Nikahkan Putri Wartawan, Ini Nasihat Penghulu Viral Anas Fauzi

Foto: Penghulu Anas Fauzi saat menikahkan putri wartawan. (ist)

BACAMALANG.COM – KH Anas Fauzi An Nachrowi yang belakanga viral. Hari ini, ia didapuk untuk menikahkan putri wartawan Surabayapost dan pengurus PWI Malang Raya, Muhamad Cholil.

Adapun prosesi akad nikah Aninda Rizka Cholilla Istiqomah yang dipersunting Zaidan Safi Antasurur ini dilaksanakan di Masjid Al Ikhlas, Jl Raya Langsep, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Beberapa wejangan yang turut diberikan kepada kedua mempelai sebelum akad nikah, membuat tamu undangan dari kedua mempelai menitikan air mata lantaran sangat menyentuh hati para pendengar.

Dalam nasehatnya itu, Anas Fauzi mengingatkan kewajiban calon pengantin pria yang senantiasa memberikan kasih sayang kepada istrinya kelak.

“Calon mertuamu terhadap calon istrimu tak pernah beliau marah-marah kepada putrinya, ndak pernah meninggalkan kasih sayangnya dan tidak pernah memutuskan sayang kepada putrinya. Wahai anaku, sanggupkah engkau meneruskan kasih sayang itu,” tutur KH Anas kepada calon mempelai Zaidan Safi Antasurur, Rabu (21/9).

Kasih sayang ibunya, bapaknya, akan diminta kau sambung dan kau teruskan.Apakah kamu sanggup anaku? Lanjut penghulu viral tersebut.

“Sanggup,” jawaban sang mempelai pria, Zaidan.

Penghulu viral itu kembali mengingatkan kepada pengantin pria untuk tetap berbakti pada orang tua terutama sang ibu. Setelah dirinya memiliki kewajiban menafkahi istrinya.

“Cah ganteng, pengen kaya? Sukalah membuka tangan ibumu. Karena ditangan ibumu ada sumber rezekimu. Semakin engkau sering membuka tangan ibumu, semakin terbuka lebar pintu rezekimu,” ujar sang penghulu yang juga menjabat sebagai Kepala KUA Kecamatan Lowokwaru tersebut.

Disela-sela nasihatnya, penghulu viral itu memberikan pertanyaan kepada mempelai pria. Saat itu, Anas tengah memberikan pertanyaan tentang rumah yang akan ditinggali calon mempelai pria bersama pasangannya setelah prosesi pernikahan tersebut.

“Sudah punya rumah dimana?” tanya KH Anas.

Sang mempelai pria mengatakan bahwa mereka belum memiliki rumah, namun sudah menempati rumah Tantenya.

“Belum, (masih) menempati rumah tante” jawab calon mempelai pria.

Yai Anas langsung mendoakan bahwa setelah ini pasangan tersebut akan mendapatkan rumah dengan rezeki lancar dan barokah.

“Setelah ini punya rumah. Rezeki lancar barokah. Putranya sholeh sholehah,” nasihat Yai Anas sembari meminta sang mempelai pria tanda tangan.

Hal ini sontak membuat Calon mempelai pria yang didampingi Ayahnya yang bernama H Naharus Surur dan Ayah dari mempelai perempuan yang bernama Muhamad Cholil tersebut mengungkapkan dengan kata Amin sebagai tanda doa-doa tersebut semoga dikabulkan Allah.

“Daftar haji. Daftar umroh,” kata Ustadz Anas.

Momen gelak tawa terdengar saat penghulu Anas kembali menyinggung soal rumah kepada calon mempelai pria tersebut.

“Dimanapun nanti menempati rumah?. Saya berpesan. Mengingatkan dan dimanapun bertempat tinggal, di situ ada iuran warga,” pesan KH Anas.

Kontan pesan terakhir sebelum dilanjutkan penandatanganan surat perjanjian pernikahan ini membuat suasana yang semula tegang menjadi cair. Bahkan terdengar gelak tawa tamu undangan yang hadir dalam prosesi akad nikah dan ijab kabul tersebut.

Termasuk calon mempelai pria yang sebelumnya terlihat tegang akhirnya tidak bisa menahan tawa.

Sanggup, Pak,” jawab calon mempelai pria itu lagi.

“Tanda tangan,” kata penghulu Anas sbari kala memberikan wejangan sebelum Akad Nikah itu didampingi Kasi Binmas Kemenag Kota Malang, Drs. H. Mohamad Rosyad, M.Si dan penghulu Kecamatan Sukun, Gufron.

Pesan ini membuat suasana yang semua berawal tegang tiba-tiba mencair dengan sendirinya saat penghulu yang akrab disapa Ustad Anas berpesan tentang jangan lupa membayar uang iuran warga.

Acara berlanjut hingga Ijab Kabul dan dilanjutkan dengan penyerahan mas kawin oleh mempelai pria Zaidan Safi Antasurur putra dari pasangan H Naharus Surur dengan Hj Irtanika Ruhmawati kepada mempelai wanita  Aninda Rizka Cholilla Istiqomah putri dari Muhamad Cholil dengan Ika Hardini, usai penandatanganan buku nikah oleh kedua mempelai. (Lis/red)