OJK Malang Sampaikan Laporan Sektor Jasa Keuangan Akhir Tahun, Pengaduan Pinjol dan Investasi Ilegal Alami Peningkatan - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

EKOBIZ · 17 Des 2024 14:36 WIB ·

OJK Malang Sampaikan Laporan Sektor Jasa Keuangan Akhir Tahun, Pengaduan Pinjol dan Investasi Ilegal Alami Peningkatan


 Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang Biger Adzanna Maghribi (tengah), dalam dialog akhir tahun bersama media di Malang, Senin (16/12/2024). (ist) Perbesar

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang Biger Adzanna Maghribi (tengah), dalam dialog akhir tahun bersama media di Malang, Senin (16/12/2024). (ist)

BACAMALANG.COM – Sektor jasa keuangan di wilayah kerja OJK Malang terpantau tumbuh stabil sampai dengan bulan Oktober 2024. Tingkat inflasi di Kota Malang juga tetap terjaga dimana pada bulan November 2024, Kota Malang mengalami inflasi year on year (yoy) sebesar 1,22 persen, di bawah Jawa Timur dan Nasional yang masing-masing sebesar 1,41 persen dan 1,55 persen.

Tiga komoditas penyumbang inflasi yoy tertinggi di Kota Malang adalah emas perhiasan, bawang merah, dan sigaret kretek mesin.

Hal ini disampaikan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang Biger Adzanna Maghribi dalam dialog akhir tahun bersama media di Malang, Senin (16/12/2024).

Dalam kesempatan tersebut, Biger juga memaparkan sejumlah perkembangan di sektor jasa keuangan lainnya, yang meliputi Perkembangan Sektor Perbankan, Perkembangan Sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB), seperti Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun, sektor Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya.

“Namun yang tidak kalah penting adalah perkembangan Edukasi dan Pelindungan Konsumen, yang dilakukan secara preventif melalui berbagai macam kegiatan edukasi dan sosialisasi. Sampai dengan akhir bulan November 2024, OJK Malang telah mengadakan 116 kegiatan dengan total peserta sebanyak 31.172 orang,” ungkapnya.

Dikatakan Biger, edukasi tersebut dilaksanakan untuk berbagai kalangan sesuai sasaran prioritas Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) 2021-2025, dimana salah satu sasaran prioritas penerima literasi keuangan adalah Penyandang Disabilitas.

Terkini, OJK Malang menyelenggarakan edukasi kepada pelaku UMKM difabel se-Malang Raya dan Pasuruan dengan tema “Literasi Keuangan untuk Semua: Tingkatkan Keberdayaan Pelaku UMKM Difabel” pada tanggal 6 Desember 2024 lalu.

Kantor OJK Malang, imbuh Biger, juga terus melaksanakan fungsi pelayanan dan pelindungan konsumen yang dilakukan melalui layanan pengaduan konsumen dan layanan informasi debitur pada Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

“Sampai dengan 30 November 2024, KOJK Malang telah memberikan 1.547 layanan konsumen yang didominasi oleh layanan terkait perusahaan perbankan sebanyak 42,73 persen. Lebih lanjut, 3 topik layanan konsumen tertinggi seputar perusahaan perbankan meliputi konsultasi produk dan jasa keuangan perbankan (12,25 persen), permasalahan agunan (10,14 persen), dan konsumen yang merasa dipersulit ketika akan melakukan pelunasan kredit dipercepat (8,77 persen),” paparnya.

Sementara itu, pengaduan dan permintaan informasi terkait pinjaman online ilegal serta investasi ilegal mencapai 209 layanan atau meningkat 10,58 persen dari bulan sebelumnya.

“Topik terbanyak terkait aktivitas keuangan ilegal masih seputar penipuan (19,14 persen), konsumen yang merasa tidak meminjam namun mendapatkan pencairan pinjaman (17,22 persen), dan konsumen yang terjebak pinjaman online ilegal (16,75 persen),” terang dia.

