Muktamar Rakyat An Nahdliyin di Malang Hasilkan 5 Petisi, Dorong NU Kembali ke Jati Diri dan Pemberdayaan Umat - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 2 Agu 2026 16:11 WIB ·

Muktamar Rakyat An Nahdliyin di Malang Hasilkan 5 Petisi, Dorong NU Kembali ke Jati Diri dan Pemberdayaan Umat


 Peserta Muktamar Rakyat An Nahdliyin foto bersama usai acara, Sabtu malam (1/8/2026). (ist) Perbesar

Peserta Muktamar Rakyat An Nahdliyin foto bersama usai acara, Sabtu malam (1/8/2026). (ist)

BACAMALANG.COM – Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 pada 27–31 Agustus 2026, Jaringan Nahdliyin Muda (JNM) kembali menggelar forum diskusi bertajuk Muktamar Rakyat An Nahdliyin. Kegiatan yang dikemas dalam rangkaian Jagongan Jelang Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 itu berlangsung di Pesantren Rakyat, Sumberpucung, Kabupaten Malang, Sabtu (1/8/2026) malam.

Sekitar 150 peserta dari berbagai kalangan menghadiri forum tersebut, mulai dari ulama, kiai muda, petani, modin, wartawan, guru, konten kreator hingga tokoh masyarakat. Berbeda dari pertemuan sebelumnya yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Al Hamid pada 9 Juli lalu, forum kali ini menghasilkan sebuah petisi yang ditandatangani seluruh peserta sebagai bentuk aspirasi menjelang Muktamar NU.

Petisi tersebut memuat lima poin utama yang dinilai menjadi arah pembaruan organisasi. Pertama, NU didorong kembali menghidupkan semangat pemberdayaan melalui masjid dan musala, dengan mengajak santri serta kaum intelektual untuk kembali memakmurkan rumah ibadah.

Kedua, pesantren diharapkan semakin diperkuat sebagai pusat pemberdayaan dan kemaslahatan umat. Ketiga, revitalisasi pendidikan, baik formal maupun informal, harus menjadi perhatian karena pendidikan merupakan hak seluruh anak bangsa.

Selanjutnya, NU didorong mengembangkan gerakan filantropi yang berkelanjutan. Adapun poin terakhir menegaskan bahwa Muktamar NU ke-35 merupakan momentum yang tepat untuk mengembalikan organisasi pada jati dirinya melalui revolusi ruhani.

“Bismillahirrahmanirrahim, dengan ini kita membuat petisi untuk NU yang semakin lebih baik lagi dari waktu ke waktu,” ujar tuan rumah kegiatan, KH Abdullah Sam.

Kritik Sosial Lewat Wayang

Suasana diskusi berlangsung hangat selama hampir tiga jam. KH Abdullah Sam menyampaikan pandangannya dengan cara yang tidak biasa, yakni melalui pertunjukan wayang yang menghadirkan dialog tokoh Bagong dan Petruk.

Melalui dialog tersebut, ia menyampaikan berbagai kritik sosial terkait kondisi warga Nahdliyin. Salah satunya mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, budaya berbagi telah lama hidup di lingkungan NU melalui tradisi slametan, brokohan, manaqiban, hingga berbagai kegiatan sosial lainnya.

Ia juga menilai semangat gotong royong dan pemberdayaan telah menjadi bagian dari kehidupan warga NU sehingga perlu terus diperkuat, bukan sekadar diperkenalkan kembali.

Lewat tokoh Petruk, KH Abdullah Sam mengajak para alumni pesantren, santri, dan tokoh NU untuk kembali memakmurkan masjid dan musala melalui kegiatan mengajar mengaji maupun pelayanan sosial, termasuk menjaga kebersihan rumah ibadah.

Lima Daya Ungkit Pesantren

Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Al Hamid, KH Athok Lukman Hakim, menyampaikan bahwa NU membutuhkan sejumlah daya ungkit agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, masjid dan musala menjadi fondasi utama karena mampu menghubungkan umat dengan Allah SWT, Rasulullah SAW, sekaligus menjadi pusat gerakan wakaf produktif.

Selain itu, pesantren, pendidikan, filantropi berbasis wakaf, serta revolusi ruhani juga dinilai sebagai pilar penting yang harus diperkuat.

“Semua yang dilakukan pengurus NU semata-mata untuk khidmah kepada Allah, bukan untuk kepentingan politik maupun ambisi pribadi. Jika revolusi ruhani terwujud, maka ulama dapat menjalankan perannya sebagai pembimbing umat sekaligus pengingat bagi penguasa,” ujarnya.

Aspirasi Modin hingga Gagasan Bank Kaum Dhuafa

Dalam forum tersebut, Sulis, seorang modin dari Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, menyampaikan harapannya agar kesejahteraan para petugas keagamaan mendapat perhatian lebih serius.

Menurutnya, peran modin masih sering dipandang sebelah mata, padahal keberadaannya sangat penting dalam pelayanan masyarakat.

Sementara itu, CEO Tugu Media Group, Irham Thoriq, mengusulkan agar NU memiliki lembaga keuangan yang secara khusus melayani masyarakat kecil.

Ia mencontohkan konsep pembiayaan mikro seperti yang dikembangkan peraih Nobel Perdamaian Muhammad Yunus di Bangladesh, yakni memberikan akses permodalan tanpa agunan maupun bunga kepada pelaku usaha kecil.

Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi instrumen nyata dalam memperkuat ekonomi umat, khususnya bagi pelaku UMKM yang selama ini kesulitan memperoleh akses pembiayaan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kholiq S.Pd, H Zaenuddin, Abdurrohman Al Mubarok, Lintar Bayu, Muhammad Mahrus selaku Koordinator JNM sekaligus moderator, Yasin Arief, Gus Arif Billah, Alaudin Alex, serta sejumlah tokoh masyarakat lainnya.

Pewarta/Editor: Hadi Triswanto

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Kesejahteraan sebagai Katalis Inovasi: Efek Domino Tunjangan Profesi dalam Dinamika Kelas

30 Juli 2026 - 14:03 WIB

Catatan Peringatan Hari Konservasi Alam Sedunia 2026: SALAM Indonesia Dorong Sinergi Hexahelix demi Kelestarian Hutan, Laut, Transisi Energi, dan Ketahanan Pangan

30 Juli 2026 - 10:46 WIB

Dr Sri Untari Luncurkan ASTARI, Platform AI Penampung Aspirasi Warga 24 Jam

30 Juli 2026 - 07:39 WIB

Dosen UB Latih Petani Desa Ngenep Membuat Insektisida Alami, Dorong Pertanian Berkelanjutan

29 Juli 2026 - 16:57 WIB

Bea Cukai Jatim II Kumpulkan Penerimaan Rp27,61 Triliun, Sita 71,1 Juta Batang Rokok Ilegal di Semester I 2026

29 Juli 2026 - 14:12 WIB

30 Tahun Kudatuli, Amnesty International Desak Komnas HAM Usut Dugaan Pelanggaran HAM Berat hingga Tuntas

28 Juli 2026 - 22:21 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !