekaligus memperkuat posisi Universitas Brawijaya dalam jejaring akademik internasional,” pungkasnya.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Program Studi Magister Ilmu Linguistik FIB UB tidak hanya memperkenalkan batik sebagai warisan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional, tetapi juga memperkuat kerja sama akademik lintas negara yang diharapkan melahirkan berbagai program kolaboratif, inovasi pengabdian kepada masyarakat, serta publikasi ilmiah bereputasi internasional di masa mendatang.
Program DOKAR ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kolaborasi pendidikan di bidang bahasa, budaya, dan seni, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan inovasi berbasis budaya dan ekonomi kreatif, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kerja sama strategis antara Universitas Brawijaya, Universiti Malaya, Malaysia Japan Research Center, dan Universiti Kebangsaan Malaysia.
Pewarta/Editor: Nedi Putra AW





















































