BACAMALANG.COM – Film “Bangsal Isolasi” saat ini sudah tayang di bioskop Indonesia sejak 25 Juli 2024 lalu. Sambutan masyarakat Kota Malang ternyata cukup besar, seperti saat para cast atau pemeran dari film besutan Adhe Dharmastriya tersebut melakukan cinema visit ke Mopic Cinemas Malang, Selasa (30/7/2024).
Lima pendukung utama yang hadir di bioskop yang berlokasi di Jalan Soekarno-Hatta ini antara lain Kimberly Ryder (Weni), Wulan Guritno (Bella), Hanisah Halim (Ratna), Sugesta Handayani (Yeti), dan Dafina Jamasir sebagai Yanti.
Mereka menyapa para penonton yang berada di luar maupun yang sudah masuk dalam studio, sebelum pertunjukan dimulai.
Kisahnya sendiri cukup unik, karena diklaim sebagai film Indonesia pertama dengan latar belakang penjara atau Lembaga Pemasyarakatan (lapas) wanita, yakni seorang jurnalis perempuan bernama Weni (Kimberly Ryder) yang menyusup ke penjara Ratu Adil dengan menjadi seorang narapidana.
Weni melakukan hal itu untuk mengungkap kematian misterius Ratna, adiknya yang sebelum tewas sempat masuk bangsal isolasi di sana.
Ternyata, kasus ini tidak hanya terjadi pada Ratna saja, tetapi juga menimpa beberapa narapidana (napi) lainnya.

Kemeriahan meet & greet saat cinema visit para pendukung film “Bangsal Isolasi” bersama para crew dan penonton di Mopic Cinemas Malang, Selasa (30/7/2024). (Nedi Putra AW)
Bahkan Weni menemukan adanya pembantaian maupun perundungan terhadap para napi wanita, yang ia curigai karena campur tangan Bella (Wulan Guritno), seorang pentolan di lapas perempuan tersebut.
Mampukah Weni mengungkap misteri apa yang terjadi terhadap adiknya maupun napi lainnya di bangsal isolasi lapas itu?
Premis menarik ini disajikan dengan mengambil setting tahun 1990, sehingga nuansa yang ditampilkan juga terkesan jadul, mulai lokasi syuting di Benteng Van Der Wijck, sebuah bangunan tua peninggalan Belanda di Gombong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah hingga properti seperti telepon dan kostum para pemainnya.
Bangsal Isolasi yang bergenre thriller horor ini hanya bisa disaksikan oleh penonton berusia 13 tahun ke atas, karena banyak menampilkan adegan perkelahian yang berdarah-darah, maupun penyalahgunaan narkoba jenis LSD yang marak digunakan di era tahun 1990-an.
Wulan Guritno mengaku, bahwa adegan yang paling berkesan baginya dalam berperan sebagai Bella adalah saat fight atau bertarung dengan Kimberly (Weni) yang cukup brutal.
“Tapi justru ini menjadi tantangan untuk melakukan adegan berdarah tersebut. Jika dalam film drama 1 scene biasanya memakan waktu pengambilan gambar antara 2-4 jam, sementara untuk genre action seperti ini 1 scene bisa 1 hari lamanya, sehingga kita mesti sabar. Jadi sebenarnya kami dibayar buat sabar menunggu,” ungkap Wulan kepada media usai menyapa para penggemarnya.
Dikatakan Wulan, tantangan lainnya adalah jauh dari keluarga selama 3 minggu syuting, karena mengambil lokasi di Benteng Van Der Wijck, Kebumen di Jawa Tengah.
Menurut dia, sebagai gedung tua tentunya ada hawa-hawa yang kurang menyehatkan seperti debu dan lumut.
“Hingga sempat kami terkena kendala pernapasan,” tukasnya.
Namun Kimberly menambahkan, setting benteng kuno tersebut justru membantu para pemeran masuk ke karakter masing-masing. Meski demikian ia juga mengaku sempat ada ‘penampakan’ yang terjadi saat syuting.
“Yang sering terasa dan melihat kebetulan tim artistik, mungkin ‘mereka’ di benteng itu merasa terganggu karena suara bising saat tim bekerja membangun benteng ini menjadi penjara,” imbuhnya.
Sementara pendalaman karakter sebagai jurnalis dilakukan wanita jangkung ini lewat pembedahan script, reading dan koreografi fighting.
“Koreografi perkelahiannya ini dilakukan selama sebulan, agar kami tidak cedera,” ujarnya.
Wulan dan Kimberly juga merasa senang dengan antusiasme penonton di Malang.
“Ternyata banyak juga perempuan dan ibu-ibu yang senang melihat film bertema girlpower dengan definisinya masing-masing,” tandas Wulan.
Owner Mopic Cinemas Rulya Febrina tidak menyangka besarnya antusias masyarakat terhadap film berdurasi 1 jam 16 menit.
Bagi Rulya, film horor memang memiliki daya tarik cukup besar bagi penonton. Bahkan semua tiket film Bangsal Isolasi untuk hari itu habis terjual.
”Semoga dengan datangnya para cast ini semakin menarik masyarakat untuk nonton ke sini,” harapnya.
Hingga berita ini diyangkan, film ini dengan dua post-credit scene ini telah meraih sebanyak 101.300 penonton selama sepekan penayangannya di bioskop-bioskop seluruh Indonesia.
Pewarta : Nedi Putra AW
Editor: Aan Imam Marzuki




















