Sebagai tindaklanjut pengaduan mengenai kasus penipuan yang semakin marak, OJK bersama anggota Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) lainnya yang didukung oleh asosiasi industri jasa keuangan melakukan soft launching Indonesia Anti-Scam Centre/IASC (Pusat Penanganan Penipuan Transaksi Keuangan) pada 25 November 2024.

IASC merupakan forum koordinasi antara OJK, anggota Satgas PASTI dan pelaku industri jasa keuangan untuk penanganan penipuan (scam) yang terjadi di sektor keuangan secara cepat dan berefek-jera.

“Pembentukan IASC bertujuan untuk mempercepat koordinasi antar-penyedia jasa keuangan dalam penanganan laporan penipuan dengan melakukan penundaan transaksi dan pemblokiran rekening terkait penipuan, kemudian melakukan identifikasi para pihak yang terkait penipuan, mengupayakan pengembalian dana korban yang masih tersisa, dan melakukan upaya penindakan hukum,” ujarnya.

Menurut Biger, saat ini IASC telah didukung oleh asosiasi industri perbankan, penyedia sistem pembayaran, dan e-commerce. Pada tahap soft launching ini sudah bergabung 79 bank di IASC dan kemudian dalam pelaksanaannya akan terus dilakukan pengembangan ke tahap berikutnya.

“Dengan adanya IASC ini, korban dapat menyampaikan laporan kejadian penipuan sektor keuangan melalui website IASC dengan alamat http://iasc.ojk.go.id dengan melampirkan data dan dokumen bukti terkait. IASC diharapkan dapat menjadi perwujudan upaya pelindungan konsumen dan masyarakat sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang,” tukasnya.

Biger juga menyampaikan giat Aktivasi Kawasan Inklusi Keuangan Kampoeng Heritage Kajoetangan pada acara puncak Bulan Inklusi Keuangan 2023, dimana OJK Malang bersama 5 bank peserta telah melakukan pembangunan Kampoeng Heritage Kajoetangan dan melaksanakan serangkaian kegiatan edukasi serta penyuluhan untuk meningkatkan inklusi keuangan warga Kampoeng Heritage Kajoetangan selama tahun 2024 ini pada Rabu, 4 Desember 2024 lalu.

“Kegiatan yang juga melibatkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampoeng Heritage Kajoetangan ini diapresiasi Sekretaris Daerah Kota Malang Erik Setyo Santoso sebagai wujud success story sinergi antara pemerintah melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah, masyarakat, lembaga negara, dan institusi perbankan,” tandas Biger.

Pewarta : Nedi Putra AW

Editor: Aan Imam Marzuki

Artikel ini telah dibaca 82 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

BRI Malang Martadinata Tegaskan Lelang Agunan Sudah Sesuai Prosedur dan Aturan Hukum

6 Mei 2026 - 10:43 WIB

Diduga Tak Transparan, Sisa Uang Hasil Lelang Nasabah Tak Dikembalikan, Advokat: Bisa Masuk Penggelapan dalam Jabatan

5 Mei 2026 - 19:56 WIB

Kopwan SBW Tembus Pasar Malaysia, Keripik Pisang Malang Jadi Primadona Buyer Kuala Lumpur

1 Mei 2026 - 14:45 WIB

Potensi Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi di Jawa Timur Capai Rp7,5 Miliar, Pertamina Patra Niaga Apresiasi Komitmen Penegakan Hukum Polda Jatim

1 Mei 2026 - 10:52 WIB

Operasional KA di Stasiun Malang Tetap Normal, Lonjakan Penumpang Long Weekend May Day Mulai Terjadi

1 Mei 2026 - 09:41 WIB

Minimalisir Dampak Insiden di Bekasi Timur, KAI Daop 8 Lakukan Penyesuaian Pola Operasi di Stasiun Malang

29 April 2026 - 20:19 WIB

Trending di EKOBIZ

©Hak Cipta Dilindungi !